System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 116


__ADS_3

"Kenapa kau tidak mau beri tahu informasinya? Tapi kau tidak lagi suka dengannya?" tanya Sultan heran.


"Aku sendiri yang akan menghabisinya," ucapnya percaya diri dan ia berhenti menangis.


"Aduh... kau saja masih dalam gengaman kami, bagaimana kau ingin balas dendam?" tanya Sultan mengangkat alisnya.


Gadis itu pun diam dan sambil merenggangkan borgol di tangannya.


"Jadi bagaimana jika aku ikut membantumu membasminya dan kau bisa bebas," tawar Sultan.


"Maaf Tuan, dia tidak bisa di bebaskan dan harus di hukum sesuai kejahatannya," ucap Tentara itu.


Sultan melihat ke arah tentara itu. "Beri dia kesempatan kedua, aku jamin dia tidak akan melakukannya lagi, aku bertaruh atas namaku," ucap Sultan menyakinkan mereka.


Para tentara itu saling berpandangan. "Tapi kami akan menelpon atasan kami dulu," jawab Salah satu tentara itu.


"Silakan," angguk Sultan.


Tentara itu pun menelpon atasannya dan atasannya berkata akan datang ke markas mereka sekarang.


"Jadi bagaimana menurutmu? Jika kau datang sendiri aku tidak yakin jika kau selamat," ucap Sultan.


"Baiklah, tapi sisakan dia untukku," ucap gadis itu.


"Tidak masalah, tapi bocorkan dulu informasinya," uar Sultan lagi.


"Jika organisasinya sudah hancur, apa gunanya lagi informasi, cepat atau lambat juga akan tahu kejahatan mereka," jawab gadis itu menatap Sultan.


"Benar juga, setelah ku kasih kau pencerahan akhirnya otakmu bekerja dengan benar juga," ejek Sultan mencibir.


"Meskipun ucapanmu kasar aku tetap berterima kasih," jawab Gadis itu datar.


Mereka pun menunggu ke datangan atasannya. sekitar 35 menit menunggu akhirnya samai juga atasannya.


"Selamat siang," sapa atasannya yang baru datang. Sultan melihat ke arah atasannya sambil makan makanan para tentara itu karena ia tak sarapan.


"Oh, ternyata kamu atasannya," ucap Sultan dengan wajah tak suka. Ia mengenal wajah pria itu.


"Ya saya sendiri," ucapnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


Sultan menatapnya sayup. "Kau atasan kenapa tidak ada di tempat?" tanya Sultan tidak menyambut jabatan tangan pimpinan tentara itu.


"Kenapa?" tanyanya tetap tersenyum.


"Kenapa? Kau itu pemimpin, bukan duduk santai di kantor sedangakan bahawanmu berjuang di sini," jawab Sultan kesal.

__ADS_1


"Kamu siapa berani memarahiku?" tanya pimpinan itu memasang wajah masam.


"Kau tidak ingat denganku?" Sultan balik bertanya menekuk alisnya.


"Siapa?" tanyanya lagi.


Sultan tertawa sinis. "Jika sudah dapat jabatan mana ingat orang di bawah. Sudahlah, Aku minta denganmu gadis ini aku akan bersamanya organisasi dan meberantasnya sendiri, tapi aku juga minta kau memberinya kesempatan untuk merubah hidupnya kedepan nanti," pinta Sultan.


"Atas dasar apa kau meminta seperti itu, di penjahat dan tentu saja harus di hukum," ucap pimpinan itu tak setuju dengan nada tinggi.


"Atas dasar aku yang memintanya," tantang Sultan.


"Jangan-jangan kau sama dengannya, dan pura-pura ingin memberantasnya sendiri, tapi sebenarnya kau ingin menyelamatkan organisasi itu?" tebak pimpinan itu mencurigai Sultan.


"Kau sungguh tak mempercayaiku? Kau tidak ikut berjuang di sini duduk di kantor dengan dinginnya AC dan sekarang kau menuduhku sembarangan, lepaskan dia, aku menjaminnya dengan nama pahlawan tanpa nama," ucap Sultan dengan nada tak kalah tinggi.


