
Qayla terdiam sesaat.
"Sangat miris hidupnya ya, jadi sekarang dia sama siapa?" tanya Qayla.
"Sama Aurora," jawab Sultan melihat sekeliling perusahaannya.
"Ya udah aku juga ingin melihatnya," ucap Qayla.
"Ya udah ayo," ajak Sultan.
"Yessy tolong handle ya, aku pergi dulu," ujar Qayla.
"Baik Nona," ucap Yessy sang sekretaris.
Sultan dan Qayla pun masuk mobil dan mereka pun melajukan mobilnya di jalan.
Tak berapa lama, mereka sampai di sana, dan masuk ruangan.
Terdengar suara jeritan Ibu michela menangis dan di tenangi oleh beberapa suster di sana.
"Kembalikan anakku, kembalikan dia, anakku... jangan tinggalkan ibu nak, jangan pergi!" jerit ibu Michela.
"Aduh gimana nih, apa aku telpon Sultan aja," ujar Aurora panik.
"Ada apa?" tanya Sultan tiba-tiba.
"Untung aja kamu udah datang, aduh gimana donk, dia ngamuk," ucap Aurora.
"Ya udah, Qayla kamu ke sana gih, buat nenangkan ibu Michela," ucap Sultan.
"Ha? Aku? Aku nggak bisa," ucap Qayla.
"Pakai obat penenang aja," ucap salah satu suster itu.
"Jangan, kalau kalian pakai obat penenang jika hatinya masih memberontak itu sama dengan meneangkan dengan paksa, biar Qayla aja menenangkan dengan ucapan, dia akan mereda dengan sendirinya, hatinya juga akan tenang," ucap Sultan.
"Apa Kalian yakin?" tanya suster itu.
"Tentu saja yakin, Qaylaku kan hebat," puji Sultan.
"Qaylaku," lirih Aurora dengan suara yang sangat pelan.
"Udah sana pergi," ucap Sultan.
__ADS_1
Dengan ragu-ragu Qayla mendekati ibu itu dan memeluknya.
Gunakan poin untuk menenangkan hatinya.
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
90%...
100%...
Selesai.
Poin Anda di potong 30 poin
Sisa poin Anda 400
"Tante yang tenang ya, jangan menangis lagi, jika ibu sedih, Michela juga pasti akan sedih dan dia tidak tenang di sana, jika tante sayang sama Michela ibu jangan biarkan dia bersedih, jika tante bahagia Michela pasti bahagia di sana, jika tante tersenyum, michela juga pasti akan tersenyum," Qayla bingung mencari kata-kata dan apa yang kepala itu yang ia ucap.
Ibu Michela berhenti mengamuk dan ia menagis di pundak Qayla dan memeluk Qayla dengan erat.
"Tante minum dulu ya, tenangakan pikiran, mungkin Michela ada di sini melihat tante, jadi jangan sedih ya," pujuk Qayla.
Dan Ibu Michela pun menurut, ia meminum air yang di suguhkan Qayla dan pelan-pelan Qayla membaringkan Ibu Michela.
"Kamu jangan pergi ya, biarkan ibu melihatmu terus," ucap Ibu Michela.
__ADS_1
Qayla melihat ke arah Sultan dan Sultan pun mengangguk tersenyum.
"Iya, aku akan temani Tante di sini," ucap Qayla tersenyum sambil memegang tangan ibu Michela.
"Orang yang kamu percayai sangat hebat ya," ujar Aurora tersenyum getir.
"Hm... tidak juga, dia memang hebat dari sananya," ucap Sultan.
Aurora hanya mengangguk-angguk saja.
"Oh ya, kamu kenapa jarang ke kampus akhir-akhir ini?" tanya Aurora.
"Iya, begitu banyak yang harus aku urus, masalah kemaren itu, masalah perusahaan juga," jawab Sultan.
"Oh iya, besok kamu datang ya ke kampus," ucap Aurora.
"Besok? Hm... mungkin bisa datang kayaknya," ucap Sultan.
Ting ting
Misi level B
Seorang pasien yang ingin bunuh diri karena mengidap kanker di ruang 023.
Hadiah 20 poin.
Hadiah 800.000.000.000
"Eh, kalian tunggu sebentar ya," ucap Sultan.
"Kemana?" tanya Aurora.
"Ada yang ingin ku bereskan sebentar," ucap Sultan keluar dari ruangan dan berlari dengan kencang.
Aurora yang tadinya mau ikut, ia mengurungkan niatnya karena lari Sultan sangat cepat dan mereka di dalam ruangan menjadi canggung.
Sultan terus berlari dan mencari ruangan 023.
Setelah ia mendapati ruangan tersebut Sultan segera membukanya, sayangnya pintunya terkunci.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih