System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 172


__ADS_3

"Apa kamu bilang? Aku kena ganguan jiwa? Tidak lihat aku juga suster di sini, kenapa kalian lebih percaya dia!" teriak wanita itu lagi.


"Tentu saja, karena dia terlihat waras sedangkan kamu seperti orang tertekan batin," ucap dokter itu.


Seorang wanita yang hanya menggunakan tanktop dan celana sot pendek keluar dari kamar mandi.


"Lina," ujar para suster bersamaan.


"Dia sudah memukulku hingga pingsan, dia ingin melakukan hal jahat pada pasien," ujar Suster yang bernama Lina.


Karena sudah ketahuan wanita itu terdiam sesaat dengan menunjukan wajah ibanya, di saat Sultan lengah dengan gengaman tangannya, wanita itu secepatnya melepaskan tangannya dan mencekik leher pasien tersebut.


"Hey! Apa yang kau lakukan!" teriak para suster dan dokter yang ada di sana.


"Jangan mendekat atau aku akan benar-benar membunuhnya!" pekiknya.


Mereka pun tak berani mendekat. Wanita itu melihat ke kiri dan kanan mencari jalan keluar, ia melihat sebuah jendela yang terbuka dan segera berlari ke arah jendela dan ingin melarikan diri.


Secepatnya Sultan melompat dan mereka berdua terguking di lantai dan Sultan menindih tubuh wanita itu.


Para dokter dan Suster pun langsung menangkapnya dan memegang erat tubuh wanita itu.


"Lepaskan! Lepaskan! Dia harus mati! Dia harus mati! Dia sudah merebut kebahagiaanku!" teriak wanita itu meronta-ronta ingin mendekati pasien tersebut.


Namun ia di paksa bawa keluar dari ruangan tersebut. "Lepaskan aku! Lepaskan aku!" suara teriak wanita masih terdengar meskipun sudah jauh.


"Terima kasih sudah membantu pekerjaan kami, jika sesuatu terjadi pada pasien, kami akan sangat di salahkan," ucap dokter itu.

__ADS_1


"Ya sama-sama Dokter," angguk Sultan. "Baiklah jika begitu saya permisi dulu," ucap Sultan.


"Baiklah," jawab dokter itu.


Sultan pun keluar dari ruangan tesebut.


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapat 30 poin


Poin Anda menjadi 250 poin


Selamat Anda mendapatkan 800.000.000


Sultan kembali menuju ruangan Derry.


"Sudah selesai? Jika sudah, kita berangkat sekarang," ujar Sultan.


"Ya sudah ayo," angguk Benny.


Sultan dan Benny segera masuk ke mobilnya dan melaju di jalanan.


"Kalian kenapa lama sekali," gerutu mereka.


"Iya, tadi macet," jawab Sultan ngasal.

__ADS_1


Mereka pun berbagi makanan sesuai pesanan.


Terpaksa malam ini Sultan harus tidur di markas.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Ibu.


"Ibu aku malam ini nggak pulang ya, karena keberangkatan kami sudah dekat, jadi aku harus mempersiapkan segala sesuatu di sini, ibu jaga diri baik-baik, jaga kesehatan dan makan yang teratur, kalau ada apa-apa, aku akan menghubungi Ibu," ucap Sultan.


Ibu terdiam sesaat, karena baru kali ini mereka berpisah sangat lama sejak Sultan masih kecil.


"Kau sudah dewasa, ibu berharap jika kau baik-baik saja di sana, di sini ibu akan selalu mendoakanmu agar tidak terjadi apa pun padamu," ucap ibu meneteskan air mata.


"Ibu jangan sedih, aku pasti pulang, ketika aku pulang, aku nggak mau lihat ibu sakit, berjanjilah padaku jika ibu baik-baik di sana dan ibu sibukan diri di perusahaan atau berbelanja dengan Qayla. Sampaikan maafku kepada Qayla jika aku tidak sempat berpamitan dengannya" ucap Sultan.


"Hati-hati ya Nak, jaga dirimu," ucap ibu mematiakan panggilannya.


Ibu duduk di sisi ranjangnya sambil menagis


XXX


Tak terasa keberangkatan ke kota B hari ini

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2