
Sultan mengangguk.
Tak lama kemudian sartifikatnya selesai dan Sultan melakukan pembayarannya.
Ting ting
Hadiah Anda berkurang 2.500.000.000.000
Sisa hadiah Anda 3.305.030.000.000.
"Ini Surat-suratnya Tuan Silakan di terima," ucap pegawai itu.
"Terima kasih," ucap Sultan. "Nih untuk kamu," Sultan menyerahkan surat-surat itu kepada Qayla.
Qayla pun menerimanya meskipun ia sangat tidak enak hati.
"Mulai sekarang, ini rumah jadi milikmu, terserah kamu mau menempatkannya atau tidak, yang pasti aku akan segera pindah kesini," ucap Sultan.
"Terima kasih Sultan, tapi Aku harus ijin dulu ke pada orang tuaku, aku nggak berani pindah tanpa sepengetahuan mereka," ucap Qayla.
"Ya iyalah, aku juga pindah harus bilang duku sama mereka," jawab Sultan tertawa.
"Ya udah, kamu mau lihat lagi rumahnya apa langsung pulang?" tanya Sultan.
"Pulang aja yuk, kalau aku melihat lagi, aku nggak tega nanti untuk ninggalin rumahnya," ujar Qayla tersenyum.
"Ya udah," ujar Sultan yang terlebih dulu menuju mobilnya yang di ikuti Qayla.
Mereka pun melaju di jalanan.
__ADS_1
Ting ting
Misi level C
Menolong seorang pria yang di siksa oleh sekelompok mafia di sebuah Bar Lautan biru
Hadiah 30 poin
Hadiah 800.000.000.000
Sultan memutar arah tujuannya dan membelokkan mobilnya.
"Kita kemana lagi Sultan?" tanya Qayla penasaran.
"Ke bar Lautan biru," ucap Sultan menginjak pedal gas melaju kencangkan mobilnya.
"Spertinya begitu," jawab Sultan melewati beberapa mobil di depannya.
Mereka pun sampai di tempat. Qayla dan Sultan masuk ke dalam bar tersebut.
"Di sini sangat ramai, tidak mungkin mereka melakukannya di sini," ucap Sultan.
Sultan melihat ada lorong masuk dan di sana banyak pintu, berarti di sana ada penginapan bar tersebut.
"Ayo kita kesana," ajak Sultan memegang tangan Qayla dan Qayla pun tersenyum.
"Di mana mereka ya?" tanya Sultan dan mereka mendekati pintu kamar satu persatu, berharap jika ada terdengar suara orang.
"Ampuni saya, saya tidak melakukannya, tapi dia," ucap pria itu memohon.
__ADS_1
"Tapi semua bukti mengarahkan padamu," uvap bos mafia itu.
"Tapi saya bersumpah, saya tidak melakukannya, tapi dia," ucap pria itu lagi berharap jika bos mafia itu percaya.
"Sulit saya untuk mempercayaimu, yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri dan dari rekaman CCTV kamu adalah pelakunya, jadi jangan harap kamu bisa lolos," ucap bos mafia itu.
"Tuan, saya tidak melakukannya, bukan saya yang membunub wanita Anda, tapi dia, orang kepercayaan Anda, saya benar-benar tidak tahu kenapa di rekaman CCTV itu saya, saya berani sumpah Tuan, tolong ampuni saya," ucap pria itu memohon.
"Siksa dia sampai dia mengaku!" perintah bos mafia itu.
"Baik Bos," ucap anak buahnya.
Mereka menendang tubuhnya, lalu memukulnya dan juga meletakkan puntung rokok yangasih menyala di tubuh pria itu. Pria itu merintih kesakitan dan mereka juga mnghajar wajahnya hingga bibirnya pecah.
"Tuan, biarpun saya mati, saya tidak akan mengaku karena saya benar, suatu saat nanti Anda pasti menyesal karena sudah menyiksa saya dan ketika Anda tahu kebenarannya dan itu semua sudah terlambat," jelas pria itu meakipun ia dalam keadaan di pukuli.
Duaaaakkk!
Sebuah pintu melayang karena di tendang Sultan.
"Hey! Siapa kamu! Beraninya masuk tanpa permisi dulu," ucap bawahan bos mafia itu.
"Aku tidak perlu persetujuanmu untuk masuk di mana pun, dan kau sendiri apa yang kau lakukan di kamar ini? ingin membunuh orang dan menyiksanya?" tanya Sultan mengintrogasi.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1