
Sultan menerima kalung tersebut, yaitu kalung berliontin lencana berwarna coklat dan Sultan memasukkan kedalam kantongnya.
Sultan kembali ke kamar Tedi.
"Sudah kembali?" tanya Tedi tersenyum ketika Sultan datang kembali.
"Iya, oh ya, Ibuku titip salam semoga cepat sembuh katanya," ucap Sultan menyampaikan pesan ibunya.
"Iya bilang makasih buat ibu," jawab Tedi.
"Ya nanti aku sampaikan," angguk Sultan.
"Kamu ngak pergi kuliah?" Tanya Tedi ketika melihat Sultan duduk nyantai.
"Kamu nggak ada yang jagain," jawab Sultan.
"Udah nggak apa-apa, Ibuku cuma keluar bentar nyari sarapan, ntar juga datang, pergi sana cepat, nanti kamu terlambat," ujar Tedi mengingatkan.
"Beneran nih nggak apa-apa?" Tanya Sultan memastikan.
"Iya, nggak apa-apa," jawab Tedi serius. Sultan pun keluar dan menuju kasir.
"Permisi, atas nama pasien Tedi administrasinya sudah selesai belum?" Tanya Sultan kepada pegawai rumah sakit tersebut.
"Belum Pak," jawab pegawai itu.
"Aku belum tua di panggil Pak, kakak," jawab Sultan.
"Oh maaf maaf," ujar pegawai itu.
"Berapaan?"
"3 juta." jawab pegawai itu. Sultan mengeluarkan uang 3 juta dan meletakkan di atas meja kasir.
"Kalau kurang hubungi aja ke saya Kak, ini nomor ponsel saya," ujar Sultan memperlihatkan nomornya lewat layar ponselnya. Pegawai itu mencatatnya kemudian menyimpannya.
"Baiklah, jika ada kekurangan lagi, saya akan menghubungi Anda," kata pegawai itu tersenyum. Sultan mengangguk dan beranjak pergi menuju mobilnya. Mobil melaju di jalanan dan tiba-tiba dari belakang sebuah mobil menabrak mobil Sultan dan mobil Sultan pun berhenti otomatis. Sultan Keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil di belakang.
Sultan mengetuk pintu mobil itu tapi tak ada jawaban.
SISTEM
(Orang tersebut sudah meninggal Tuan)
SULTAN
(Apa???... bagaimana mungkin orang yang sudah mati bisa menyetir?)
SISTEM
(Karena tak bisa menyetir makanya menabrak mobil Tuan)
SULTAN
(Maksudnya kenapa dia mati dalam keadaan menyetir)c
SISTEM
__ADS_1
(Sepertinya ia di celakai orang)
SULTAN
(Apa??? Di celakai?)
Ting ting
Misi level D.
Ungkapkan pelakunya.
[Hadiah 40 poin]
"Astaga!!! Bagaimana aku mengungkapkannya? Aku bukan detektif," teriak Sultan tak terima.
SISTEM
(Sistem akan memandunya. Sebentar lagi pelakunya datang).
Beberapa detik kemudian seorang perempuan menghampiri mobil tersebut beserta 1 orang adik suaminya perempuan dan 2 orang adik wanita itu juga keduanya perempuan.
"Sayang... sayang... buka pintunya?" teriak wanita itu mengetuk-ngetuk jendela mobil tersebut tapi tak ada jawaban.
"Apa yang terjadi dengan suami saya, kamu yang pertama menemukannya?" Tanya wanita itu kepada Sultan.
"Iya," Sultan mengangguk.
"Jangan-jangan kamu yang sudah melakukan sesuatu kepada suami saya?" tuduhnya.
Kemudian wanita kembali mengetuk-ngetuk jendela mobil tersebut, ia juga berusaha membuka pintu mobilnya namun pintu tersebut terkunci.
"Apa ini disebut kasus ruang terkunci?" tebak Sultan sambil mengosok-gosokkan dagunya.
