System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 213


__ADS_3

"Kamu sudah telpon dia?" tanya Tedi.


"Belum, aku hanya menelponnya tadi malam," jawab Qayla mengeleng.


"Ya udah kita cari dia," ujar Tedi.


Tedi masuk ke mobilnya dan juga Qayla masuk ke mobilnya dan Tedi mencoba menghubungi Sultan.


Tuuuut


Tuuuut


Tuuuut


Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktiv atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.


"Ini Sultan ke mana sih?" tanya Tedi.


Mereka berkeliling mencari Sultan dari rumah lamanya hingga hotel dan rumah barunya.


Selang tak berapa lama 3 perusahan yang bersangkutan dengan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Art datang ke perusahaan Sultan.


"Permisi, di mana Ceo kalian?" tanya pemilik perusahaan Art.


"Dia sedang sibuk," jawab sekretarisnya.

__ADS_1


"Tolong sampaikan padanya ada hal penting yang ingin aku sampaikan," ucap Pemilik perusahaan Art itu.


"Maaf Tuan, dia sepertinya tidak bisa di ganggu, sibuk dengan pelebaran wilayah perusahaannya," jawab sekretarisnya.


"Tapi kami mohon biarkan kami bertemu sebentar dengan Tuan kalian," ucap pemilik perusahaan itu memohon.


"Saya akan coba tanyakan kepadanya apa dia mau bertemu dengan kalian atau tidak," ucap sekretarisnya.


Sekretaris Sultan pun mendekati Sultan yang sedang melihat pengerjaan perusahaannya.


"Tuan, mereka sudah datang," ujar Sekretaris itu memberi tahu kedatangan perusahaan yang mereka buat bangkrut tadi.


"Cepat juga mereka datang," ujar Sultan menyengir.


Sultan dan sekretarisnya datang menemui pemilik perusahaan Art itu.


"Benar, ada keperluan apa kalian datang ke sini?" tanya Sultan pura-pura tidak tahu.


"Bukannya Tuan sudah membuat perusahaan saya anjlok hingga 1%?" tanya pemilik perusahaan Art mentap Sultan.


"Benar sekali, itu aku, lalu kenapa?" tanya Sultan dengan bangganya.


"Saya rasa, antara saya dan perusahaan Anda tidak punya masalah, apa yang Anda lakukan dengan perusahaan saya," ujarnya setengah marah.


"Tenang Ardi tenang," ucap temannya yang perusahaan mereka saling bekerja sama.

__ADS_1


"Siapa bilang kita tidak punya masalah, masalahnya sangat besar," jawab Sultan.


"Coba tolong Tuan jelaskan apa masalahnya agar kami mengerti apa kesalahannya sehingga perusahaan kami juga terkena imbasnya?" tanya temannya.


"Pertama, pegawai saya dan pegawai Anda mengajak kerja sama dalam mengkorupsi uang perusahaan, yang kedua saya tadi ingin bertemu denganmu dan ingin membahas masalah ini kamu bilang ada hal yang lebih penting lagi dan kau menutup panggilannya, yang ketiga ketika aku ingin bertemu sama Romi dengan maksud ingin membahasnya sendiri tapi malah aku tidak bisa bertemu dengannya dengan alasan harus meminta izin terlebih dahulu denganmu, sedangkan kau ada hal penting, yang keempat... ya sudahlah tidak perlu aku bicarakan yang poin keempat itu, bagaimana? Apa kamu merasa tidak punya masalah denganku?" tanya Sultan mengangkat alisnya.


SISTEM


(Yang keempat itu karena misi)


SULTAN


(Hehehe tau aja kamu😂😆)


"Saya tidak tau permasalahan itu, saya minta maaf," ucap pria yang bernama Ardi.


"Apa kata maaf bisa mengembalikan uang perusahaan saya? Tidak, bagaimana jika perusahaanmu aku beli saja atau perusahaan itu tidak tertolong lagi," ucap Sultan.


"Tapi masih ada di angka 1%, jadi masih ada kemungkinan untuk bangkit lagi, jadi aku tidak ingin menjualnya," ucap Ardi.


"Pikirkan baik-baik sebelum semuanya terjadi, lebih baik kau jual saja denganku atau perusahaanmu itu 1000 perak pun nggak laku," ujar Sultan.


"1% masih ada harapan, kalian maukan bantu aku," ucap Ardi diskusi dengan teman-temannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2