
"Eh iya maaf, maaf," ujar Tedi turun kembali di tubuh Sultan.
"Sultan," panggil Ibunya.
"Eh Ibu, eh Qayla juga," sapa Sultan.
"Hay," sapa Qayla melambaikan tangannya.
"Bagaimana? Apa semuanya lancar?" Tanya Sultan.
"Sejauh ini sih masih aman, kita juga harus memantaunya terus agar tidak ada kelalaian, jika terjadi sesuatu aku dan Ibu pasti akan memberi tahu mu?" Ucap Qayla menyilangkan tangan ibu Sultan dan tangannya sambil membaringkan kepalanya di bahu ibu Sultan.
"Terima kasih ya Qayla, udah jagain Ibu aku dan juga udah mengajar banyak tetang yang belum ibuku ketahui," ucap Sultan senang.
"Nggak apa-apa, aku justru seneng kok bisa bantu Tante," jawab Qayla tersenyum.
"Ayo Ibu sama Qayla kita ke ruanganku sebentar, ada yang ingin ku katakan kepada kalian," ajak Sultan.
"Ya udah, ayo," angguk Qayla. Ibu dan Qayla pun mengikuti Sultan.
"Begini, masalah perusahaan ini, aku minta kalian menghandle sepenuhnya, dan semua laporan masuk tolong ya Qayla kamu yang lihat semuanya termasuk semua perusahaanku, masalah kerja sama ya tetap kerja sama, tapi apa mau kamu jadi sekretaris pribadiku untuk memantau ke 3 perusahaanku? Tapi masalah hasil kamu bisa bagi dua sama Ibu, tapi psrusahaan ini tetap namaku, bagaimana menurut kalian?" Tanya Sultan serius
"Tidak masalah, aku sama Tante akan memantau semua pekerjaan di nperusahaan ini, tapi apa kamu yakin cuma bagi dua saja, Kalo seandainya tiba-tiba bangkrut bagaimana?" Tanya Qayla bimbang.
"Udah masalah bangkrut kamu tak perlu khawatir, aku jamin perusahaan kita tak akan pernah bangkrut, jadi kalian urusbsemua, aku hanya cukup menerima laporan yang paling sederhana saja, aku nggak suka ribet-ribet, kalo kekurangan dana tinggal bilang saja denganku oke! Aku mungkin tidak terlalu sering ke perusahaan, karena aku ada sedikit yang mau ku urus," ucap Sultan.
"Oke! Nggak masalah, asal kita sama-sama percaya saja," ucap Qayla mantab.
"Tentu saja aku percaya padamu," jawab Sultan tersenyum pada Qayla.
"Makasih ya Sultan, aku pasti akan mengurusnya dengan baik bersama Tante," ucap Qayla tersenyum.
"Oh ya, mulai besok akan banyak penjaga yang akan berjaga di sini, mereka semua bekerja untukku, jadi tidak perlu khawatir jika seandainya ada serangan dari luar, serperti musuh yang ingin bersaing dengan kita," jelas Sultan.
"Terima kasih ya Sultan, Ibu bangga denganmu, perasaan baru aja kemaren kamu kalo ibu pergi BAB, kamu njerit-njerit, sekarang kamu udah bisa jagian Ibu," ujar Ibu tersenyum bangga.
"Ayolah Ibu, masalah memalukan di masa kecilku jangan di ungkit, apa lagi depan Qayla," ucap Sultan manyun.
"Kenyataan kok," jawab ibu.
"Nah, kenyataan itulah lebih menyakitkan dari pada berhalusinasi Bu, oke! Semua udah jelaskan, aku mau ke CAMP dulu ya, dan habis ini kalian mau kemana?" Tanya Sultan.
__ADS_1
"Mau lihat perusahaanmu yang 1 lagi, bukannya kamu menyuruh kami buat mengurus semuanya dan juga Ibu bisa belajar dari Qayla," ujar ibu tersenyum melihat ke arah Qayla.
"Oh, baiklah jika begitu, aku pergi dulu ya Bu, Qayla," pamit Sultan melangkahkan kakinya pergi
"Ya hati-hati Sultan," ucap Qayla melihat punggung Sultan yang menjauh.
"Ya, kok aku merasa Qayla lebih perhatian dari Ibu, dan malah Ibu lebih sayang Qayla di banding aku," ujar Sultan menatap ibunya sayu ketika melihat ibunya memeluk tangan Qayla.
