System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 115


__ADS_3

Sultan sengaja membiarkanya hidup agar bisa mengali informasi kenapa mereka seperti ini.


Sultan melanjutkan penyerangan kepada pembe rontak itu dan menghajarnya hingga babak belur. Sultan sengaja tidak mematikannya, siapa tau ada yang masih bisa memberi info detail nanti, tapi jika mereka mati tertembak, itu nasib mereka.


Ketika pihak lawan tidak ada yang menembak lagi karena di hajar Sultan, akhirnya penembakan dari tentara berhenti.


Dari balik kabut yang sudah hampir tipis karena berhentinya aktivitas, keluar sosok pria gagah dengan membawa seorang gadis di pinggangnya.


Namun para tentara tetap antusias dan kembaki menodongkan srnjata apinya.


"Siapa kamu?" tanya tentara itu.


"Aku orang dari wilayah timur kota T," jawab Sultan mendekati tentara itu tanpa rasa takut.


"Apa buktinya?" tanya mereka lagi.


"Buktinya di bajuku, bekas tembak mereka karena aku melawan mereka dari jarak dekat, dan gadis ini, kalian bisa mencari informasi darinya," ucap Sultan meletakkan gadis itu di hadapan para tentara itu.


Tiba-tiba Sultan mengambil batu dan melemparnya ke arah tentara yang berada di sampingnya berjarak 2 meter, karena kaget tentara itu langsung menghindar spontan.


Melihat temannya di lempar batu, para tentara itu kembali menodongkan senjatanya ke arah Sultan.


Tapi batu tersebut mengenai pria yang memegang pisau mengarahkan pisaunya ke arah tentara itu dan pria itu jatuh pingsan.


"Pria itu kalian bisa menambahkan untuk bukti lainnya," ucap Sultan menunjuk ke arah pria yang ia lempar batu tadi.


"Maaf, kami tidak tahu jika kamu menyelamatkan dia," ucap salah satu tentara itu dan mereka kembali menurunkan senjatanya.


"Kalian periksa mulutnya, siapa tau di dalam mulutnya ada racun bunuh diri yang tertanam di dinding mulutnya," saran Sultan.


"Baik, terima kasih sudah memberi tau kami," ucap tentara itu. "Dan juga terima kasih sudah membantu kami memusnahkan mereka.

__ADS_1


"Tapi kalian jangan senang dulu, periksa para tawanan kalian, tadi aku hanya membuat mereka lumpuh dan tidak membunuhnya, mungkin ada dari mereka yang masih hidup, tapi aku jamin, mereka tak bisa lari, jadi sebelum mereka memberi informasi kepada atasanya lebih baik kumpulkan mereka yang masih hidup dan periksa mereka atau sebelum mereka bunuh diri, lebih banyak orang, lebih banyak infonya," saran Sultan.


"Siap, akan kami lakukan," ucap Tentara itu yang beberapa orang pergi ke tempat daerah lawan, sedangkan yang lainnya, memeriksa mulut gadis dan pria tadi.


Ternyata benar, para palang merah yang ada di sana mendapati racun yang di jahit di dinding mulut mereka, jika mereka tidak mati di medan perang dan jika jadi tawanan, mereka akan bunuh diri dengan racun darurat, mengigit racun tersebut dan menelannya agar tidak ada informasi yang lawan inginkan.


Para medis itu mengeluarkan racun tersebut dan memastikan jika tidak ada sisa racun di sana lagi.


Mereka juga berusaha membangunkan gadis itu dengan aroma minyak telon dan meletakkan di hidungnya.


Perlahan-lahan gadis itu membuka matanya. Ia sangat terkejut dan segera ingin melarikan diri.


Dengan sigap, Tentara itu menagkapnya dan memborgol kaki dan tangannya, agar ia tak bisa kabur.


"Lepaskan!" teriak gadis itu dengan mata membelalak.


"Orang bodoh yang akan melepaskanmu," celetuk Sultan.


"Kenapa denganku?" tanya Sultan mengangkat sebelah alisnya.


