System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 126


__ADS_3

Sultan pun kembali menuju rumah, tapi sebelumnya karena ia melihat sebuah pantai yang indah, ia pun berhenti di sana menghilangkan sejenak dari lelahnya.


Yang ada ia sendiri baring di pasir putih dengan memejamkan matanya.


Di saat bersamaan.


"Lho? Kok pintu terbuka?" tanya Ibu ketika ia pulang dari perusahaan. "Sultan, Sultan," panggil ibu, tapi tidak ada sahutan dari nama yang di panggil.


"Ke mana anak itu?" tanya ibu kepada dirinya sendiri dan ia juga melihat kamar Sultan yang terbuka.


"Apa dia tertidur?" tanya ibu ketika masuk ke kamar Sultan, tapi Sultan tetap tidak ada. Hanya ponselnya yang di cas yang layar monitor masih hidup.


"Eh... gambar apa ini?" tanya ibu heran sambil memegang ponsel Sultan. Ibu melihat secara saksama. "Kenapa aku meresa familiar ya dengan gambar ini, apa aku pernah melupakan sesuatu?" tanya ibu berusaha mengingatnya.


"Entahlah, aku tak bisa mengingatnya, atau aku simpan juga gambar ini." ucap Ibu mengambil ponselnya dan memfoto kembali gambar itu.


Ibu juga mengeser foto yang lain. "Astaga! Dari mana ia dapat ini," ujar Ibu kaget ketika melihat foto seorang pria yang memakain baju dokter.


Ibu pun segera menghapusnya dan meletakkan ponsel Sultan kembali dan kemudian ia masuk ke kamarnya dan siap-siap mandi karena ia akkan segera ke undangan pernikahan anak temannya.


"Astaga! Aku malah ketiduran di sini," ucap Sultan yang kemudian ia masuk mobilnya dan bergerak menuju rumahnya. Pas ibunya berbelok ke gang, Sultan pun sampai ke rumah.


Sultan masuk ke rumah dan masuk ke kamarnya dan kembali melihat ponselnya.


"Untung saja nggak di ambil orang, sepertinya ibu belum pulang juga," ucap Sultan yang ketika melihat rumahnya masih kosong.


"Aku harus memecahkan kode ini," ucap Sultan bertekat kuat.


Tririring...


Tririring...


Tririring...

__ADS_1


"Halo," jawab Sultan kesal karena ia sedang asik malah di telpon.


"Kamu di mana?" tanya Tedi.


"Di rumah, kenapa?"


"Tolong donk Sultan aku kena palak orang di jalan nih, kalo aku nggak keluar sekarang kaca mobilku bakal di pecahin," ucap Tedi.


"Share lokasi, aku ke sana sekarang," ucap Sultan.


"Iya," jawab Tedi menutup panggilan dan mengshare lokasinya saat ini. "Semoga saja Kamu cepat sampai, kalau tidak aku benar-benar dalam masalah," ucap Tedi berdoa.


Trriring.


Pesan singkat pun masuk dan menunjukan posisi Tedi.


"Cepat keluar, atau kau akan lebih dari ini!" teriak orang yang berada di luar.


"Uang apanya, bagaimana jika kamu panggil polisi nanti, cepat keluar sekarang!" Teriak pria itu lagi.


Bruuum


Bruuuuummmm...


Hampir saja Sultan menabrak pria di samping mobil Tedi, jika ia tak segera berlari menghindar.


"Wiiihhh... datang lagi satu mobil keren," ucap mereka tertawa senang.


"Mau apa kalian?" tanya Sultan keluar dari mobilnya.


"Kami mau mobil kalian," ucap para pria itu.


"Aku malas berlama-lama di sini, ada yang mau ku kejakan di rumah, kamu pulang sekarang," ucap Sultan pada Tedi.

__ADS_1


"Oke!" jawab Tedi dan langsung menancap gas mobilnya.


"Dasar nggak setia kawan temanmu itu," ucap pria itu terkekeh.


"Karena dia setia teman makannya dia tidak mau berlama-lama di sini jadi beban," balas Sultan.


Mereka Jadi binggung karena temannya di suruh pergi dan malah menganggapnya setia, dan bukan membantunya.


"Ayo maju," ujar Sultan. Mereka ber 4 pun maju bersamaan, Sultan hanya butuh 1 kali tendangan dan membuat mereka terpental semua.


"Sini maju lagi," tantang Sultan lagi.


Mereka pun berdiri dan maju lagi Sultan kembali melayangkan tendangannya dan membuat mereka kembali terpental.


"Kalian jika tak mau mati lebih baik jangan menganggu orang, kalian sungguh tak beruntung sudah bertemu denganku," ucap Sultan geram, ia menarik kerah baju 2 orang pria itu dan menghempas ketanah beberapa kali membuat kedua pria itu tak bergerak lagi.


"Ini peringatan terakhirku, jika tak mau mati jangan ganggu orang yang sedang lewat," ucap Sultan yang kembali menarik 2 orang pria yang lainnya dan membantingnya ketanah.


"Aku capek mengurusi penjahat seperti kalian," ucap Sultan menendang pria itu. "Ini balasan buat kalian yang selalu menganggu orang," ucap Sultan dan kemudian ia masuk mobil.


Mobil pun meluncur pulang ke rumah dan ketika sampai di rumah Sultan pun langsung terbaring.


"Aku ingin tidur saja," ucap Sultan.


Sore pun tiba, Ibu masuk ke dalam rumah dan mendapati rumah terbuka lagi.


"Apa Sultan udah pulang?" tanya Ibu dan kemudian ia masuk ke kamar anak semata wayangnya itu dan mendapati Sultan tertidur.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2