System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 45


__ADS_3

Ting ting


Misi selesai.


Anda mendapatkan 80 poin.


Poin Anda menjadi 140 poin.


"Hais... sepertinya anak ini tidak kekurangan uang dan saya tadi barusan mengatakan ingin mengirimnya uang dan mobil ini juga edisi terbatas, sungguh sangat memalukan," ujar bapak itu dalam hati.


"Di mana alamat rumah Bapak?" Tanya Sultan melihat ke arah bapak tersebut.


"Di jalan Lestari," jawab bapak tersebut.


SULTAN


(Kamu saja yang setir, aku ngak tau alamatnya)


SISTEM:😞😞


Sistem tersebut mengendalikan mobil tersebut sangat kencang sehingga mereka para penumpang mobil tersebut menjerit ketakutan.


"Nak, apa kamu bisa memelannya sedikit? Bapak bisa mati jantungan," ujar bapak itu ketakutan.


SULTAN


(Hey! Aku menyuruhmu menuju rumah bapak ini, bukan suruh mengebut)


SISTEM


(Biar cepat sampai)


SULTAN


(Bagaimana jika ada yang mati di mobilku, dan aku di penjara, siapa yang akan menyelesaikan misi yang kamu berikan?)


Seketika mobil memelankan lajunya. Bapak tersebut memandang ke arah Sultan mungkin ini terlalu pelan. Sultan pun menjadi segan karena pasti bapak tersebut menganggap Sultan tersinggung dan Sultan tersenyum mengangguk ke arah bapak tersebut.


SULTAN


(Hey hey... ini perjalanan kapan sampainya bahkan balapan sama siput aja bakalan kalah telak)


SISTEM


(Bukannya Anda Suruh pelan? Sistem sudah memelankannya, ngak jelas Anda jadi Tuan)


SULTAN


(Anjir... kau memakiku? Maksudku laju yang normal donkkkkkk)


Mobilpun melaju normal lari 80m/km. Barulah bapak tersebut menjadi tenang.


Sesampainya di rumah bapak tersebut rumah itu sangat mewah. Mereka pun keluar dari mobil.


"Waahh... ini rumah Bapak?" Tanya Sultan kagum.


"Iya, ayo masuk dulu," ajak bapak itu.


"Eh ngak usah Pak, saya harus pulang segera karena ibu saya tinggal sendirian di rumah soalnya saya mainnya cukup jauh," tolak Sultan halus.


"Oh begitu, kamu di mana alamatnya?" tanya bapak itu penasaran.


"Saya di gang pos Pak," jawab Sultan.


"Gang pos? perasaan di sini ngak ada namanya jalan gang pos?" tanya bapak itu heran.


"Hehehe iya pak, karena saya memang bukan berasal dari sini, saya dari kota M , jika begitu saya permisi dulu pak, ini udah hampir gelap," pamit Sultan.


"Ya hati-hati, tapi siapa namamu Nak?"


"Sultan."


"Baiklah, kamu hati-hati di jalan," pesan bapak tersebut. Sultan mengangguk dan masuk mobilnya dan segera melaju pergi.


SISTEM


(Apa yang Tuan inginkan?)


SULTAN


(Oh iya, jika tidak kamu ingatkan mungkin aku sudah lupa, aku ingin jika ada misi dan juga sekalian hadiah poin dan uang)


SISTEM

__ADS_1


(Baiklah tapi Sistem harus memprogramkan dulu dan itu butuh poin.)


SULTAN


(Berapa poin yang harus aku habiskan)


SISTEM


(100 poin untuk memprogramnya)


SULTAN


(Berapa yang harus ku gunakan untuk mengisi programnya?)


SISTEM


(300 poin)


SULTAN


(Tidak masalah, tapi untuk saat ini aku perlu mencari poin untuk melindungi ibuku dulu, setelah itu baru cari poin untuk program baru)


"Hohohoooooo saatnya pulanggggg," teriak Sultan senang.


Sesampai di rumah sudah malam hari.


"Sultan, baru pulang?" tanya ibu yang sedang duduk menjahit baju.


"Iya Bu maaf," jawab Sultan bersalah.


" Iya ngak apa-apa. Udah sana makan," suruh ibuhnya.


"Tapi kenapa Ibu menjahit baju, Ibu 'kan bisa membelinya," ujar Sultan melihat ibu sedang fokus menjahit.


