
Sultan dan Ibu melihat arah suara tersebut dan dia adalah Ailexa.
"Astaga! Kenapa harus bertemu dengan wanita menyebalkan itu sih," gerutu Sultan.
"Siapa dia?" tanya Ibu mengkerutkan dahinya sambil menatap Sultan.
"Dia..."
"Aku teman kampusnya, nggak nyangka kamu kaya ternyata doyannya sama tante-tante," ejek Ailexa sambil mencibirkan bibirnya.
"Kita pindah ke restoran lain aja yuk," ajak Sultan berdiri tak nyaman di sana lagi.
"Uda di sini aja, kan makanannya udah di pesan, nggak enak sama pelayannya kasihan," ucap Ibu yang tak peduli dengan ejekan Ailexa.
"Iya di sini aja, lumayan biar bisa aku buat konten," ucap Ailexa mengambil ponselnya dan mulai live streaming.
"Hay gaes, ini adalah Sultan yang kalian banggakan itu di kampus, ternyata ia jalannya sama tante-tante, orang kaya di kampus ternyata numpang hidup dengan emak-emak," ucap Ailexa berbicara lewat ponselnya sambil membelakangin Sultan dan Ibunya.
Orang-orang pun membalas satu persatu.
(Ah masa iya, diakan raja judi)
(Tidak di sangka)
__ADS_1
(Heh bodoh! itu Ibunya, bikin live yang bermutu dikit napa? Ini livenya nggak ada nilai sopan santunnya sama orang tua)
(Aku pernah lihat ibu ini, tapi di mana ya?)
(Ini ibunya Sultan bukan pacarnya, matamu buta apa? Nggak lihat dia yang kaya mana mungkin suka sama emak-emak, apa lagi sama kamu)
(Mana mungkin, kamu pasti cuma cari sensasi aja dengan kepopuleran Sultan)
(Yang bener?)
Sultan sangat ingin mematahkan leher Ailexa, namun Ibu menahannya.
"Nggak usah, biarkan saja, yang penting makan saja yang tenang," ucap Ibu menenangkan.
Melihat Sultan di buat live oleh Ailexa, Tedi langsung membalasnya.
"Lho kok semua pada nyalahin aku?" tanya Ailexa.
"Heh kamu, kau seperti itu nggak takut dapat karma instan?" tanya Ibu tenang namun ia juga sangat marah.
Ailexa langsung mematikan livenya.
Triring!
__ADS_1
Triring!
Triring!
Ponsel Ailexa berbunyi dan Ailexa pun mengangkatnya.
"Halo Bu," jawab Ailexa.
"Kamu Ibu skors 1 bulan, apa yang kamu lakukan tadi sangat tidak bisa di terima oleh kampus, tidak ada etikanya di depan orang tua, bukannya bersalaman atau menanyainya terlebih dahulu, kau malah mengejek mereka, kampus ini yang malu atas perbuatanmu karena orang luar pasti menganggap peraturan kampus ini nggak ada cara mengajarkan akhlak dan sopan santun, Ibu nggak mau tau alasanmu nanti, saya akan panggil orang tuamu ke kampus," ucap dosen tersebut.
"Eh jangan donk Bu, aku nggak tau dia Ibunya," ucap Ailexa memelas.
"Kau kan bisa menanyainya dulu, dia ibunya atau bukan, pokoknya kamu bawa orang tuamu ke kampus," ucap dosen itu langsung mematikan ponselnya.
"Wah beneran karma instant," ucap Sultan tersenyum penuh kemenangan.
Ailexa merenggut dan dengan kesal ia pergi dari restoran itu dengan menghentakkan kakinya meninggalkan kedua temannya.
"Hey Ailexa, tunggu!" teriak temannya. Kedua temannya berlari mengikuti Ailexa pergi.
"Ucapan Ibu benar-benar terkabulkan," ucap Sultan mengacungkan jempol.
"Makanya kamu jangan durhaka, nanti kena karma langsung," ucap Ibu memperingati.
__ADS_1
"Mana ada aku begitu, aku selalu baik pada Ibu," ucap Sultan.
BERSAMBUNG