
"Yang ini manis," ucap Sultan.
"Ya udah, itu aja," ucap Qayla mengangguk.
"Mbak, cincin yang ini donk," ucap Sultan.
Pemilik berlian itu pun mengambilnya. "Yang ini ya?" tanyanya.
"Iya, yang itu," angguk Sultan.
"Yang ini harganya 500 milyar," ucap pemilik toko itu.
"Mau?" tanya Sultan kepada Qayla memastikan.
"Kemahalan," ucap Qayla.
"Tapi kamu suka nggak?" tanya Sultan lagi.
Qayla mengangguk.
Sultan pun memakaikan cincin di jari Qayla. "Pas," ucap Sultan. Qayla mengangguk sambil mengulumkan senyumnya.
"Yang ini saja mbak," ucap Sultan.
"Baiklah," ucap pemilik toko itu memasukkan kedalam kotak kecil dan memasukkan kedalam paper bag mungil.
Sultan membayarnya dengan uang kes.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 500.000.000.000
Sisa hadiah Anda 12.093.790.000.000
Mereka pun masuk mobil. "Kamu mau kemana lagi?" tanya Sultan.
"Ke pantai yuk, aku sangat suka pantai," ucap Qayla.
"Ayo," ucap Sultan tancap gas menuju pantai tempat biasa mereka pergi.
Sesampainya di sana mereka pun duduk di pantai menghirup udara yang sangat berbeda di daratan, sejuk dan sangat segar.
"Sini dekat di sampingku," ucap Sultan.
__ADS_1
Qayla pun duduk di samping Sultan dan ia memegang pinggang Qayla.
"Ternyata ada hari ini juga, hari di mana aku bisa mengengam erat tanganmu tanpa harus takut lagi, aku tidak takut lagi jika kau pergi jauh, karena hatimu sudah ku ikat dengan kuat untukku," ucap Sultan.
"Kamu dari tadi gombal terus sih," ucap Qayla mencubit pinggang Sultan.
"Itu bukan gombal sayang, tapi kata manis buat pacar, kamu nggak suka?" tanya Sultan.
"Aku lebih suka kamu yang blak-blakkan," jawab Qayla.
"Baiklah mulai sekarang aku akan menjadi diri sendiri," ucap Sultan mencium kening Qayla.
Mereka melihat ke arah langit dengan bintang bertaburan. Malam yang sangat indah untuk mereka berdua, tidak tahu jika untuk orang lain.
Qayla membaringkan kepalanya di pundak Sultan dam Sultan mengelusnya dengan kasih sayang.
Ting ting
Misi level B
Sepang kekasih sedang bertengkar
Hadiah 20 poin
Hadiah 1.000.000.000.000
"Sayang, tunggu, itu tidk seperti yqng kqmu bayangkan, Itu semua bohong!" teriak pria itu, tapi wanita itu terus berlari.
"Sayang dengarkan aku, akan kujelaskan semuanya!" teriak pria itu lagi.
Wanita itu tidak mau mendengarkannya. "Sayang, kamu bisa membereskannyakan?" tanya Sultan.
"Membereskan apa?" tanya Qayla bingung.
"Mereka sedang bertengkar, kamu bisa meredakan merekakan?" tanya Sultan.
"Akan kucoba," ucap Qayla.
Wanita itu menyelonong pergi dan tangannya di tarik Qayla.
Wanita itu berhenti dengan kepala tertunduk. Pria itu pun menyusul.
"Sayang, aku bisa jelaskan," ucap pria itu ngos-ngosan.
__ADS_1
Wanita itu ingin melepaskan tangannya dari tangan Qayla namun pegangan Qayla sangat kuat.
"Kamu harus mendengar penjelasannya dulu sebelum kau marah, dan kau juga, jika penjelasanmu nggak masuk akal, ku hajar kau di tempat," ancam Qayla.
"Iya, iya aku jelaskan," angguk pria itu.
"Dia... dia adik sepupuku," ucap Pria itu.
Wanita itu diam tanpa berkata-kata dengan air mata berlinangan.
"Ada yang ingin kau katakan padanya?" tanya Qayla kepada wanita itu.
"Jika itu adik sepupumu kenapa kau sangat mesra!" teriak wanita itu marah.
"Bener tuh, kau bisa jadian sama adek sepupumu, karena dia bukan adik kandungmu," sahut Sultan memprovokasi.
"Apa itu terlihat mesra di matamu?" tanya pria itu.
"Tentu saja, kau makan bersamanya dan menuruti kemauan dia tanpa mempedulikan aku, kau ingin kencan denganku, kenapa kau membawanya dengan alasan adik sepupumu nggak punya teman di rumah!" ucap wanita itu marah.
"Dia memang tak punya teman di rumah, maksudku biar kamu juga punya teman," ucap pria itu menjelaskan.
"Teman seperti apaan jika aku kau cuekin, dan kau malah lebih perhatian dia di banding aku pacarmu, sebenarnya siapa sih pacarmu, aku atau dia?" tanya wanita itu kesal.
"Iya, kamu memang pacarku, tapi dia adikku," ucap pria itu membela.
"Kenapa kau tidak pacaran saja dengan adikmu!" teriak wanita itu marah.
Qayla langsung meninju wajah pria itu 2 kali, wajahnya menjadi bengkak dan berdarah di bibirnya.
"Hey apa kau lakukan!" teriak pria itu marah sambil menyeka darah di bibirnya.
"Sudah aku katakan, jika alasanmu tidak masuk akal, maka kau akan ku tinju dan kau menyetujuinya," ucap Qayla.
"Di mananya yang tidak masuk akal?" bentaknya.
"Kalau kau sangat menyayangi adik sepupumu ngapain kamu pacaran? Bukan dia marah jika kau sayang dengan adik sepupumu, tapi terlalu kelewatan donk," ucap Sultan.
"Jadi yang salah aku?" tanyanya menunjuk ke arah dirinya.
"Ngapain kamu tanya sama kami, tanyakan pada dirimu sendiri, di mana-mana yang namanya kencan ya berdua," jawab Sultan.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih