System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 44


__ADS_3

Selanjutnya.


Sultan melompat di atas meja lalu salto dari meja tersebut dan melopat kebawah dan menindih beberapa dari penjaga tersebut, ketika mereka mendekati Sultan dan Sultan menserkel kaki mereka dari bawah dan terjatuhlah mereka Sultan langsung menginjak perut mereka dan wajah mereka dan Sultan juga melempar para penjaga yang pingsan ke atas tubuh mereka.


Dan...


Bak buk bak buk bak buk bak buk...


Terkaparlah mereka semua, senjata api mereka sungguh tak berguna di hadapan Sultan dan Sultan membiarkan mereka begitu saja.


SULTAN


(Selesai ini semua aku ingin memintamu sesuatu)


SISTEM


(Baiklah)


SULTAN


(Kau tidak menanyakan itu apa?)


SISTEM


(Tidak perlu, nanti saja)


SULTAN


(Baiklah mari kita mencari para mafia itu)


Sultan pun masuk lagi ternyata ada pintu lagiģ dan itu di jaga oleh 10 orang.


Kali ini Sultan ngak pakai basa basi lagi, ia langsung menyerbu ke arah penjaga itu dan menghajar mereka semua hingga babak belur. Sultan mendudukkan salah satu penjaga yang masih sadar diri.


"Di mana ruangan bos mu?" Tanya Sultan.


"Aku tidak akan mengatakannya," ujar penjaga itu ketus.


SISTEM


(Sistem tau tempatnya Tuan)


SULTAN


(Biar kelihatan keren kayak di film-film)


SISTEM

__ADS_1


(Udah main-mainnya, Tuan tinggal belok kiri dan di sana ada ruangan)


SULTAN


(Baiklah baiklah)


Sultan meninju pria itu hingga pingsan dan melanjutkan pergi ke arah yang tunjuk oleh sistem.


Sesampainya di depan pintu terdengar suara seorang pria yang sedang mengertak.


"Cepat tanda tangan surat ini, atau kau dan keluargamu ku habisi satu persatu membuatmu hiduppun kamu ngak sanggup lagi," ancamnya.


"Kamu memang kejam! Kau saja berani menculikku dan kau ingin mendirikan perusahaan? Bilang saja kalau kau mendirikan perusahaan itu hanya kedok sajakan? Kau ingin berbisnis barang haram dan mencemar nama baik pembisnis," teriak orang yang di culik.


"Heh! Memangnya aku pikirin, cepat tanda tangan! atau..." Pria itu mengode kepada penjaganya sesuatu dan penjaga tersebut pergi.


Tak lama para penjaga itu membawa anak dan istrinya yang sudah di ikat tangannya.


"Papa..." teriak anak dan istrinya menangis. Sultan menendang pintu tersebut hingga pintu tersebut terlempar hampir saja mengenai bapak yang sedang berlutut itu.


"Astaga! Untung saja ngak kena, haish... padahal aku ingin jadi pahlawan menyelamat warga yang tertidas." ujar Sultan masuk ke ruangan tersebut.


"Hey siapa kamu," teriak bosnya kepada Sultan.


Sultan menghampiri bapak tersebut. "Apa Bapak baik-baik saja?" tanya Sultan ikut berjongkok tanpa mempedulikan pertanyaan bos tersebut.


"Saya ingin menyelamatkan Bapak," ujar Sultan tersenyum.


"Di sini bahaya," ujar bapak itu panik.


Dor...


Bos itu menembak Sultan dan Sultan langsung terbaring. Anak dan istri bapak tadi menjerit ketakutan, tak terkecuali wanita yang duduk di paha para bos mafia itu.


"Astaga! Nak, Nak," panggil bapak itu panik sambil mengoncang-goncang tubuh Sultan. Sultan bangun dan dia baik-baik saja. Bos tersebut kaget, ia sangat yakin jika tembakannya tadi mengenai Sultan.


"Kamu baik baik saja Nak?" Tanya bapak itu membantu Sultan untuk duduk.


"Aku yakin tembakan ku tadi mengenainya, tapi kenapa dia baik-baik saja?" Tanya bos itu heran.