"Baiklah, saya akan menelpon polisi," ujar Sultan. Ia segera menelpon polisi dan beberapa saat kemudian polisi datang.
"Apa yang terjadi?" Tanya polisi itu ketika sampai di Tempat Kejadian Perkara(TKP).
"Ini mobilnya menabrak mobil saya, ketika di panggil tak ada suara dari dalam mobilnya pak," jawab Sultan.
"Baiklah kami akan mengeluarkan orangnya," ujar polisi itu.
"Tapi pak? Apa Bapak bisa menghancurkan saja kunci pintu mobilnya karena mungkin saja ada bukti pelaku kejahatan yang belum di ketahui," ujar Sultan mengingatkan.
"Apa kamu seorang detektif?" Tanya polisi itu mengangkat alisnya.
"Ehemm... saya buka detektif," jawab Sultan memalingkan wajahnya.
"Tapi perkataanmu ada benarnya juga, kami akan merusak kunci pintu mobilnya," ucap polisi itu, setelah beberapa lama mengutak atik pintu tersebut dan terbukalah pintu itu dan mendapati pria itu mulutnya penuh dengan busa.
SISTEM
(Dia di racun)
"Pak sepertinya dia di racun," ujar Sultan.
Polisi itu mengangguk. "Iya, dan dari baunya ini adalah bau pestisida."
__ADS_1
SISTEM
(Pestisida sintentik)
"Sepertinya itu pestisidan sintentik," jawab Sultan mengikuti arahan sistem.
"Ternyata kamu tau banyak juga, apa kamu kuliah di jurusan biologi?" Tanya polisi itu kagum.
"Tidak Pak, saya jurusan desain," jawab Sultan mengerakkan tangannya.
"Kamu ikut saya ke kantor polisi untuk di mintai keterangan sebagai saksi masalah di mobil petugar forensik yang melakukannya," ujar polisi itu.
SULTAN
(Bagaimana ini sistem? Bagaimana jika terjadi seperti dulu?)
SISTEM
(Ini saatnya Tuan bisa mengungkapkannya).
SULTAN
(Baiklah)
Sultan mengikuti pergi ke kantor polisi beserta istri dari pria meninggal tersebut untuk di mintai keterangan.
Sesampainya di kantor polisi mereka di persilakan duduk, ibuk itu menyeka air matanya.
"Apa yang kamu lihat ketika mobilnya menabrak mobilmu?"
"Tidak terlihat apa pun Pak, saya ketika memanggilnya tidak ada jawaban sampai ibuk ini datang tetap tak ada jawaban dan saya segera menelpon polisi," jawab Sultan.
"Untuk ibu sebelum menemui suami Anda, apa yang Anda lakukan di sebelumnya?"
"Sebelumnya kami sempat makan bersama di sebuah restoran bersama adik-adik saya ini, Mika adik perempuan suami saya sekaligus adik ipar saya, Reni adik perempuan saya yang kedua dan Leni adik perempuan saya yang ketiga dan saya sendiri Airi anak pertama. Ketika di pertengahan kami sedang makan ia tiba-tiba pergi begitu saja setelah keluar dari toilet, makanya kami bingung dan segera mengikutinya dari belakang dan juga mengetuk jendela mobinya namun tak ada jawaban seperti yang di katakan adik ini," jawab sang istri yang menangis sedih.
"Jika di lihat dia bukan seperyi seseorang yang sengaja meminum racun," ujar Polisi itu.
"Apa??? Suami saya di racuni?" teriak sang istri hampir saja pingsan. Namun di sambut oleh Sultan.
SISTEM
(Pelakunya ada di 4 orang itu)
"Jika di lihat itu sengaja di lakukan dan pelakunya ada ke 4 orang ini," ujar Sultan seketika.
Mereka sangat terkejut." Apa maksudmu? Kau mencurigai salah satu dari kami?" Tanya Mika tak percaya.
"Ya, karena kalian bisa saja melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain," jawab Sultan mantap.
"Kamu jangan menuduh sembarangan mana mungkin kami pada saudara sendiri," tetiak Leni tak terima.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1