"Pahlawa tanpa nama?" pemimpin itu seperti mengingatnya, itu adalah julukan yang pernah salah satu pejabat berikan kepada pemuda yang berhasil menyelamatkan istana negaranya.


"Kau pahlawan tanpa nama itu?" tanya mengingat.


"Ini buktinya, baju ku bolong-bolong karena tembakan mereka, aku datang buat menyelamatkan bawahanmu, dan kau nanti dapat jabatan," omel Sultan.


Pimpinan itu pun mengingatnya jika pahlawan tanpa nama itu kebal oleh peluru dan bom.


"Maafkan saya, saya tidak ingat tadi, tapi saya juga harus berdiskusi dulu kepada pemimpin yang lain," jawab pimpinan itu.


"Tapi bagaimana dengan dia, kami tentu tidak bisa mempercayainya," ucap pimpinan itu melihat ke arah gadis itu.


"Aku janji, asal kalian memberiku kesempatan lagi, aku tidak akan masuk organisasi mana pun dan menjadi orang biasa, dan aku juga akan mencari bukti yang akurat untuk membuatnya hancur bersama kekuasaannya," ucap gadis itu dengan emosi panas membara.


"Tapi...," ucap pimoinan itu ragu-ragu.


"Tenang saja, jika dia berbohong, aku sendiri yang akan membunuhnya," ucap Sultan yakin


"Baiklah jika begitu, saya harap Anda bisa pegang kata-kata Anda dan tidak mempermainkan kepercayaan kami," pesan pimpinan itu dan akhirnya ia menyetujuinya juga.


"Ayo berangkat denganku," ajak Sultan kepada gadis itu.


"Bagaimana aku mau pergi dengan keadaan seperti ini," ucap gadis itu memperlihatkan borgol di tangannya.


"Haissh... merepotkan," ucap Sultan memegang kedua tangan gadis itu dan memutuskan borgol di tangannya dan kemudian, juga melakukan di hal yang sama dengan kakinya.


Sultan dan gadis itu pun pergi menuju tempat yang di maksud.


Ting ting.

__ADS_1


Misi selesai.


Anda mendapatkan 1000 poin


Ting ting


Selamat Anda mendapatkan 1.000.000.000.000.


Hadiah Anda menjadi 3.560.000.000.000.


"Tunggu, kita harus ke toko dulu, mobilmu mewah, pasti kau punya uang untuk membeli wig kan?" tanya gadis itu.


"Untuk apa aku mengunakan wig, kita habisi saja dia," jawab Sultan.


"Setelah aku yang bodoh, ternyata gantian kamu yang bodoh, tentu saja untuk penyamaran, kita akan mencari tahu di mana tempat rahasia mereka menyimpan bukti," ucap gadis itu.


"Kita bisa membolak balikkan organisasinya untuk mencari itu," jawab Sultan.


"Kalau kau tertembak tidak apa-apa, jika aku yang tertembak," ucap gadis itu.


"Ya sudah," ajak Sultan pasrah.


Akhirnya mereka membeli wig rambut cewek dan mendandani Sultan gaya perempuan, untung saja tidak di suruh memakai rok, hanya baju olah raga perempuan. Semuanya habis 350.000.


Sisa 3.559.999.650.000.


Mereka melanjutkan perjalanannya yang di beri arahan oleh gadis itu.


Ting ting


Misi level S


Bunuh bos besarnya.


Hadiah 60 poin.


Hadiah 200.000.000.000.


Gadis itu menundukkan kepala berfikir, dengan dia mengulur waktu mungkin ia juga tahu isi hati yang di sebut bos besar itu, atau pria itu hanya mempermainkan hatinya di saat ia sedang sayang-sayangnya. Ia berjanji akan melakukan semua hal bersama-sama di saat ia bisa melakukan tugas ini dan pulang dalam keadaan hidup, gadis itu percaya dengan ucapannya dan melakukannya demi pria yang ia cintai itu dan ingin hidup bahagia bersamanya.


Tapi sepertinya dugaannya salah, ia malah jadi umpan di buat oleh pria yang ia cintai. Kenapa ia terlambat menyadarinya.


BWRSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


jangan lupa mampir juga ke karyaku (System Miliyader)


__ADS_2