
"Sultan, sepertinya perusahaan kita naik angka persentasenya di neraca pasaran," ucap Qayla senang.
"Oh ya," ucap Sultan menghampiri Qayla. Dan mereka bersama melihat ke arah layar monitor laptopnya.
"Baguslah jika begitu, terima kasih ya Qayla, kamu udah bekerja keras demi perusahaan, dan sekarang perusahaannya naik, kamu bisa di kasi bonus nih," ucap Sultan tersenyum.
"Bonus apaan?" tanya Qayla.
"Kamu mau bonus uang, tiket jalan-jalan ke luar negeri gratis atau yang lainnya?" tanya Sultan membuat pilihan.
"Nggak usah, rumah mewah yang kamu belikan saja sudah cukup kok dan itu malah udah lebih," ucap Qayla tersenyum.
"Apa? Sultan membelikan rumah untuk Qayla?" tanya Sarah dalam hati.
"Tapi sebagai tanda terima kasih harus tetap ada donk," ucap Sultan.
"Kalo itu terserah kamu," jawab Qayla.
"Mereka ini sedang pamer di depanku ya," ujar Sarah tidak suka melihat kedekatan antara Sultan dan Qayla.
"Angka pertumbuhan di pasarannya sangat bagus naiknya," ucap Sultan tersenyum mengangguk-angguk.
Ting ting
Misi level B
Satu keluarga ingin di bunuh oleh penguntang di jalan bebeko.
Hadiah 20 poin
__ADS_1
Hadiah 500.000.000.000
"Qayla, ayo ikut aku sekarang, ada hal penting," ujar Sultan.
"Kemana?" tanya Qayla heran Sambil mengemasi barangnya dan memasuk ke dalam tasnya.
"Ada deh, nanti juga akan tahu," ucap Sultan. "Tolong ya Sarah jaga ibu Michela," ucap Sultan buru-buru.
Sarah tidak menjawabnya karena ia malah di tinggal menjaga ibu Michela dan bukannya Qayla.
"Tunggu! Kamu nggak bawa aku?" tanya Sarah.
"Nanti siapa yang jagain Ibu Michela?" tanya Sultan.
Sarah melihat ke arah Qayla. "Bukannya yang jagain itu dia?" tanya Sarah memberanikan diri.
"Ini masalah perusahaan, emang kamu ngerti?" tanya Sultan.
"Tapi dia sekretarisku, masa aku tinggalin," ucap Sultan.
Sarah langsung terdiam.
"Kamu kalo belum makan kan? Kamu makan aja dulu, kami nanti saja," ucap Sultan memegang tangan Qayla dan membawanya pergi.
Sarah terduduk di kursi dengan menundukkan kepalanya dengan penyesalan yang sudah tak berarti lagi, tapi ia tetap berusaha mendekati Sultan, Sultan juga belum menikah dan ia juga belum punya pacar. Ia masih ada kesempatan untuk kembali pada Sultan.
"Emang ada masalah apa di perusahaan?" tanya Qayla.
"Bukan masalah perusahaan, tapi ini menyangkut masalah nyawa orang, kamu sudah lama kan tidak menggerakkan jarimu," ucap Sultan melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Kenapa lagi? Kamu pengen bunuh orang?" tanya Qayla.
"Nggak bunuh bikin mereka di antara hidup dan mati aja," jawab Sultan menyengir.
"Tapi Sultan aku penasaran dari mana kamu bisa tahu jika ada sesuatu hal terjadi dan itu semua terjadi?" tanya Qayla penasaran.
"Tunggu waktunya, aku akan memberi tahumu nanti, akan ada masanya," ucap Sultan.
"Sok misteri kamu," ucap Qayla manyun.
Sultan malah tertawa.
Sesampainya di tempat tujuan ada sebuah rumah yang termasuk dari rumah tetangga, ada 2 buah motor terparkir di sana, Sultan memberhentikan mobilnya.
"Ayo Qayla turun," ajak Sultan.
Qayla mengangguk dan juga ikut keluar dari dalam mobil.
Di dalam rumah hanya ada lampu remang dan Sultan mengintip dari lobang kecil dan terlihat satu keluarga di ikat dan di dudukkan di lantai.
Sultan langsung menedangnya hingga dinding tembol itu jebol.
"Siapa kamu?" tanya pria itu. Dan di sana ada 2 orang 2 nya lagi adalah perempuan.
"Kalian sendiri apa yang kalian di sini? Kalian ingin membunuh mereka?" Tanya Sultan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Tererima masih