System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 83


__ADS_3

"Ampun... ampun... aku tak berani melakukannya lagi, aku janji, aku tidak melakukannya lagi, jadi ampuni aku," ujar pria seram itu memohon ketakutan.


"Aku tidak percaya ucapan pria sepertimu," ucap Sultan tegas.


"Tapi aku benar-benar janji tidak melakukannya lagi," ujar pria itu berlutut dan menundukkan kepalanya.


Sultan menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar.


"Untuk kali ini aku maafkan, tapi ingat! Tidak ada lain kali," ujar Sultan menatapnya tajam dan kemudian melangkahkan kakinya dan pergi.


Pria itu bangun dan melempar botol kaca tepat di kepala Sultan.


Trankkk.


Botol tersebut pecah di kepala Sultan dan Sultan seketika berhenti.


"Hahaha... kena kau, pergi mati saja kau sana," umpatnya.


Kembali ia melemparkan botol kaca tersebut dan...


Trankkkk.


Botol itu mengenai kepala Sultan dan pecah lagi.


Sultan membalikkan badannya dan menatap sayu ke arah pria itu.


"A-apa? Dia baik-baik saja," ujarnya ketakutan.


"Sudah melemparnya?" tanya Sultan mendekati pria itu.


"Ampuni aku, kali ini aku benar-benar menyesal, akan aku berikan apa yang kau mau," ujarnya sambil mundur ke belakang.

__ADS_1


"Seharusnya aku tidak percaya ucapan mu, seharusnya aku tidak perlu membuang waktu mendengar ocehanmu tadi dan langsung menghajar mu saja tadi, pria sepertimu tidak ada yang namanya kesempatan lagi," ucap Sultan yang melompat lalu menghantam wajah pria itu, menendang perutnya dan wajahnya lagi.


"Huhuhuhu... kenapa harus wajah? habis sudah wajah tampanku," ujarnya menangis sambil memegang wajahnya yang bonyok.


"😒😒 Dimananya yang tampan?" tanya Sultan manyun.


"Awas saja kamu, aku akan memberi tahu kepada kakak ketigaku," ancamnya.


"Sudah ku duga jika dia punya kakak kedua, ketiga, keempat, kesepuluh. Sana kau beri tahu, bilang dengannya aku ingin sekali memukul pantatnya sambai merah," ucap Sultan bertambah manyun.


Pria seram itu pun lari keluar dari kamarnya.


"Hey! Bawa ****** teman-temanmu ini!" teriak Sultan.


Pria itu pun berbalik dan masuk lagi, lalu mengotong kedua temannya itu pergi.


"Tuan, terima kasih banyak ya, jika tidak ada Tuan mungkin kami masih harus terima dia sebagai pelanggan, dia juga mengancam jika kami tidak menerimanya, maka dia akan merusak bisnis kami ini," jelas manejer itu.


"Bagaimana jika tempat ini aku akusisi saja, jadi kalian bisa menerima dan menolak pengunjung sesuka kalian, jika mereka tak terima, mereka akan berurusan denganku," tawar Sultan.


"Beri tahu dia," perintah Sultan.


"Tunggu sebentar," ujar manejer itu yang langsung menelpon direkturnya.


Tuuut...


Tuuut....


Tuuut...


"Halo," jawab direktur itu.

__ADS_1


"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda, dia mengatakan jika ingin membeli tempat ini," ujar manejer itu.


"Wah... Syukurlah jika begitu, aku sudahlama ingin menjualnya," ujarnya senang. "Katakan padanya tunggu di sana, aku akan ke sana segera," pinta direktur itu.


"Baik Tuan," jawab manejer itu dan menutup panggilannya.


"Tuan Anda tolong tunggu sebentar, direkturnya sebentar lagi akan datang, ayo duduk di sini dulu," ujar manejer itu sopan.


Sultan dan Tedi pun duduk di sofa tamu.


"Ambilkan minuman untuk Tuan ini," perintah manejer itu kepada pelayan tadi.


Pelayan itu mengangguk dan segera pergi.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 40 poin.


Poin Anda menjadi 180 poin.


Ting ting


Misi selesai.


Anda mendapatkan 30 poin.


Poin Anda menjadi 210 poin.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADiAH


TERIMA KASIH


__ADS_2