"Kamu lebih baik menyelamatkanku dan bergabung dengan kami, Bos besar pasti akan berterima kasih padamu dan memberi ke untungan yang sangat besar," ucap Gadis itu.


"Oh ya? Tawaran yang menarik," jawab Sultan tersenyum dengan menyunggingkan bibirnya.


"Ya, benar itu, kau punya kemampuan unik, bos besar pasti akan menjadikanmu orang penting," ucap gadis itu berharap. Para tentara juga tetap waspada, takutnya Sultan berubah pikiran dengan tawaran gadis itu, dan biasa pria sangat lemah dengan ajakan wanita.


"Aku tidak mau jadi orang penting, aku mau menjadi bos besarnya," ucap Sultan.


"Itu tidak mungkin, karena bos besar sangat kuat, tidak ada yang menyaingi kekuatannya," bela gadis itu.


"Heh! Gadis yang sangat polos, jika dia sangat kuat, kenapa bukan dia yang datang ke sini melawan para tentara ini? Malah mengirim kalian yang hanya bawahan lemah, dan saat kalian di ambang kematian seperti ini, apa ada dia datang menyelamatkan kalian seperti pahlawan? Apa kau tidak tau, bergabung dengan organisasi seperti itu, nyawa kalian sangat tidak berharga baginya, kalian adalah alat untuk menujukan kekuasaannya betapa kuatnya dia dengan pengikut bodoh seperti kalian. Di mana dia, apa dia datang menyelamatkan nyawa kecilmu itu?" tanya Sultan memberi pencerahan ke pada gadis itu. dan para tentara pun merasa yakin jika Sultan datang untuk membantu.

__ADS_1


Gadis itu diam sesaat.


"Dia... dia... pasti akan menolongku," ucap Gadia itu menundukkan kepalanya.


"Atas dasar apa dia akan datang mengantar nyawa menolongmu?" tanya Sultan tertawa mengejek.


"Karena... karena aku wanitanya," ucap Gadia itu dengan nada rendah.


"Kau bukan hanya gadis lemah, tapi kau juga gadis yang polos dan bodoh, kau percaya dengan pria yang haus kekuasaan, ku rasa kau sudah di ralat olehnya entah kenapa dia menanamkan kepercayaanya kepadamu agar kau mati-matian membelanya," ujar Sultan menusuk jantung gadis itu.


Gadis itu menundukkan kepala, sepertinya ia sangat mengerti ucapan Sultan dan ia sangat sedih.


"Aku tau, kau tadi sudah mengirim sinyal bantuankan? Dengan cara menghubunginya, tapi apa dapat balasan?" tanya Sultan lagi.


Gadis itu terdiam dengan mata berkaca-kaca, benar juga, dia sudah mengirim sinyal bantuan 3x tapi tidak ada respon dan sinyal yang ke 4 baru ada respon, tapi respon tersebut terputus, ia berfikir jika karena jarak mereka terlalu jauh, tapi sinyal itu bisa menjangkau ribuan kilo meter, mana mungkin tiba-tiba terputus, kecuali ia memutusnya dengan sengaja.


"Benar juga ucapanmu, nyawa kecilku ini mana sebanding dengan kekuasaanya, aku yang terlalu polos mempercayainya akan memberikan tempat untukku," ucap gadis itu menangis dan tetap menundukan kepalanya.


"Tuh kan? Akhirnya kau sadar juga, nyawamu dan teman-temanmu sama sekali tidak berharga, kau lihat temanmu yang berjuang bersamamu, nasib buruk menimpanya hingga ia kehilangan nyawanya, entah itu ia punya keluarga atau sahabat yang menantinya pulang, kau bersyukur aku menemukanmu, atau kau akan kembali tanpa nyawa," ucap Sultan.


Nampak dari wajah gadis itu berapi-api, ia sangat marah dan dan ingin rasanya balas dendam, tapi saat ini ia malah jadi tawanan.


"Lebih baik kau berikan informasinya kepada kami, mungkin aku bisa menyelamatkanmu," ucap Sultan.


"Tidak akan!" teriak gadis itu.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2