System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 110


__ADS_3

Sultan pun mengikuti pengawas itu menuju ruang yang maksud.


"Masuklah, Tuan sudah menunggumu di dalam," ucap pengawas itu.


"Terima kasih," jawab Sultan melangkahkan kaki masuk dan tiba-tiba sebuah kartu melayang mengarah ke Sultan dan Sultan pun menangkap dengan dua jarinya.


"Ternyata kamu punya kemampuan juga," ucap seseorang duduk di kursi putarnya.


Sultan hanya terdiam dan kemudian kursi tersebut berputar, pria yang berumur sekitar 50an dengan kumis yang identik melihat ke arah Sultan. Dialah pemilik casino tersebut.


"Mari duduk dulu, aku akan lihat kemampuanmu dulu," ucap pria paruh baya itu.


Sultan pun duduk tanpa berkata apa pun.


"Lepaskan topengmu," perintah pria itu.


Sultan pun melepaskannya.


"Kenapa wajahmu familiar?" Tanya pria itu mengerutkan alisnya.


"Oh ya, di mana Anda melihatnya?" Tanya Sultan.


"Aku tidak ingat, maklumi saja orang tua ini sering lupa," ucap pria itu tersenyum semeringah.


"Anda jangan merendahkan diri, aku tau jika Anda mengenalku, di umur Anda saat ini, tidak mungkin melupakan sesuatu dengan cepatkan?" Tanya Sultan serius.


"Ternyata kau tak bisa di bohongi anak muda, pantas saja kau ingin menantang orang nomor 1 di kota kami, ternyata kamu adalah Raja judi kota T," ucap pria itu tertawa.


"Ini bukan keinginanku, tapi permintaan temanku, jadi aku harap Anda berkenan untuk saling belajar dengan orang nomor satu kota ini," ucap Sultan serius.


"Kamu jangan sombong dulu anak muda, kau harus mengalahkan ku dulu," ucap pria itu melempar kartunya di atas meja dan kartu tersebut bercerai-berai tapi tetap rapi.


" Tidak masalah," jawab Sultan mantap.


Pria itu pun mengambil 8 kartu secara acak. Kemudian ia menyusunnya.


"Tebak secara berurutan dengan benar dari kiri ke kanan dari kartu yang saya pegang ini," ucap pria itu.


SULTAN


(Bagaimana aku tahu)


SISTEM


(Sistem akan membantu Tuan)


SULTAN


(Tidak perlu, gunakan semua poinku untuk menukarkan dengan mata tembus pandang)


SISTEM


(Baik Tuan)


Penukaran mata tembus pandang


Loading...


Proses...


Mulai...


10%...


20%...

__ADS_1


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Poin Anda 0 poin.


Seketika Sultan bisa melihatnya dengan mudah angka di kartu tersebut.


Sultan menebak 8 kartu dengan benar berkat mata tembus pandangnya.


"Kamu sungguh luar biasa, pantas saja kamu di sebut Raja judi, kau bisa menebaknya dengan benar," puji pria itu tersenyum.


"Aku tidak menebaknya, tapi aku melihatnya," ujar Sultan dalam hati tertawa kecil.


"Baiklah, sekali lagi, aku akan mengambil acak 15 kartu, kita sama-sama tidak melihatnya, aku akan menyusun kartu tersebut di atas meja ini, dan tebak satu persatu," ucap pria itu mengocok kartu tersebut dan menebarnya di atas meja.


Kartu itu terlihat jelas, dengan gampangnya Sultan pun menyebutkan angka kartu tersebut.


"Wah... kamu memang Luar biasa, alu akan mengatakan pada Dirga untuk datang ke casino ku," ucap pria itu mengambil telpon selulernya dan menekan angka telopon dan menelponnya.


Tuut...


Tuut...


Tuut...


"Hey Dirga, hari ini kau tak bisa bersantai, sepertinya hari ini kau harus bekerja, ada anak muda yang ingin menantangmu, dan kau harus menerimanya," ucap pria itu terkekeh.


"Anak muda? Semuda apa dia?" Tanya pria yang bernama Dirga.


"Paling umuran 20 keatas," jawab pemilik casino tertawa.


"Kamu jangan bercanda Jefry, masa anak umur masih 20an aku harus menerima tantangannya," ucap Dirga tak setuju.


