
Sultan menarik ketiga pria itu, lalu membuangnya ke limbah dan mereka pun tenggelam di sana.
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapat 20 poin
Poin Anda menjadi 680 poin.
Selamat Anda mendapatkan 800.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 11.305.005.000.000.
Sultan kembali menuju tempat penjual sate tadi dan kembali duduk.
"Ini satenya bang," ucap penjual itu meletakkan 2 piring sate di hadapan Sultan.
"Terima kasih," ucap Sultan.
"Abang tadi kemana?" tanya penjual sate itu.
"Oh tadi aku hanya melihat-lihat saja, ternyata di sana ada gudang penyimpanan bahan bakar ya?" tanya Sultan dengan menyantap satenya.
"Iya Bang, bahan bakar bio solar katanya," ucap Tukang sate itu membenarkannya.
Sultan mengangguk-angguk. "Apa ada orang yang ingin mencoba membakarnya?" tanya Sultan lagi.
"Dulunya ada, karena mereka saingan dan saingannya itu kalah dan menyuruh anak buahnya untuk membakarnya, tapi mereka tertangkap, sayangnya mereka tak punya bukti dan akhirnya mereka melepaskannya," jelas penjual sate itu.
__ADS_1
Sultan kembali mengangguk-angguk.
"Memangnya ada apa Bang?" tanya penjual sate itu.
"Bukan apa-apa, tadinya aku melihat sebuah gedung, ku pikir itu gedung apa? Dan juga di sana ada bekas terbakar juga, jadi ku pikir mungkin ada seseorang yang ingin membakarnya," jawab Sultan.
"Iya Bang, semoga saja tidak ada yang mau berbuat jahat di sana, jika tidak kami juga kena imbasnya," ucap penjual sate itu.
"Ini ngomong-ngomong satenya enak banget, tambah 1 porsi lagi," pinta Sultan.
"Sebentar bang," ucap penjual Sate itu kembali membakar daging ayamnya.
Datang 2 orang pria ke tempat tukang sate itu. "Bang pesan sate 2 porsi ya," ucap temannya.
"Sebentar ya," ucap penjual sate itu juga membakar sate untuk mereka.
"Sial! Kenapa mereka lama sekali?" tanya temannya.
"Ada apa dengan teman Abang?" tanya penjual sate.
"Bukan urusanmu," jawabnya kasar. Penjual sate itu pun langsung terdiam.
"Ini satenya Bang, ucap penjual itu meletakkan piring di hadapan Sultan dan juga meletakkan di hadapan kedua orang itu.
Mereka melahap dengan cepat, berdiri lalu pergi begitu saja.
"Bang bayar dulu," ujar penjual sate itu.
Mereka memandang dan tidak peduli lalu pergi.
__ADS_1
"Kalian bayar dulu atau rasakan akibatnya," ancam Sultan.
"Jangan ikut campur kau," ucap mereka dan kembali pergi.
"Kalian menunggu teman kalian ya untuk membakar gudang penyimpan minyak itu?" tanya Sultan.
Mereka berhenti dan balik badan. "Apa maksudmu?" tanyanya.
"Mereka yang 3 orang itu sudah berakhir di tempat pembuangan limbah, aku tidak yakin jika mereka masih hidup, karena aku mencampakkan mereka dalam keadaan pingsan," ujar Sultan menyeringai.
"Apa kamu bilang!" bentaknya dengan mata membulat.
"Ayo cepat kita lihat dulu," ujarnya melangkahkan kaki dengan lebar.
"Hey! Kalian bayar dulu!" ucap Sultan.
"Bodo amatlah," ucapnya tak peduli.
Sultan mengejar mereka lalu menepisnya kebelakang mereka terjatuh dan Sultan meninju wajah mereka sampai babak belur.
"Kalian bayar dulu, baru aku melepaskan kalian," ancam Sultan.
"Iya, iya kami akan bayar," ucapnya meronggoh kantong celananya dan terselip uang 7000 lalu meletakkan di atas meja.
"Hey! Ini mana cukup untuk kalian makan berdua!" bentak Sultan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih