
Dan Tedi pun menambahkan kreativitasnya, yaitu mencoret muka Sultan dengan pulpen, karena spidol nggak ada di sana.
"Hehehe... kena kau, balas dendamku terbalaskan," ucap Tedi menyeringai.
Ia pun segera mengirim foto tersebut lewat pesan gambar.
Tririring.
Sebuah pesan masuk.
Qayla pun segera memeriksa pesannya dan itu membuatnya tertawa.
"Aku tidak yakin jika Sultan yang mengirimnya, ini pasti kerjaan temannya itu," ucap Qayla tersenyum sambil melihat foto Sultan yang tidurnya sangat aneh.
"Foto siapa tuh?" tanya Papa Qayla tiba-tiba nongol.
Qayla kaget dan langsung menyembunyikan ponselnya.
"Eh, bukan apa-apa Pa," ucap Qayla wajah memerah.
"Kamu jangan lihat yang anrh-aneh ya," pesan Papa Qayla.
"Ikh... nggak kok," jawab Qayla manyun.
"Sultaaaaaaaaannnn, banguuuuuuun, kebakaraaaaaaaannn!" teriak Tedi di telinga Sultan. Seketika Sultan bangun.
"Di mana, di mana?" tanya Sultan mencari-carinya sampai di bawa kasur.
Tedi cekikikan dan ngakak sampai terpingkal-pingkal dan guling-guling di lantai.
"Bang sat lo!" teriak Sultan melempar Tedi dengan bantal lalu menimpuknya dengan bantal guling. Tedi masih saja tertawa ngakak.
"Ada apa dengan anak ini? Heh, ngapain kamu pagi-pagi ke sini gangguin orang tidur?" tanya Sultan sebel.
"Hey... lihat jammu, udah jam berapa ini, kamu nggak berangkat kuliah," ujar Tedi mengingatkan.
"Haisssshhh... lama-lama ku beli juga universitas itu biar aku nggak perlu kuliah lagi," keluh Sultan.
"Hey... itu punya pemerintah kota, Kalo pun iya, mereka tau kamu yang punya kampus, nggak ada yang bakalan kuliah di sana," ejek Tedi.
"Banyak bacod! Udah ah, aku mau mandi dulu," ucap Sultan menyambar henduknya.
"Mandi sekarang, dulu sudah," ucap Tedi.
"Tediiiiiiiiiiiiii...........!" teriak Sultan setelah menyadari ketika ia melihat cermin dengan gambar wajah seperti Naruto hokage ke 7.
Tedi kembali tertawa sambil berlari keluar kamar sebelum Sultan mencekiknya mati.
Sultan pun sudah siap untuk berangkat Kuliah dengan stelan celana jins coklat dan baju putih garis abu-abu.
"Ibu, belum berangkat?" tanya Sultan yang ibunya sedang mengobrol dengan Tedi.
"Iya, supirnya masih di jalan kejebak macet," jawab Ibu.
"Oh, kalau begitu, aku berangkat dulu ya Bu," pamit Sultan mencium tangan Ibunya.
"Ya," ucap Ibu mengangguk. Dan di susul Tedi juga mencium tangan ibu Sultan.
__ADS_1
"Kalian Hati-hati, jangan ngebut," pesan Ibu.
"Ya Bu," jawab Sultan dan Tedi serempak, dan mereka pun masuk mobil.
Baru aja Sultan mau duduk di kursi pengemudi.
Ting ting
Misi level A
Menyelamatkan Alira yang jatuh dari sepeda.
Hadiah 10 poin
Hadiah 90.000.000
"Alira udah bisa naik sepeda?" tanya Sultan ia pun berlari ke arah rumah Om Herman tetangganya dulu tapi sekarang juga tak jauh dari rumah barunya.
Sesampai di rumah Alira.
"Hey Sultan, sejak kaya kamu nggak pernah main ke sini lagi padahal rumahnya dekat," ucap Pak Herman.
"Maaf Om, aku terlalu sibuk, tapo Om jangan khawatir, nih aku kasih Aliran uang jajan," ucap Sultan mengambil uang dari tas sistem dan menyerahkan sekitar 3.000.0000
"Wah, kamu masih saja baik, dan sekarang tambah baik," puji pak Herman tersenyum menerima uang dari Sultan.
