System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 207


__ADS_3

"Sultan, kamu di mana sih?" tanya Qayla menghempasnya tubuhnya ke sofa ruang tamu di rumah Sultan.


Qayla juga mencoba menghubungi nomor Ibu Sultan.


Tuuut


Tuuut


Tuuuut


"Halo Qayla," jawab Ibu.


"Halo Tante," sapa Qayla sedih.


"Ada apa?" tanya Ibu.


"Sultan ada di sana?" Qayla balik bertanya.


"Tidak ada, bukannya dia di hotelnya untuk melakukan perayaan?" Ibu juga balik bertanya.


"Tidak ada Tante," jawab Qayla sedih.


"Kok aneh ya, dia yang punya acara kenapa dia yang menghilang?" tanya ibu bingung.


"Oh begitu ya, ya sudah Tante, nanti mungkin dia akan pulang, Maaf menganggu Tante, Tante belum tidur?" tanya Qayla.


"Iya, Tante lagi beres-beres, besok mau berangkat ke amerika untuk pengobatan Ayahya Sultan," ucap Ibu.


"Oh begitu ya, ya udah besok aku ikut antar Tante ya, du mana keberangkatannya?" tanya Qayla.

__ADS_1


"Di bandara sehabis pesawat umum terbang," ucap Ibu.


"Baiklah Tante, aku akan datang besok, ujar Qayla.


"Ya sudah jika begitu Tante tutup telponnya ya," pamit Ibu.


"Baik Tante," jawab Qayla.


Panggilan pun terputus.


"Apa tadi Sultan melihatku? Apa dia salah paham, bagaimana jika iya," ucap Qayla terbaring di sofa.


Ting ting


Misi level C


Suami istri sedang bertengkar di perumahan kompleks, redakan mereka.


Hadiah 600.000.000.000


Sultan pun terbangun dan melihat jam di tangannya. "Eh sudah jam 3 dini hari, jam 7 nanti keberangkatan Ayah," ucap Sultan.


Ia pun bangun dan menuju mobilnya dan melaju di jalanan.


Sesampainya di tempat tujuan terdengar suara suami dan istri sedang bertengkar di luar rumah dan suami itu ingin pergi dari rumah.


"Pergi sana, pergi jangan kau pulang lagi, aku tak sudi punya suami sepertimu!" teriak si istri.


"Makanya aku selingkuh karena kau seperti ini!" balas si suami.

__ADS_1


"Kau pria yang tak bertanggung jawab, jika kau suami yang baik bukannya kau balas dengan selingkuh tapi kau perbaiki sifatmu dulu, kau seorang pemimpin kau yang membimbingku, bukan malah kau sakiti," ucap si istri dengan berlinangan air mata.


"Haish... aku bahkan tidak punya pacar, dan misi ini malah untuk merujukkan suami istri, pengalamanku belum sampai di sini," ucap Sultan.


Ia pun turun dari mobil dan menghampiri sepasang suami istri yang sedang bersetegang itu.


"Ehm... permisi, bagaimana jika masuk ke rumah dulu untuk menemukan titik terang masalah kalian, mungkin aku bisa menjadi penengah kalian," ucap Sultan menawarkan diri.


"Kamu siapa?" tanya si suami dengan nada tinggi.


"Saya hanya orang numpang lewat, nggak bagus jika di lihat orang karena tetangga sebentar lagi akan bangun, ayo Pak, Buk kita selesaikan masalahnya," ucap Sultan memegang pundak si suami.


"Aku tak sudi dia menginjak kakinya dirumah ini," ucap si istri.


"Begini Buk, biarkan dia masuk sebentar kita selesaikan, jika seandainya permasalahannya selesai terserah ibu dan bapak mau melakukan apa," ucap Sultan menenangkan.


"Tapi hanya sebentar," ucap Ibu itu.


"Baiklah," angguk Sultan dan mereka pun masuk rumah dan duduk di atas sofa.


Suami istri itu terdiam dan saling menundukkan kepala.


Sultan harus memulai pembicaraan dulu. "Di mulai dari Ibu, ibu bisa membela diri dan bapak diam dulu karena nanti ada giliran untuk bapak," ucap Sultan.


"Dia balas selingkuh, meskipun aku tau aku salah, aku memang chat sama temannya tapi aku tidak punya maksud apa-apa, tapi temannya itu malah keterlaluan dan menjadi-jadi, setelah itu aku tidak meladeninya lagi," ucap Ibu itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2