"Hanya robek sedikit, sangat sayang jika di buang, bajunya masih bagus," jawab Ibu tersenyum melihat baju yang ia bolak balikkan.


"Ya terserah Ibu sih, Ibu sudah makan?" Tanya Sultan berdiri di dekat ibunya.


"Sudah, sana kamu makan," ujar ibunya lagi. Sultan mengangguk dan ia pergi kedapur. Kali ini sepertinya ibunya masak sendiri, mungkin dia sudah bosan makan di pesan terus. Sultan melahapnya karena ia sangat lapar.


"Ibu, Tedi bilang makasih doanya dan dia titip salam buat Ibu," ujar Sultan setelah selesai makan.


"Bagaimana keadaannya?"


"Syukurlah, semoga dia cepat sembuh, dan kamu juga hati-hati jangan sampai di alami Tedi, itu sangat berbahaya," pesan ibu.


"Iya Bu, Ibu ngak perlu khawatir, kalo gitu aku ke kamar dulu," ujar Sultan menaiki anak tangga. Ibu mengangguk dan melanjutkan jahitannya.


Sultan merebahkan tubuhnya di ranjang, tubuhnya sangat lelah sekali tanpa sadar ia tertidur.


xxx


Ting ting.


Misi level C.


Menangkap seorang begal.


[Hadiah 30 poin]


Zzzzzz.....


Zzzzzz.....


SISTEM


(Tuan silakan Anda bangun ada misi)


Zzzzzzz.....


Zzzzzzz....


SISTEM


(Wiwiwi... wiwiwi....wiwiwi..... {Bunyi ambulan})


Bruk... (jatuh dari tempat tidur)


"Astaga!!!... Mana ambulan? siapa yang mati?" tanya Sultan panik.


SISTEM


(Tidak ada yang mati, Tuan yang tidur seperti orang mati)

__ADS_1


SULTAN


(Asem lu!!.... Mengagetkanku saja)


SISTEM


(Ada misi Tuan)


SULTAN


(Misi? Kapan pemberiannya?)


SISTEM


(Barusan, Tuan harus bersiap-siap pergi)


SULTAN


(Hais.... biarkan aku tidur sebentar lagi)


SISTEM


(Tak punya waktu lagi)


SULTAN


(Iya iya iya)


Sultan bangun dan menyambar handuknya masuk kamar mandi.


"Masa iya pagi-pagi begini ada begal? apa begal itu merasa hebat di pagi begini sudah membegal orang, akan ku patahkan dia jadi 10," omel Sultan. Sultan pun bersiap-siap dan berangkat.


"Ibu aku pergi dulu ya," pamit Sultan.


"Lho? Ini masih pagi sekali, sarapan dulu," ujar ibu.


"Aku sarapan di kantin kampus aja Bu, aku pergi dulu, Ibu hati-hati di rumah," pesan Sultan ia pun langsung masuk mobilnya dan melaju kencang berhubungan masih pagi para orang masih sepi aktivitas.


SULTAN


(Di mana tempatnya)


SISTEM


(Di jalan melewati kuburan, di sana ada jalan sepi yang biasa di lewati para warga)


SULTAN


(Baiklah)


Sultan pun melajukan mobilnya melewati puluhan rumah warga dan tibalah ia di jalan yang sepi.


SULTAN


(Apa ini tempatnya?)


SISTEM


(Ya sebentar lagi mereka keluar dari persembunyiannya)


Sultan keluar dari mobilnya dan berdiri menyender di samping mobilnya mengawasi setiap sudut jalanan.


Keluarlah 5 orang pria berjaket dan berbaju hitam membawa gentongan kayu.


"Wah ada santapan lezat nih," ujar pria itu senang.


"Wah itu mobil sport edisi terbatas, benar-benar beruntung kita," ujar temannya dengan mata berbinar.


"Sepertinya kamu menunggu seseorang di sini?" tanya pria itu dan mereka mengelilingi Sultan.


"Kok kalian tau," jawab Sultan tersenyum.


"Sayang sekali, seseorang yang kau tunggu mungkin dia tidak akan bertemu denganmu lagi," ujarnya mengelengkan kepala.


"Tidak, dia sudah bertemu denganku, coba saja dia tidak bertemu denganku, mungkin dia akan selamat," jawab Sultan.


"Apa maksudmu?" Tanya mereka heran dan saling memandang satu sama lain.


"Karena yang aku tunggu adalah kalian para begal," teriak Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN VOTE DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2