"Kapan-kapan Alira main ke rumah Kakak ya," ujar Sultan mengosok kepala Alira.
"Iya Kak," ucap Alira.
"Wah, Alira udah besar, udah bisa ngomong lancar," puji Sultan bertepuk tangan.
Sultan langsung menyunggingkan mulutnya, ia terpaksa tersenyum dan berjongkok di dekat Alira.
"Alira, kalo kakak nunggu Alira gedek, kakak keburu jadi kakek-kakek, bagaimana jika kita temanan aja," ucap Sultan menyodorkan jari kelingkingnya di depan wajah Alira.
Alira tesenyum mengangguk dan membalas dengan jari kelingkingnya juga.
"Ya udah Kakak pergi berangkat kuliah dulu ya," ucap Sultan.
"Sering-sering main ke sini Sultan," pesan Om Herman.
"Iya Om," jawab Sultan mengangguk.
"Hm... kok aku seperti ada melupakan sesuatu ya, tapi apa ya?" ucap Sultan mencoba mengingat.
"Ayah... Ayah!" teriak Alira.
Sultan berbalik badan dan langsung menangkap Alira yang ingin terjatuh.
"Syukurlah masih sempat," ucap Sultan. Lalu Sultan memberdirikan Alira yang hampir jatuh.
"Terima kasih kakak," ucap Alira.
"Sama-sama, Alira main lain kali hati-hati ya," pesan Sultan.
"Kan ada kakak yang bantuin," ucap Alira.
__ADS_1
"Eh... i-iya," jawab Sultan gagap.
"Ada apa?" tanya Pak Herman Yang baru keluar dari rumahnya karena tadi ia masuk ingin menyimpan uang tersebut.
"Oh tidak apa-apa Om, tadi Alira terjatuh," jawab Sultan.
"Oh, makasih ya," ucap Pak Herman memdekati anaknya.
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu Om," pamit Sultan. Pak Herman mengangguk. Sultan pun kembali berlari menuju mobilnya.
Ting ting.
Misi selesai
Anda mendapatkan 10 poin
Poin Anda menjadi 222
Selamat Anda mendapatkan 90.000.000
Hadiah Anda menjadi 360.000.000
"Lama amat?" Tanya Tedi.
"Udah, ayo berangkat," ajak Sultan kemudian masuk mobilnya.
Mereka pun melaju di jalanan.
"Sultan, kita mampir ke sini sebentar!" Teriak Tedi dari jendela mobilnya.
"Ada apa?" Tanya Sultan.
"Ayo ikut aja," jawab Tedi. Sultan pun mengikuti Tedi.
Mereka berhenti di sebuah rumah makan.
"Kenapa harus makan di sini? Kitakan biasa makan di kantin kampus?" Tanya Sultan heran.
"Di sini makanannya enak banget, aku pernah sekali makan di sini karena kelaparan dan juga di sini aku pernah lihat orang yang memakai kalung yang sama persis denganmu," jelas Tedi.
"Oh ya," ujar Sultan mengangkat alisnya penasaran.
"Siapa tau kita ketemu orangnya," ucap Tedi menyakinkan.
"Baiklah jika begitu," angguk Sultan. Mereka pun masuk ke dalam rumah makan tersebut.
"Posan nasi padang Uni, duo piriang, lauknyo dendeng batokok dan randang Ni," ucap Tedi sok bahasa padang.
"Yo kojap lai," ucap pemilik warung tersebut.
Sultan dan Tedi menunggu makanan datang dan mereka berdua sambil menonton televisi.
"Telah kehilangan batu giok dari keluarga Du, mereka mengatakan batu giok tersebut berada di brangkas keluarganya, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba batu tersebut menghilang. Keluarga Du yakin jika batu giok tersebut sudah di curi, mereka akan segera menagkap pelakunya dan menghukum seberat-beratnya, karena sudah berani mencuri batu giok warisan keluarganya, jika pencuri tersebut berinisiatif memulangkannya mungkin mereka akan memberi hukuman ringan yaitu penjara 8 tahun, tapi jika sampai keluarga Du yang menemukannya sendiri pelakunya, maka orang tersebut tidak akan di beri ampun, sekian braking news hari ini, Anda bisa menyaksikan berita selanjutnya di pukul 12:00 siang, sekian terima kasih,"
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH