
"Tolong jangan bunuh saya, saya adalah bos mafia, saya akan menuruti perintahmu, tolong ampuni saya," ucap bos mafia itu memohon.
"Oh perintah seperti apa yang ingin kau ikuti?" tanya Qayla mengintrogasi.
"Semua perintahmu," ucap bos mafia itu.
"Aku ingin kau menjadi bawahanku dan juga seluruh anak buahmu juga bawahanku, jika kau berkhianat maka nyawamu yang kecil itu aku kapanpun bisa mengambilnya," ucap Qayla.
"Baik aku akan mengikuti perintah Nona dan Tuan," ucap bos mafia itu.
"Bagus, ingat! aku tidak suka orang berkhianat," ucap Sultan.
"Aku janji tidak akan berkhianat," ucap bos mafia itu.
"Siapa namamu?" tanya Sultan.
"Jhoni," jawabnya.
"Baiklah, kau bisa pulang," ucap Sultan.
"Ha?" Jhoni kebingungan.
"Kau bisa pulang, tapi ketika aku menelponmu kau segera datang, tapi jika nomormu tidak aktiv atau kau kabur aku tidak yakin aku bisa melepaskanmu lagi, jangan pernah berpikir untuk kabur," ucap Sultan mengingatkannya.
"Aku janji tidak kabur," ucapnya lagi.
"Baiklah, aku mau dia menjadi tangan kananmu, aku mau dia orang kepercayaanmu," perintah Sultan.
"Ba-baiklah," ucap bos mafia itu terpaksa.
"Ini uang untukmu berobat, setelah itu kau ikuti dia kemana dia pergi, kau harap kau juga setia denganku," ucap Sultan melempar uang di hadapan pria yang terluka itu.
__ADS_1
"Baik Tuan, aku akan setia," ucap pria itu mengambil uangnya yang berkisaran 5.000.000.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 5.000.000
Sisa hadiah Anda 3.305.025.000.000
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 30 poin.
Poin Anda menjadi 1270 poin.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 800.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 4.105.025.000.000
"Iya," Angguk Qayla.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan bar tersebut dan kembali menuju hotel milik ibu dan Ayahnya.
"Ibu, Ayah," sapa Sultan.
"Ayo makan bersama," ajak Ibu yang duduk di sofa dengan makanan di atas meja.
"Iya Ibu," jawab Sultan juga duduk di sofa.
"Ibu mengambilkan makanan meletakkannyan dia tas piring lalu memberikan kepada Sultan dan Qayla.
__ADS_1
"Terima kasih Tante," ucap Qayla tersenyum.
"Oh iya Ibu, aku sudah beli rumah baru siap huni, jadi besok aku pindah kesana saja," ucap Sultan sambil menyuapkan nasi kemulutnya.
"Kenapa kamu pindah Sultan?" tanya Ayah dengan suara yang masih lemah.
"Tidak apa-apa Ayah, aku nggak mau ganggu Ayah sama Ibu, oh ya, aku akan mendatangkan dokter luar negeri untuk pengobatan Ayah agar Ayah cepat sembuh," ucap Sultan memberi tahu niatnya.
"Kenapa kamu melakukan untuk Ayah sejauh ini, berkumpul dengan kalian saja Ayah sudah merasa sembuh kok," ucap Ayah tersenyum.
"Jika Ayah dan Ibu cepat sembuh, kalian bisa bulan madu, selama ini kalian sudah cukup hidup dalam kesulitan, jika kalian tidak meluangkan waktu dari sekarang kapan lagi, aku ingin kalian juga bahagia," ucap Sultan.
"Terima kasih ya Nak, kau sungguh pengertian," ucap Ayah.
"Iya Ayah," jawab Sultan dan mereka pun menyantap makanannya.
Setelah selesai makan para pegawai hotel memebersihkan meja mereka.
"Qayla mau tidur di sini? Atau mau ku antarkan pulang?" tanya Sultan.
"Tidur di sini aja, besok pagi sama kamu sekalian kamu pergi kuliah," ucap Qayla.
"Ah iya, aku hampir saja lupa, baiklah jika begitu, aku juga ingin istirahat dan Qayla kamu pasti lelahkan?" tanya Sultan melihat ke arah Qayla.
"Lelah juga," jawab Qayla tersenyum.
"Han, tolong siapkan air panas untuk Qayla dan aku," pinta Sultan.
"Baik Tuan," angguk Han dan segera mwnyuruh para pegawai itu menyediakan air panas untuk masing-masing kamar mereka.
Bersambun
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiaah
Terima kasih