System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 124


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Tedi berbalik melihat ke arah Sultan.


"Ikut mobilku saja," jawab Sultan. Tedi kembali menuju mobil Sultan dan masuk mobilnya.


Sultan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Gila! Mobilmu kenceng banget!" teriak Tedi memegang erat gantungan yang ada di atas samping kepalanya.


"Mobil Siapa dulu," ucap Sultan membanggakan diri.


Tak lama kemudian, Sultan dan Tedi pun sampai di markas tentara tersebut.


"Wah Anda lagi, selamat datang," ucap Tentara yang sedang bertugas di sana.


"Selamat datang kembali, oh ya, aku sudah membawakan buktinya dan juga ketua penjaga markas itu juga sudah mati," ucap Sultan pergi ke bagasi mobilnya dan mengambil kotak Hitam.


"Terima kasih audah memlermudahkan pekerjaan kami Tuan," ucap Tentara itu.


"Tidak masalah," angguk Sultan tersenyum.


Mereka pun segera membuka kotak tersebut dan di sana berisi data rahasia yaitu ada sebuah desain, gambar seseorang yang di masukkan ke dalam sebuah tabung silinder yang seukuran orang dewasa, dan di sana ada manusia yang di masukkan dengan sebuah cairan khusus dan terhubung dengan pemanas buatan, mereka akan menjadikan manusia itu seorang mutan atau sebuah cloning untuk di jadikan senjata dan bisa mengikuti perintah mereka, yang mutan di jadikan penjaga dan cloning ilmuan untuk membantu kinerja mereka.


"Astaga! Mereka benar-benar kejam, bagaimana jika diri mereka sendiri yang mereka buat seperti ini," ucap Tedi mengelengkan kepala.


Dan juga mereka menemukan sebuah gambar yang tidak di mengerti.


"Maksud dari gambar ini apa?" tanya mereka sambil berpikir.


"Bolehkah aku memfotonya, aku akan mempelajarinya di rumah," pinta Sultan.


"Baiklah, tapi saya harap Tuan bisa menajaga rahasianya," ucap Tentara itu.


"Tidak masalah," ucap Sultan. Sultan pun memfoto gambar tersebut lalu menyimpannya.


"Baiklah jika begitu kami pulang dulu, terima kasih sudah mempercayaiku," ucap Sultan.


"Sama-sama, senang juga bekerja sama dengan Anda," ucap Tentara itu berjabat tangan denag Sultan.


"Suqay," panggil Sultan.

__ADS_1


Tin!


Tin!


Suara mobil Sultan dan datang dengan sendirinya.


"Wah... keren banget, bisa ngerti bahasa manusia, kamu modig di mana?" tanya Tedi penasaran.


"Modif dengan kemampuankulah, mana ada orang modif bikin mobil pintar begini," jawab Sultan.


"Aku juga mau," ucap Tedi gemes.


"Modif sendiri aja sana," ucap Sultan masuk ke mobilnya.


"Kamu sih gitu," ucap Tedi mencibir.


"Ya mau bagaimana lagi, aku juga nggakn tau bagaimana memodif punyamu," ucap Sultan.


Mereka pun kembali ke kampus untuk mengambil mobil Tedi.


"Ya udah, aku mau pulang dulu," ucap Tedi.


"Oke!" jawab Sultan. Sultan juga pulang ke rumahnya.


"Kok gambar ini aneh ya, ada seperti kaligrafi dan juga seperti kode ya?" tanya Sultan.


"Apa aku tulis di buku saja dan memisahkan gambarnya," ucap Sultan bangun dan mengambil kertas HVS dan sebuah pulpen.


Ting ting


Misi level B


Menolong seorang anak yang di bully teman-temannya di jalan seberang.


Hadiah 20 poin.


Hadiah 200.000.000


"Ya udah aku tinggal dulu deh bentar," ujar Sultan yang kemudian ia pergi.

__ADS_1


"Ayo Suqay kita berangkat ke jalan seberang," ucap Sultan.


Bruuum!


Bruuuuuummmmmmmmmm...


Sesampainya di sana ada seorang anak duduk menyender di tembok sambil menangis dan menundukkan kepalannya.


"Huhh dasar anak orang miskin, beli beginian aja nggak sanggup malah mencurinya," ejek temannya.


"Aku tidak mencurinya, aku menemukannya," ucap Anak itu menangis sambil menyeka air matanya.


"Mana ada orang membuang barang sebagus ini, kau pasti mencurinya, akan ku adukan pada ibumu. Upsss... ibumu kan juga seorang pencuri hahahahaha," ejek mereka lagi.


"Benar, ibumu pencuri, Ayahmu pencuri kau pencuri, semua keluarga pencuri," tambah teman yang satunya lagi.


"Pencuri, pencuri, pencuri, pencuri," ejak mereka sambil bertepuk tangan.


"Kalian membully orang dari siapa kalian belajar?" tiba-tiba Sultan datang.


"Kami tidak membulinya, kenyataan dia yang mencuri," ucap temannya kasar.


"Aku tidak mencurinya," isak anak itu.


"Bohong, dasar pembohong," ujar temanya lagi.


Sultan betjongkok di depan anak yang menangis itu.


"Apa yang kamu temukan?" tanya Sultan kepada anak itu.


"Aku menemukan gelang emas di tepi jalan dan mereka mengatakan jika aku mencuri," jawab anak itu sambil tersedu.


"Sini biar kakak lihat," pinta Sultan. Anak itu pun memberinya.


Sultan memegang gelang tersebut dan melihatnya dengan teliti. "Ini bukan gelang emas, ini gelang imitasi pantas saja di buang orang, ya udah ikut kakak aja yuk," ajak Sultan memegang anak itu.


"Kemana?" tanya anak itu mendonggakkan kepalanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2