System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 266


__ADS_3

Sesampainya di sana, Sultan dan Qayla di sambut oleh pegawainya.


"Selamat pagi Tuan, Nona," sapa sekretarisnya.


"Selamat pagi kembali, di mana orangnya?" tanya Qayla.


"Di sana Nona," ucap sekretaris dan mereka pergi bersama-sama.


"Selamat pagi," ucap Qayla kepada orang tersebut.


"Oh selamat pagi," jawab pemilik helikopter menyalami Qayla namun tangannya di sambut Sultan.


"Ya selamat pagi," ucap Sultan.


"Nona, Tuan, helikopter Anda sudah sampai," ucap pria itu tersenyum.


"Iya, berapa harganya?" tanya Sultan.


"Perunitnya 1 triliun, ada 3 unit berarti 3 triliun," ucap pria itu.


"Baiklah, akan saya keskan," ucap Sultan dan kemudian ia pergi ke dalam toko mengambil tas besar dan masuk kemobilnya dan memasukkan uang dari sistem ke dalam tas dan kemudian ia keluar.


"Ini uangnya dan pergi dari sini sekarang," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu, terima kasih Tuan, Nona," ucap pria itu pergi dari perusahaan Sultan.


"Kamu kok ngomong gitu?" tanya Qayla.


"Aku sedikit kesal saja sih," ucap Sultan.


"Ya udah sana kamu berangkat ke kampus gih, moga aja masih sempat," ucap Qayla.


"Iya, aku pergi dulu ya sayang, da-dah," ucap Sultan masuk ke mobilnya dan melaju kencang, Qayla melihat kepergian Sultan dengan tersenyum.


"Ehem... cie... cie... matanya hampir keluar tuh melihat Tuan pergi," goda sekretarisnya.


"Kamu apaan sih, sana kerja," perintah Qayla dengan wajah memerah.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 3.000.000.000.000


Sisa hadiah Anda 10.468.790.000.000


Sesampainya di kampus dan untungnya belum masuk.


Sultan berdiri di depan ruangan. "Rasanya aku nggak mau kuliah lagi, pengen dekat terus sama ayank Qayla," ucap Sultan enggan masuk ke ruangan.


Sarah datang. "Sultan," panggil Sarah. Sultan melihat arah pemilik suara tersebut.


"Haissshhh... dia lagi," keluh Sultan.


"Apa maksudmu dia lagi?" tanya Sarah.


"Eh bukan apa-apa," jawab Sultan mengeleng.


"Sultan!" panggil Ailexa. Sarah dan Sultan melihat ke arah Ailexa.


Sultan menatap Ailexa manyun, karena Ailexa biang rusuh.


"Michela mati pasti gara-gara kamukan!" ucap Ailexa menatap tajam Sultan.

__ADS_1


"Apa ada urusan denganmu tentang masalah ini?" tanya Sultan.


"Akan kulaporkan kau dengan polisi," ancam Ailexa.


"Oh ya, lapor saja sana, aku justru sangat berterima kasih karena kau sudah membawa polisi, dengan begitu aku tidak perlu repot-repot menelpon polisi lagi, buat laporin kamu balik atas nama pencemaran nama baik," ucap Sultan.


"Kamu ini apa-apaan sih, menuduh orang sembarangan, emang dia punya salah apa sih sama kamu," ucap Sarah membela Sultan.


"Kamu jangan ikut campur ya, jika kau ikut campur, kau akan menjadi musuhku," ucap Ailexa.


"Jangan-jangan kamu terlalu terosesi sama dia makanya kamu malah jadi seperti ini," tebak Sarah.


"Idih, siapa juga yang terobsesi sama pria sok keren ini," jawab Ailexa ketus.


"Sultan!" teriak Tedi.


"Wah... penyelamatku datang nih," ucap Sultan dalam hati.


"Ada apa Bro," ucap Sultan meninggalkan 2 gadis itu.


"Sultan!" terial Ailexa.


Tapi Sultan tetap pergi tanpa mempedulikannya.


"Kalian ngapain di sini, ayo masuk ruangan," ucap Aurora berjalan melewati Sultan dan Tedi dan masuk keruangan.


Mereka semua masuk ke ruangan.


"Kamu kayaknya bahagia banget, ada apa?" tanya Tedi.


"Ya iya lah, aku udah jadian sama Qayla," jawab Sultan senyam senyum.


"Wah... selamat bro, kapan kita alan merayakan hari jadian kalian," ucap Tedi menyelamai tangan Sultan kuat-kuat.


"Wah.... huhuhuhu sahabatku sudah ganti status dan aku kapan," ucap Tedi menagis di pundak Sultan.


"Ada apa yuh berisik di belakang," ucap Aurora.


Seketika Tedi terdiam.


"Nanti kita bicarakan oke," ucap Tedi kembali fokus.


xxx


Saatnya jam kelas selesai.


Seluruh anak kampus berhamburan keluar dari kampus.


"Ya udah aku langsung ke perusahaan ya," ucap Sultan.


"Oke aku juga," jawab Tedi.


"Kalau Qayla mau aku kabarin nanti," ucap Sultan.


"Oke! di tunggu kabar baiknya," ucap Tedi dan mereka masuk ke mobilnya masing-masing.


Sultan langsung melajukan mobilnya di jalanan.


Peringatan!


Peringatan!

__ADS_1


Ada bahaya!


Ada bahaya!


"Bahaya? Di mana?" tanya Sultan melihat dari kaca spionnya.


Ternyata ada mobil tronton melaju sangat cepat.


"Apa remnya blong?" tanya Sultan.


Ting ting


Misi level B


Selemat beberapa orang di depan


Hadiah 20 poin


Hadiah 900.000.000.000


Sultan membelokkan mobilnya dan memberhentikan mobilnya di tengah jalan.


"Hey! Apa yqng dia lakukan!" teriak salah satu warga.


Sultan langsung keluar dari mobilnya.


Gunakan poin untuk menambah beban Mobil


Memuat...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%....


Poin Anda di potong 30 poin


Sisa poun Anda 400 poin


Bersambung


Jangan luoa like vote komen dannhadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2