"Panggil penjaga yang ada di setiap pintu untuk menangkap bocah ini, aku sudah menggaji cukup mahal, mereka malah kerja nggak becus, ada penyusup masuk malah mereka membiarkannya masuk," omel bos tersebut dan penjaga di sampingnya pergi.


"Kamu bocah liar dari mana? Dan apa hubungan dengan bapak ini?" tanya bos itu membulatkan matanya ke arah Sultan.


"Bos para penjaga semuanya sudah pingsan semua," ujar penjaga itu berlari ngos-ngosan.


"Apa??? (menoleh ke arah Sultan) Kamu yang melakukannya?"

__ADS_1


"Iya," jawab Sultan bercekak pinggang dan mendonggakkan kepalanya.


"Siapa kamu sebenarnya," teriaknya


Sultan mendekati bos tersebut dan menatapnya. "Kau ingin tahu siapa aku? Tanyakan saja dengan raja neraka sana," teriak Sultan meninju bosnya hingga pingsan. para penjaga itu menembak Sultan.


Dor... dor... dor...


"Cepat sembunyi," teriak Sultan kepada bapak tersebut. Bapak itu berlari ke arah anak dan istrinya, memeluk mereka lalu membawanya bersembunyi di bawah meja. Sultan menghadang mereka lalu menarik kepalanya dan melemparnya ke arah jendela hingga pecah kaca jendela tersebut dan jatuh dari lantai 4.


Di dalam ruangan tersebut ada 2 bos, bos yang tadi sudah pingsan dan bos yang 1 lagi Sultan menariknya dan juga tak lupa anak buahnya Sultan membantingnya ketembok lalumencampakkannya lagi lewat jendela. Para wanita simpanan mafia itu menjerit ketakutan dan berjongkok menutup kupingnya.


Dan penjaga yang lain Sultan juga mencampakkannya lewat jendela.


"Beres," ujar Sultan menepuk-nepukkan tangannya. "Ayo pulang," ajak Sultan berjongkok di samping meja sambil tersenyum melihat 1 keluarga itu berjongkok di bawah meja.


"Iya iya," jawab bapak itu keluar dari kolong meja tersebut bersama istri dan anak perempuannya.


"Nak terima kasih banyak, saya benar-benar tidak tahu lagi bagaimana saya harus berterima kasih kepadamu, kamu sudah menyelamatkan nyawa kami sekeluarga, saya benar-benar berterima kasih kepadamu, kamu mau apa? Akan saya usahakan buat memenuhinya," ujar bapak itu mengengam tangan Sultan.


"Saya ngak mau apa-apa, saya hanya orang lewat saja yang melihat ada orang yang di tindas," jawab Sultan. "Tapi ngomong-ngomong Bapak seorang pengusaha, tapi di mana penjaganya?"


"Semuanya sudah di habisi oleh penjaga para mafia itu, tapi... dari mana kamu tahu saya seorang pengusaha?" tanyanya mengangkat alis.


"Eh... itu... tadi saya dengar dari percakapan bos mafia itu, jadi saya pikir mungkin saja bapak pengusaha," jawab Sultan ngasal.


"Begini, bagaimana kamu menjadi pengawal saya, saya akan membayarmu mahal," tawar bapak itu.


"Maaf Pak, saya masih anak kuliahan dan juga saya punya seorang ibu untuk saya jagain," tolak Sultan sopan.


"Begitu ya, baiklah saya tidak akan memaksamu lagi, tapi saya akan membalas jasamu dan akan mengirimi sejumlah uang di rumahmu, di mana alamat rumahmu?" tanya bapak itu.


"Tidak perlu pak, saya benar-benar hanya membantu saja, mari kita pulang takutnya ada orang yang datang," ujar Sultan melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut. Dan wanita 2 orang itu mereka tinggalkan di ruangan tersebut.


Si sepanjang perjalanan menuju pintu utama bergelimpangan tubuh para penjaga itu. Anak bapak itu menjerit ketakutan.


"Mau saya antarkan pak?" Tawar Sultan menuju mobilnya.


"Apa tidak merepotkanmu Nak?" Tanya segan.


"Udah ngak apa-apa, naik mobil saya," ajak Sultan. Mereka pun naik ke mobil Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2