"Hey! Dia muda bukan sembarang anak muda, ketika kau datang ke sini kau akan tau nanti," jawab Jefry misteri.


"Kau serius menyuruhku datang ke sana?" Tanya Dirga tak percaya.


"Apa aku terlihat berbohong?" Jefry balik bertanya sambil terkekeh kembali.


"Baiklah jika begitu," ucap Dirga yang langsung mematikan panggilannya.


"Kenapa Sultan lama sekali," gerutu Alex.


Tak lama dari itu, Sultan pun keluar bersama pemilik casino itu.


"Baiklah, mohon perhatiannya, anak muda ini akan menantang orang nomor 1 di kota kita, jadi mohon jadi saksi kemenangan mereka berdua," ucap Jefry kepada semua pengunjung.


"Siapa dia yang berani menantang orang nomor 1 kota kita?" Tanya pengunjung lain.


"Iya, dia pikir dia siapa?" Cemooh pengunjung yang lain.

__ADS_1


"Kita akan menyaksikan kekalahannya nanti, tenang saja," jawab yang lainnya.


"Hey... sediakan tempat duduk di sini," perintah Jefry kepada karyawannya.


"Baik Tuan," jaeab pegawainya mengangguk dan segera mengambil sofa khusus.


"Eh Sultan, di mana penantangnya?" tanya Tedi yang duluan menghampiri Sultan.


"Masih di rumahnya," jawab Sultan.


"Kok masih di rumah, aku pikir dia memang sudah standby di sini," ujar Tedi mencibir.


"Bagaimana Sultan, apa kamu sudah siap?" tanya Alex yang memijit pundak Sultan.


"Nggak usah kau tanya," ujar Sultan. Alex cengengesan.


Pria nomor 1 itu pun datang dengan 2 pengawalnya yang memakai seperti baju petinju yang dadanya terlihat membusungkan dan kekar.


Jefry pun menyambutnya dan mereka saling bersalaman.


"Selamat datang kawan," ucap Jefry tersenyum.


"Mana bocah yang ingin menantangku?" tanya Dirga tanpa basa basi.


"Di sampingmu," jawab Jefry.


Dirga terkejut karena orang yang menantangnya masih sangat muda.


"Kau yakin ingin menantangku?" tanya Dirga menatap tajam Sultan.


"Lalu? Untuk apa aku datang dari jauh lalu ke sini jika bukan untuk tidak menantangmu," jawab Sultan.


"Kau anak muda, aku harap permainan ini cukup menantang, jangan membuang-buang waktuku jika kau hanya bermain-main," ucap Dirga Tegas.


"Aku juga tak punya waktu untuk bermain-main," jawab Sultan sinis.


"Kau cukup pemberani ya anak muda," puji Dirga menyunggingkan bibirnya.


"Aku bukan cukup berani, tapi aku memang pemberani, kita langsung permainannya, aku juga tak punya waktu," ucap Sultan melihat jam di tangannya.


"Mari saksikan pertarungan 2 orang ternama, harap semuanya tenang saat pertandingan, peraturannya adalah 10x putaran, jika salah satunya menang, aku akan menghadiahkan uang 100.000.000.000," ucap Jefry. Semua pun bertepuk tangan meriah.


Mereka pun mulai grasak-grusuk penasaran dengan hasil akhirnya.


Seorang gadis pun mengocok kartu lalu memberikan kartunya kepada Sultan dan Dirga.


Sultan dengan jelas melihat kartu yang di pegang boleh Dirga.


"Heh! Ternyata dia punya kartu As, tapiaku tidak akan kalah," ucap Sultan dalam hati tersenyum menyunggingkan bibirnya.


Permainan pun berlangsung mencekamkan. Mereka yang hanya penonton malah lebih gugup dari pada pemainnya.


Dan setiap putaran, Sultan memenangkannya dan Dirga di nyatakan kalah dalam 10 putaran.


"Akhirnya kamu menang Sultan!" teriak teman-temannya bersuka cita.


Karena penasaran Dirga pun membuka topeng Sultan dan mendapati ia mengenal wajah tersebut.


"Kau bukannya Raja Judi kota T?" tanya Dirga.


"Oh, kau juga mengenalku?" tanya Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2