"Ibu dan Qayla sejenis, kamu beda, ngajak belanja aja kamu tiba-tiba aja ngilang," ujar Ibu mencibir.
"Ya ya ya, kaum hawa memang sulit di mengerti," ucap Sultan pergi.
"Hey Tedi ayo pergi," ajak Sultan kepada Tedi yang sedang asik mengoda karyawannya.
"Bye abang pergi dulu ya cantik," ucap Tedi melambaikan tangannya ke arah gadia tersebut.
"Bye," jawab gadis itu tersenyum.
"Mau kemana Sultan?" Tanya Tedi mengikuti langkah Sultan.
"Kembali ke CAMP, melihat mereka, aku takut terjadi sesuatu pada mereka, berhubungan mereka masih baru dan masih belum mengenal 1 sama lainya," jawab Sultan masuk mobilnya.
Tedi juga masuk ke mobil kemudian melajukan mobilnya mengikuti mobil Sultan.
Misi level C
Membantu seorang ibu yang mencari anaknya hilang di jalan garuda.
Hadiah 30 poin.
Hadiah 50.000.000
Sultan memutar mobil masuk jalan ke kiri. Tedi menjadi bingung karena ini bukan jalan ke CAMP tapi ia tetap mengikutinya.
Sesampainya di sana, Sultan memberhentikan mobilnya.
"Ada apa Sultan?" tanya Tedi menongolkan kepalanya dari jendela mobil.
"Ada anak hilang, yuk bantu aku cari?" ucap Sultan. Tedi pun keluar dari mobilnya mendekati Sultan.
"Di mana?" tanya Tedi melihat sekeliling.
__ADS_1
"Ya nggak tau, pokonya cari aja dulu," ucap Sultan.
Terlihat seorang ibu-ibu menagis sambil memanggil anaknya.
"Ibu, terakhir kali ibu lohat dia di mana?" tanya Sultan mendekati ibu tersebut.
"Tidak tahu, tadi dia pergi main sama temannya, tapi pas pulang teman-temannya nggak menyadari jika dia tidak bersama mereka," ucap ibu itu sambil menagis.
"Baiklah, kami bantu ya Bu," ucap Sultan. Ibu itu mengangguk.
"Terakhir kalian pulang lewat mana?" tanya Sultan kepada anak-anak yang ia yakin itu teman-temannya.
"Di jalan setapak sana," tunjuk anak-anak itu.
"Bagaimana jika kalian tunjukkan Kakak jalannya," ucap Sultan. Anak-anak itu pun mengangguk dan mulai berjalan melewati jalan mereka tadi.
Sultan dan Tedi mengikuti jalan anak-anak itu dan sampailah tempat mereka yang berhenti di tempat ketika mereka baru menyadari salah satu temannya hilang.
"Di sini tadi Om, tiba-tiba hilang dan kami mencoba mencarinya sebentar tapi tidak di temukan dan kami segera pulang untuk memberi tahu kepada ibunya," jawab Anak itu, seketika Sultan langsung manyun.
"Om," ucap Tedi cekikikan.
"Diam lu!" bentak Sultan. "Oke, di sini ya, apa sudah ada yang mencarinya?" tanya Sultan lagi.
"Belum Om, karena kami baru saja sampai dan langsung memberi tahu ibunya," jelas anak itu.
"Baiklah, mari kita cari," ajak Sultan. Mereka pun berpencar mencarinya. Tedi mencari di balik rumput-rumput dan di balik pohon.
"Ngapain kamu nyari di situ?" tanya Sultan melihat Tedi mengelilingi pohon tersebut.
"Siapa tau dia main petak umpet," jawab Tedi cengengesan. Sultan mengeleng kepalanya.
"Oh Tuhan, kenapa aku dapet teman kok sedeng," doa Sultan.
"Anjirrr lu Sultan!" teriak Tedi melemparnya dengan rumput-rumput.
Sultan tiba-tiba berhenti karena terdengar suara erangan. "Woy kalian diam!" teriak Sultan. Seketika mereka berhenti bergerak.
Terdengar suaranya lagi tapi terdengar sangat lemah, Sultan berjalan pelan-pelan dan mencari arah suara tersebut.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH