
"Sayang aku mau mobil yang ini," rengek wanita itu kepada pacarnya menunjuk mobil Sultan.
"Sayang itu mobil Sport edisi terbatas, harganya pasti mahal, mana cukup uangku buat beli mobil itu," pujuk pacarnya.
"Tapi kamu bilang mobil apa aja aku boleh beli, kenapa sekarang kamu tiba-tiba berubah?" Tanyanya ngambek.
"Masalahnya, aku sanggup beli mobil yang cuma ratusan juta, bukan ratusan milyar," jelas pria itu.
"Perusahaan kamukan udah menghasilkan milyaran, berarti udah bisa donk beli mobil ini," rengeknya tak mau kalah.
"Sayang, dengerin aku, jika kamu beli mobil ini, gimana dengan perusahaanku, bakalan bangkrut donk dan aku malah nggak bisa menikahi kamu, ini juga untuk kebaikan kita berdua, tunggu perusahaanku udah berkembang pesat, baru kita beli ya," ujar pria itu berusaha menenangkan pacarnya.
"Aku pokoknya mau yang ini, kan di sini bisa di cicil, kamu juga udah kenal lama dengan direkturnya, masa kamu nggak mau sih Yang," ujarnya manja.
"Ya udah deh, tapi janji ya, kamu bekerja yang rajin di perusahaan, nggak boleh sering bolos seperti kemaren-kemaren," pesan pacarnya.
"Makasih ya Sayang," ujarnya tersenyum sambil mencium pipi pacarnya.
Pria itu langsung menelpon direktur tersebut dan direktur itu pun datang ke showroom mobilnya.
"Ada apa Riki?" Tanya direktur itu menghampiri temannya itu.
"Ini pacarku minta di belikan mobil sport edisi terbatas, kira-kira bisa di cicil nggak?" tanya pria yang bernama Riki itu.
"Mobil sport edisi terbatas? Aku nggak jual mobil sport itu, karena menurutku itu sangat mahal dan hanya orang kaya yang bisa beli, 1 mobil sport itu aja udah bisa beli 250 mobil merek yang budgetnya terjangkau," jelas direktur itu.
"Tapi kami lihat ada 1 di depan sana," ujar wanita itu memberi tahu.
__ADS_1
"Ha? Sejak kapan ada mobil sport edisi terbatas di showroom mobilku, aku tidak pernah memesannya?" Tanyanya heran.
"Sultan, Ibu sudah memilih mobil yang ini, bagaimana menurutmu?" Panggil ibu sekalian menanyakan.
"Ya bagus," angguk Sultan.
"Ya udah ayo bayar," ajak ibunya, Sultan dan ibunya pergi menuju kasir.
"Di mana?" Tanya direktur itu penasaran.
"Ayo ikut aku," ajak Riki. Mereka pun pergi ke arah mobil Sultan.
"Ini mobilnya," ujar wanita itu berdiri si samping mobil tersebut.
"Lho? Sejak kapan ada mobil ini di sini, kok nggak ada laporan masuk?" Tanyanya penasaran.
"Baiklah saya telpon manejer dulu," ujarnya mengambil ponsel dari saku jasnya.
"Halo," jawab sang manejer.
"Kamu ada pesan mobil sport edisi terbatas untuk showroom mobil kita?" Tanya direktur.
"Tidak ada Pak," jawab manejernya bingung.
"Lalu ini mobil siapa?" Tanyanya lagi.
Sultan dan ibunya setelah menyelesaikan pembayarannya, mereka pun keluar dan mobil yang baru di beli tersebut di kendarai oleh pegawai Showroom dan di parkir ujung ruangan agar gampang mengambilnya nanti.
__ADS_1
"Ayo Ibu kita pulang, nanti aku akan bawakan mobilnya dengan Tedi," ujar Sultan, mereka pun masuk mobilnya.
"Hey! Siapa kalian yang berani masuk mobil yang sudah ku pilih! Aku yang akan membelinya!" Teriaknya marah.
Sultan jadi melongo. "Hay Nona, ini mobil saya nggak di jual ya," jawab Sultan.
"Enak saja kamu bilang ini mobil kamu, turun kamu," perintahnya.
Sultan membuka mobil dan ia keluar dari mobilnya.
"Kenapa?"
"Ini mobil mau aku beli, suruh dia juga turun!" Ujarnya tak terima.
"Kamu jangan kurang aja dengan Ibuku ya, sudahku bilang ini mobilku!" Ujar Sultan menahan emosi karena ibunya juga di bawa-bawa.
"Mana buktinya kalo ini mobilmu?" Tanyanya membulatkan mata.
"Udah sayang, kamu jangan ngotot gitu donk," pujuk pacarnya.
Sultan mengambil BPKB dan STNK-nya dan memperlihat kepada wanita itu.
"Ini nggak lihat, ini namaku dan juga list di mobilku juga namaku, udah?" Tanya Sultan geram.
BERSAMBUNG
Vote komen like dan hadiah
__ADS_1