System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 95


__ADS_3

Mereka pun mengejar mobil Sultan.


Peringatan! Peringatan!


Ada musuh.


"Musuh?" Batin Sultan, ia melihat dari kaca spionnya dan ada 2 mobil yang mengejarnya.


"Itu kan mobil yang tadi, untuk apa mengejarku, apa di mau uang lagi?" Tanya Sultan dengan suara pelan.


Mendengar Sultan berbicara, Michela melihat ke belakang.


"Sultan bukannya itu orang yang kamu tabrak tadi?" Tanya Michela mengingat.


"Iya, sepertinya uang yang ku berikan tadi masih kurang," jawab Sultan.


"Kamu jangan memberinya lagi," larang Michela.


"Iya tenang saja, aku tidak memberikannya lagi," jawab Sultan menenagkan.


Sultan membunyikan klakson mobilnya berkali-kali agar Tedi mendengarkannya. Untung Tedi dengan dan segera memelankan mobilnya.


"Ada apa Sultan?" Tanya Tedi menongolkan kepalanya dari jendela mobil.


"Ada umpan buaya lagi ngikutin kita, tuh di belakang," ujar Sultan memonyongkan mulutnya ke arah belakang.


Tedi melihatnya. "Itu kan mobil tadi? Mau apa dia?" Tanya Tedi balik melihat Sultan.


"Ya udah cari tempat aman," saran Sultan. Tedi pun mengangguk.


Mereka berbelok dan mencari jalan yang sepi lalu berhenti di sana.


Mobil tersebut pun mengikuti arah mobil Sultan dan berhenti di sana.


"Kalian tau aja mau kami, kami memang mencari tempat yang sepi," jawab anaknya tersebut.


"Baiklah mari kita bicarakan apa mau kalian," ujar Sultan menegosiasi.


"Kami mau kamu menambahkan lagi uangnya, uang yang tadi tidak cukup perbaikan mobil yang kamu tabrak tadi, jika kamu tak mau maka serahkan mobil mu atau saya akan melaporkanmu ke kantor polisi," ancam bos tersebut.


Sultan melihat sekeliling dan rasanya tidak ada kamera CCTV. Hehehe... ini saatnya beraksi.


"Mau lapor apa kamu, mau melaporkan dirimu yang melakukan pemerasan?" Ujar Sultan setengah mengejek.


"Tentu saja karena tabrakan tadi, dan mengatakan jika kamu tidak mau ganti rugi," ujar bosnya memprovokator.


"Kurang ajar kamu ya!" Teriak Tedi marah.


"Tenang, tenang, dia tidak akan bisa berdiri di depan kita lebih lama lagi," jawab Sultan.


Krak!


Suara tulang patah.

__ADS_1


Sultan, Tedi, Michela, Bos dan para anak buahnya sangat terkejut ketika melihat Qayla mematahkan tulang punggung salah satu anak buah penjahat tadi tanpa di sadari.


"Astaga!!!!! Dia lebih sadis dariku," ucap Sultan menutup mulutnya.


Tedi mengacungkan jempolnya. "Kamu emang keren Qayla!" Teriak Tedi senang.


Michela mendelik ngeri. "Ternyata ada gadis yang lebih kejam dari pria," batin Michela.


"Dia benar-benar gadis bar-bar," ucap anak buahnya.


"Hahahahaha... aku suka wanita sadis, aku mau dia," ucap bos itu bahagia.


"Kau ingin dia? Langkahi dulu mayatku," tantang Sultan.


Buuk!


Belum lagi sempat Sultan dan bos besar itu bertarung salah satu anak buah penjahat itu di tinju Qayla hingga puyeng.


"Ayo hajar dia, wanita itu biar aku lawan sendiri," ucap bos tersebut.


"Aku tidak mungkin membiarkan dia melawan Qayla," batin Sultan. Sultan pun menghadang bos tersebut.


"Hey... badak gendut, lawanmu adalah aku," ucap Sultan.


"Sialan! Kau mengatakanku badak gendut, kau penjahat kecil," teriak bos besar itu marah dan mengarahkan tinju ke arah Sultan. Sultan menangkap tinju bos tersebut lalu mendorongnya ke samping.


"Hey! Kalian ngapain lihat orang berantem, cepat tangkap wanita itu!" Perintah bos tersebut ketika melihat bosnya yang sedang bertarung.


