System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 234


__ADS_3

Anak buah Sultan menenteng beberapa box dan membawanya ke dalam lalu meletakkan di atas meja.


"Itu Apa?" tanya Sultan.


"Makanan, kalian pasti laparkan?" ucap Tedi.


"Wah... kamu emang pengertian banget," ucap Sultan dan ia masuk ke rumah.


"Ayo Qayla," ajak Sultan, dengan segannya Qayla mengikuti Sultan.


Sultan membuka box tersebut dan bau wangi masakan tercium dan membuat cacing menjerit-jerit.


"Ayo kalian juga ngapain di situ, makan di sini," ajak Sultan kepada bawahannya itu.


"Terima kasih bos besar," ucap mereka ikut duduk di sana.


Mereka bersama melahap makanannya.


Triring


Tiriring


Tririring


Ponsel Sultan berbunyi.


"Oh panggilan internasional, ini pasti Ibu," ucap Sultan yang segera mengangkatnya.


"Halo Ibu," jawab Sultan.

__ADS_1


"Iya, kamu apa kabar?" tanya Ibu, terdengar suaranya tampak senang.


"Aku baik-baik saja ibu, bagaimana kabar ayah dan ibu di sana?" tanya Sultan.


"Iya, Ibu dan ayah baik-baik saja, ayah juga sudah hampir pulih, doakan ya semoga ayamu cepat sembuh," ucap Ibu.


"Ya ibu, ibu juga jaga kesehatan yah, jangan sampai nanti setelah Ayah sembuh ibu yang sakit, nanti lama-lama kalian betah di sana," ucap Sultan.


"Kalo betah di sini ya sudah kita tinggal di sini aja," ujar ibu tersenyum.


"Bagaimana denganku? Oh iya, uangnya nanti aku kirim lagi ya, ibu baik-baik di sana, jangan sakit," pesan Sultan.


"Iya, tenang aja, ya udah ibu tutup dulu ya, itu dokternya udah keluar," ucap Ibu.


"Ya Ibu," jawab Sultan dan panggilan pun terputus.


"Oh ya Qayla, aku antar kamu pulang ya," ujar Sultan.


"Oh iya, kita ke sana dulu nanti," ucap Sultan mengangguk.


Setelah makan Tedi dan para anak buh Sultan berpamitan.


"Bos besar kami pulang dulu, soalnya kami mau berangkat ke perusahaan," ujar anak buah Sultan.


"Baiklah, itu mobil kalian bawa untuk operasional kalian, jangan di rusakan ya," pesan Sultan.


"Terima Kasih Bos besar," ucap mereka yanv segera pergi.


"Ya udah, aku juga ingin betangkat ke kampus, nanti aku sampaikan kepada Aurora," ucap Tedi.

__ADS_1


"Oke!" jawab Sultan dan mereka di tinggal lagi.


"Kamu tunggu sebentar ya," ucap Sultan masuk ke kamarnya.


Selang tak berapa lama ia keluar dari kamarnya, Qayla mengerutkan dahinya karena merasa aneh.


"Kamu kenapa seperti itu melihatku?" tanya Sultan tertawa.


"Aneh," jawab Qayla membalik badannya ke depan.


"Aneh bagaimana? Udah ganteng belum?" tanya Sultan tersenyum.


"Nggak ada gantengnya sama sekali," jawab Qayla yang langsung masuk ke mobil.


"Ya terserah kamu deh," ucap Sultan pasrah, tentu saja merasa aneh karena Sultan memakai kulit palsu dan wig.


"Ya sudah, ayo kita berangkat," ucap Sultan menstaterkan mobilnya dan mereka pun melaju di jalanan.


Sesampainya di tempat, mobil Qayla penuh dengan debu dan sampah, apa semalam angin badai ya?


"Ya udah Sultan kamu antar aku sampai di sini aja, aku bisa pulang sendiri kok," ucap Qayla.


"Nggak mau nih aku tuntun dari belakang biar kamu aman?" tanya Sultan.


"Udah, mereka nggak kenal sama aku kok, yang mereka incar itu kamu, justru kamu yang harus hati-hati," ucap Qayla.


"Ya udah, kamu kalo ketemu orang yang membututimu tancap gas aja ya," pesan Sultan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2