
Wanita itu sangat kaget saat melihat mobil yang ia kendarai hancur tak berbentuk.
Dengan badan yang gemetaran, ia memberanikan diri mendekati mobilnya. "Semoga saja dia tidak mati, Semoga saja dia tidak mati," ucap wanita itu berulang-ulang mengengam erat tangannya.
Ia melihat ke dalam mobil dan terlihat Sultan tak bergerak sedikit pun. "Apa dia sudah mati?" tanya wanita itu sambil menagis.
Sultan perlahan-lahan bergerak dan ia pun keluar dari mobil tersebut. Sedangkan mobil truk itu terguling di jalanan membuat jalan menjadi macet.
"Syukurlah kamu selamat, syukurlah kamu selamat," ucap gadis itu dengan tubuh yang masih gemetaran.
Sultan duduk di trotoar tepi jalan, meluruskan pinggangnya dan kakinya habis di tabrak tadi.
"Apa k-kamu a-ada terluka?" tanya wanita itu.
"Aku baik-baik saja," ucap Sultan mengangguk.
"Terima kasih ya, terima kasih, ji-jika tidak ada kamu, aku sudah meninggal sekarang," ucap wanita itu meneteskan air mata, Ia masih ketakutan.
"Ya sama-sama, tapi sebelumnya saya minta maaf mungkin pertanyaan saya agak sedikit lancang, tapi bolehkah saya bertanya?" tanya Sultan minta persetujuan wanita itu dulu.
"Iya, katakan saja," ucap wanita itu dengan tubuh yang mengigil.
"Mungkin ada seseorang yang mengincar nyawa kakak, apa kakak ada berbuat kesalahan pada mertua, suami atau iparan kakak?" tanya Sultan lagi.
"Apa mungkin kakak iparku, jika mertuaku tidak mungkin, dia sangat baik denganku," ucap wanita itu berpikir.
"Coba kakak lihat pengemudi itu," saran Sultan menunjuk mobil truk yang terguling yang di kerumini banyak orang.
Suqay datang menghampiri Sultan dan Sultan naik mobilnya.
Ting ting.
Misi selesai.
__ADS_1
Selamat Anda mendapatkan 40 poin
Poin Anda menjadi 310 poin.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 3.000.000.000.000.
Wanita itu pun masuk dalam keramaian dan terlihat supir truk itu terdapat luka di kepalanya.
Terlihat sebuah ponsel berdering, wanita itu segera mengambilnya yang tergeletak bergetar di samping pria itu.
Wanita itu pun mengangkatnya.
"Halo Kasim, bagaimana? Apa dia sudah mati?" tanya seseorang dari balik telpon dan wanita itu sangat mengenali suara tersebut.
"Halo," ujar pemilik suara tersebut itu lagi.
Wanita itu meneteskan air matanya sambil memegangn ponsel tersebut dengan geram.
"Kenapa, kenapa ponsel kasim ada padamu?" tanya Ibu mertuanya.
"Selama ini Ibu baik dengan ku, tak ku sangka Ibu sangat menginginkan nyawaku ini, lebih tentu orang seperti kakak ipar, mulutnya emang jahat tapi dia tidak mungkin sampai mengambil nyawaku," ucap wanita itu menahan emosinya.
"Ya aku memang ingin kamu mati, untuk apa kamu hidup jika tidak bisa mempuyai anak, anakku juga ingin sekali mempunyai anak dan aku ingin menimang cucu, sedangkan kamu tidak bisa memberikan itu semua," ucap ibu mertuanya kasar.
"Ibu ini juga baru 5 tahun menikah, orang ada 15 tahun baru di karuniai anak," bentak Wanita itu.
"Apa! Beraninya kamu membentakku! pergi sana kau jauh-jauh, jangan pernah kau kembali," usirnya.
"Heh! Itu adalah rumahku, kalian yang seharusnya pergi, aku akan melaporkanmu kepolisi," ancam wanita itu geram.
"Mana bisa kamu mengusir kami, rumah ini sudah menjadi nama anakku," ucap ibu mertuanya.
__ADS_1
"Heh, jangan harap, rumah itu sudah kembali menjadi namaku, berkemaslah kalian sekarang, aku akan mengusir kalian dari sana, bersiaplah kalian menjadi gelandangan," ucap wanita itu geram.
Ia langsung mengambil tas di dalam mobilnya yang rusak parah dan menyetop taksi dan segera pergi ke rumah notarisnya.
Sultan sampai di kampusnya dan menemui Aurora.
"Ada apa kau memanggilku?" tanya Aurora.
"Seminggu lagi aku ingin pergi," ucap Sultan.
"Tedi sudah mengatakan lewat pesan," jawab Aurora tidak terkejut.
"Oh sudah di beri tahu ya," ucap Sultan cengengesan.
"Untuk apa kamu ke sana?" tanya Aurora penasaran.
"Aku ingin ke negara B bersama organisasi itu," ucap Sultan.
"Hey apa maksudmu?" tanya Aurora kaget. "Maksudnya kau ingin menyusup organisasi itu?" tanya Aurora tak percaya.
"Aku sudah menjadi bagian organisasi itu dan aku sudah menjadi ketua di salah satu markas mereka," jawab Sultan.
"Hey... apa kau benar-benar serius? Apa yang kau lakukan? Kau ingin menyiksa dirimu masuk ke organisasi itu!" ucap Aurora marah.
"Aku tahu apa yang aku lakukan, aku tidak akan mati begitu saja, dan di sana aku juga punya teman yang kami akan bersama menghancurkannya," ucap Sultan.
"Bagaimana jika ketahuan, habislah kalian," ucap Aurora ketakutan.
"Kau tidak perlu khawatir, aku akan mencari tahu cara menghancurkan mereka dan sebelumnya aku akan mencari rahasia mereka terlebih dahulu," ucap Sultan percaya diri.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH