System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 242


__ADS_3

Sesampainya di sana Aurora turun dari mobilnya dan masuk ke dalam ruangan.


"Di mana ya, Sultan tidak memberi tahu temapatnya," ucap Aurora dan ia pun menelpon Sultan.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo Sultan, kamu di mana?" tanya Aurora lewat telepon.


"Oh aku di ruang 07," jawab Sultan. Aurora pun langsung mematikan panggilannya dan menujubruang 07.


Aurora membuka pintu dan terlihat Sultan duduk di kursi.


"Aurora," lirih Sultan


Aurora berjalan mendekati ibu Michela.


"Wajar saja dia seperti ini, anaknya meninggal dan dia tentu saja ia belum iklas," ucap Aurora.


"Suaminya juga mati di tembak di depan matanya," ujar Sultan menatap wajah Ibu Michela.


"Apa! Ya ampun... ternyata ada kejadian seperti itu juga, pasti berat baginya menjalankan hidup, begitu bera2t cobaan baginya, dan sekarang malah ia tinggal sendiri, semoga ia bisa secepatnya melepaskan kepedihan ini, dan kuat menjalani ujian ini," ucap Aurora turut sedih.


"Aku keluar sebentar mau menelpon," ucap Sultan.


"Ya udah," angguk Aurora.


Sultan pun keluar dari kamar tersebut dan menelpon Derry.


Tuuut


Tuuut


Tuuut

__ADS_1


"Halo," jawab Derry.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Sultan.


"Aku sudah sembuh dan sekarang aku di CAMPmu," ucap Derry.


"Oh Syukurlah kalau gitu," ucap Sultan.


"Ada apa Sultan?" tanya Derry penasaran.


"Tidak ada, hanya menanya kabarmu saja baguslah jika kamu baik-baik saja sekarang," ucap Sultan.


"Iya ini semua berkatmu juga," ucap Derry.


"Ya, kalo gitu Ya udah, aku mau menelpon yang lain dulu ya," ucap Sultan.


"Sip," ujar Derry. Sultan memutus panggilannya.


Tririring


Tririring


"Dari Qayla." Sultan segera mengangkatnya panggilan Qayla.


"Sultan, di hotel ada yang baru masuk ya, katanya kamu yang menyuruhnya masuk?" tanya Qayla.


"Oh iya, aku memang menyuruhnya masuk," jawab Sultan.


"Dan juga di perusahaan butik itu ada yang ingin kerja sama, bagaimana menurutmu?" tanya Qayla.


Sultan terdiam sesaat.


"Perusahaan apa yang ingin bekerja sama itu?" tanya Sultan.


"Perusahaan MT, Ia punya suatu produk jadi dia yang membuat bahannya dan kita membeli pruduknya, jadi dia akan menyetor produk mereka kepada kita saja, jadi bagaimana menurutmu? Apa kamu setuju, atau kamu saja ke sini," ucap Qayla.


"Ya sudah aku ke sana sekarang," ucap Sultan. Sultan pun mematikan panggilannya.

__ADS_1


"Aurora, aku pergi dulu ya, ada yang ingin ku urus," ucap Sultan.


"ya udah, pergilah," ucap Aurora mengangguk.


Sultan pun langsung menuju mobilnya.


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 30 poin


Poin Anda menjadi 430 poin.


Selamat Anda mendapatkan 800.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 15.405.004.900.000.


Sultan tancap gas menuju ke perusahaannya.


Sesampainya di sana, Sudah ada 2 orang menunggu dan Qayla juga di sana.


Sultan segera turun dari mobilnya dan mereka tersenyum melihat kedatangan Sultan.


"Oh jadi Anda pemilik butik ini, ucap pria itu menyalami tangan Sultan dan Sultan menyambutnya.


"Iya, dan dia juga pemiliknya di sini," ucap Sultan melihat ke arah Qayla tersenyum.


"Oh ya tapi dia bilang ceonya di sini itu Anda, dia hanya tangan kanannya saja," ucap pria itu.


"Tidak juga, hanya saja dia yang terlalu mementingkan saya," ucap Sultan.


"Oh begitu ya," mereka tertawa mengangguk-angguk.


"Baiklah, langsung saja, jadi bagaimana kerja samanya?" tanya Sultan.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2