System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 239


__ADS_3

"Apa! Tidak mungkin! Maksudmu Ayahnya yang sudah membunuh anaknya?" tanya ibu Michela dengan mata terbelalak.


"Mungkin bisa di bilang begitu," ucap Sultan.


"Di mana dia sekarang! Di mana!" tanyanya dengan sangat geram.


Sultan hanya terdiam menandakan jika ia tidak tahu.


"Aku akan mencarinya," teriaknya berlari keluar dari ruang mayat.


"Qayla tangkap dia, jangan biarkan dia lari," ucap Sultan.


Qayla pun langsung memeluk ibu Michela tersebut, namun Ibu Michela memberontak.


"Tante, jangan cari suami tante lagi, saat ini Michela yang terpenting, meskipun ia sudah tiada, tapi kita harus segera mengurus pemakamannya, jika di biarkan tubuhnya begitu, kasian Michela, ia pasti sangat kesakitan," bujuk Qayla.


Ibu Michela pun menangis lagi dan ia terjatuh dengan tubuh lemas. "Michela... anakku," rintih Ibu Michela meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya.


Qayla membantu ibu Michela berdiri dan kembali ke kamar mayat.

__ADS_1


"Aku akan urus mayat Michela untuk segera di bawa pulang ke rumah duka, kalian tolong jaga ibu Michela ya," ucap Sultan.


Qayla danTedi mengangguk.


Sultan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mayat dan segera menuju tempat pengurusnya.


Setelah selesai, para pegawai rumah sakit pun datang membawa tandu untuk membawa tubuh Michela ke dalam Ambulans.


Mobil Ambulan pun melaju di jalanan yang di iringi oleh mobil Sultan, Qayla dan Tedi. Suasana menjadi sedih, diam tak bersuara sehingga suara angin kencang terdengar.


Hanya saja, siapa yang tahu tentang ajal, mereka yang sehat tiba-tiba saja mati mendadak, namun ajal Michela malah di tangan Ayah kandungnya, suasana yang duka ini membuat mereka enggan untuk memulai pembicaraan.


Di perjalanan Sultan segera memberi tahu Aurora untuk menyebarkan kematian Michela lewat web kampus, agar mahasiswa bisa datang melayat.


xxx


Hujan rintik-rintik dengan suasana yang sedih, para mahasiwa memakai payung hitam berdiri di tempat peristirahatan Michela yang terakhir, suara tangis dan duka dan isak tangis mereka terdengar.


Sultan menaburkan bunga di atas makan Michela. Hati tak bisa di katakan entah bagaimana perasaannya.

__ADS_1


Para pelayat mulai pulang, kini hanya tinggal orang terdekat yang masih duduk di makam.


"Michela, selamat jalan, tiada kata yang bisa ku ucapkan, hanya doa yang bisa ku kirimkan, semoga engkau di tempatkan di sisi yang terbaik, bahagialah di sana, Tuhan menyayangimu Michela," ucap Sultan dalam hati dengan tangis di hatinya sambil memegang kayu pusaran nama Michela.


"Michela, kami pulang dulu ya, kau sudah tenag di sana, kami semua pasti akan merindukanmu," ucap Qayla dengan mata yang berkaca-kaca.


"Anakku... bahagia di sana ya, Ibu pasti akan mendoakanmu selalu, damailah di sana, Ibu menyanyagimu Nak," ucap Ibu michela dengan air mata menetes di tanah, ia menatap kayu pusaran nama Michela mengelusnya lalu menciumnya.


"Selamat tinggal anakku," ucap ibunya yang tak tega untuk pergi, namun ia tetap harus pergi sambil di peluk Qayla.


"Ayo Tante, kita pulang, Michela dua sudah bahagia di sana," ucap Qayla menghibur ibu Michela.


xxx


Sultan dan Qayla kembali kerumah masing-masing.


"Qayla, kamu pulang ke rumah mana?" tanya Sultan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vite komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2