"Brengsek! Nggak lihat aku di sini sibuk!" Bentak bos tersebut.


"Baik Bos," angguk anak buahnya dan menuju ke arah Qayla.


"Anak buahmu nggak bisa di andalkan sama sepertimu," ejek Sultan.


"Diam kamu!" Teriaknya marah dan kembali melayangkan tinjunya, Sultan menendang pahanya dan meninju wajahnya.


Para anak buah tersebut mengelilingi Qayla meskipun mereka rada ngeri melihat


Qayla pun maju menyerang anak buahnya dan meninju perut salah satu penjahat tersebut dan memukul pundaknya hingga ia rubuh.


Anak buah yang lain juga menyerang kemudian Qayla menarik tangannya dan melempar ke arah bos tersebut sampai keduanya terjatuh.


"Hahahaha... mantap Qayla, kalian berdua emang pasangan serasi," ujar Tedi sambil bertepuk tangan. "Iya kan?" Tanya Tedi ke arah Michela sambil tertawa.


Sring!


Sebuah tatapan tajam melihat ke arah Tedi.


"Upss!" Tedi langsung menutup mulutnya, ia baru sadar jika Michela menyukai Sultan sudah lama, ia malah bertanya dengan orang yang salah.


Seketika Tedi terdiam dan kembali melanjutkan tontonan mereka yang sedang bertarung. Setelah Sultan menghabisi bos besarnya, Sultan pun datang menghampiri Qayla dan menghajar para anak buah yang tersisa.


Michela melihat Sultan dan Qayla yang sedang berkombinasi melawan para penjahat itu. "Apa Sultan mencari wanita seperti dia, kuat, bisa bela diri, pemberani, tidak jadi beban dan malah bisa membantunya di saat dia sedang kesulitan?" Tanyanya dalam hati.

__ADS_1


Michela pun diam-diam pergi dengan hati yang sedikit sakit, jika di ingat lagi ia pernah menghina Sultan dan malah Sultan membantunya ketika dia di culik, sekarang datang seorang gadis di sisinya yang lebih dari segalanya darinya.


Ia menjadi malu dan tak layak cemburu, Sultan bisa memilih siapa wanita yang ia sukai. Michela pun pergi dengan mata berkaca-kaca.


Sisa satu anak buah lagi, bersamaan Sultan dan Qayla meninjunya seketika pria itu pingsan.


"Berhubungan dia yang menyerang kita duluan, ambil kembali uangnya," perintah Sultan kepada Tedi.


"Laksanakan," ucap Tedi senang. Tedi pun mencari di mobil pria tadi dan mendapati uang tersebut di dalam tas ransel hitam.


"Nih Sultan uangnya," ujar Tedi mengangkat tas tersebut tinggi-tinggi.


"Ambil saja untuk mu," jawab Sultan.


"Tengkyu my boy bestie," ujar Tedi tertawa dengan gaya bahasa inggrisnya yang ia buat sendiri.


"Ya udah ayo pulang," ajak Sultan.


"Tunggu dulu, kalian ada merasa kehilangan nggak?" Tanya Tedi merasa ada yang salah.


"Apa?" Tanya Sultan polos.


"Di mana Michela?" Tanya Qayla melihat sekeliling tapi tidak menemukan orangnya.


"Nah itu dia, di mana Michela?" Tanya Tedi mengangkat tangannya.


"Kan sama kamu tadi, nggak lihat kami lagi sibuk, masa teman hilang nggak sadar," ucap Sultan menekuk alisnya.


"Eh jangan-jangan dia di culik oleh bos besar itu?" Tanya Tedi menunjuk ke arah bos penjahat yang mulutnya keluar busa karena di hajar Sultan.


"Kamu ini gimana sih, jelas-jelas dia aja udah sekarat gimana mau nangkep orang, ya udah kita cari yuk," ajak Sultan.


"Kamu punya nomor teleponnya?" Tanya Qayla kepada Sultan.


"Ada kalo nggak salah, ya udah aku coba telpon dulu ya," ujar Sultan masuk mobilnya dan mengambil ponsel lalu menelpon Michela.


Tuuut!


Tuuut!


Tuuut!


"Gimana?" Tanya Qayla.


"Masuk, tapi tak di angkatnya," jawab Sultan yang kembali mencoba menelpon Michela.


"Ayolah Michela, angkat donk," ujar Sultan khawatir.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2