System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 72


__ADS_3

SISTEM


(Di dalam black card itu berisi uang 450.000.000.000, tidak sampai 500.000.000.000)


Wajah Sultan berubah cemberut, lalu menatap tajam sponsor tersebut.


"Kau ingin membohongiku dengan memberiku kartu ini," ujar Sultan melempar kartu tersebut di meja.


"Apa ada masalah?" tanyanya mengkerutkan dahinya.


"Tentu saja ada masalah, di dalam black card itu tidak seperti yang di janjikan," jawab Sultan mendonggakkan kepalanya.


"Apa menurut kamu di dalam kartu ini kosong," ujar Sponsor itu memegang kartu tersebut.


"Aku tidak mengatakan itu kosong, hanya saja itu uangnya kurang," jawab Sultan tak terima.


"Kan hanya kurang, tidak kosong," ujar Sponsor itu terkekeh.


"Hey... 100 perak pun aku tak rela, seharusnya kau dan pria yang kau banggakan itu harus memberiku kompensasi yang besar, karena kalian sudah bermain curang," ujar Sultan kesal.


"Apa? Ternyata dia juga tahu jika kami bermain curang," ujarnya dalam hati ketakutan.


"Begini saja, bagaimana jika kita ulang sekali lagi, jika kamu menang saya akan memberi semua uangnya," tawa sponsor itu.


"Mau di ulang 1000x pun tetap aku yang menang, kenapa di ulang lagi? Mau main curang lagi? Mau 1000x pun kau ingin bermain curang tetap saja aku yang menang, isi kartumu saja aku tahu isinya," ujar Sultan mencemeeh.


"Berapa?" tanyanya menguji.


"450.000.000.000, benarkan? Dan kau ingin mengulang kembali pertandingan? Heh! Kau sungguh naif," ejek Sultan.


"Ternyata dia bisa menebak isi kartu tersebut, berarti dia bisa menebak kartu lawan tanpa melihat, dia benar-benar bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat orang," batin sponsor tersebut kagum.


"Berikan sisanya atau aku akan mengambil sendiri!" ancam Sultan.


"Hm... begini, sisanya saya tranfers saja ya," ujar sponsor tersebut.


"Aku nggak percaya, bisa saja kamu berbohong, ayo Tedi kita cari uangnya," ajak Tedi.


"Camoon boy," ujar Tedi menyunggingkan senyumnya.


"Apa yang kalian lakukan!" teriaknya.


"Kami ingin mengambil sisa hak kami, apa tidak boleh?" tanya Sultan berdiri dan mencari di semua ruang itu.


"Hey... apa yang kalian lakukan!" teriaknya lagi.


"Kayaknya tidak ada di sini, apa kita cari saja di tubuh tua itu😈😈," ujar Tedi tersenyum jahat.


"Hehehe...πŸ‘ΉπŸ‘ΉπŸ‘Ή," Mereka mengerak-gerakkan jari tangannya dan mendekati bapak tersebut lalu meronggoh setiap saku bapak tersebut dan mendapat sebuah dompet.


"Tolong...!" teriak bapak sponsor itu.


"Tangani dia," perintah Sultan. Tedi pun menutup mulut pria tua itu agar tidak bersuara.


SULTAN


(Kartu yang mana berisi uang 500.000.000)


SISTEM

__ADS_1


(Kartu kuning)


Sultan mengambil kartu tersebut dan meletakkan dompet di atas meja.


"Ayo kita pergi Tedi," ajak Sultan.


Tedi melepaskan mulutnya dan mengikuti Sultan.


"Hey kembali kalian, akan aku laporkan kalian atas nama perampokan!" teriaknya marah-marah.


SULTAN


(Hapus rekaman cctv di ruangan tadi)


SISTEM


(Siap Tuan)


Penghapusan.


Loading...


Mulai penghapusan...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Sultan dan Tedi berlari kencan menuju mobil dan langsung naik, sedang para reporter mengejar mereka.


Sultan langsung tancap gas dan melesat di jalan. Kira-kira Sudah Jauh, mereka memelankan laju mobilnya.


Peringatan!


Peringatan!


Ada musuh.


Sultan melihat ke belakang tapi tidak melihat apa pun. Tapi tak berapa lama ada mobil dari depan ada 2 mobil menghadang mobil Sultan, mereka sengaja merentangkan mobilnya di tengah jalan dan terpaksa mobil yang Sultan kendarai berhenti.


Tin tin...


Tin tin...

__ADS_1


terdengar suara klakson dari belakang ternyata ada 2 mobil yang mendekat.


SULTAN


(Apa mau mereka?)


SISTEM


(Merampok)


"Ada apa nih?" tanya Tedi heran.


"Apa lagi kalo bukan merampok," jawab Sultan keluar dari mobilnya.


"Wah, bakalan ada pertempuran nih," ujar Tedi senang.


Sultan memandang Tedi manyun. "Sepertinya kau sangat bahagia?" tanya Sultan.


"Tentu saja karena ada pertarungan," jawab Tedi melemaskan otot-otot jarinya.


"Jika begitu kau saja yang melawan mereka ," ujar Sultan memanjang sudut bibirnya.


Tedi langsung mundur. "Hey... aku mana punya kekuatan sepertimu," bisik Tedi mengalah.


Para perampok itu keluar dari mobilnya membawa pentongan kayu.


"Aku melihat siaran langsung lalu mengukutimu, kamu raja judi itu kan? Sekarang cepat serahkan uangnya," perintah salah satu pria itu yang berbaju coklat.


"Kalau aku tidak mau, lalu kenapa?" ujar Sultan mencibir.


"Kalau tidak, kau tidak akan bisa pulang ke rumahmu lagi!" ancamnya.


"Kata-kata basi itu kau tiru sama siapa hah! Aku sudah sering mendengarnya sampai bosan, hingga sakit telingaku" ujar Sultan melipat tangannya.


"Jangan kamu pikir kamu adalah raja judi kami akan takut padamu, apa lagi kamu tidak punya pengawal," ucapnya.


"Aku tidak butuh pengawal buat menghabisi tikus selokan kayak kalian," ejek Sultan sambil mengacungkan jempol lalu memutarnya ke bawah.


"Sialan! habisi dia!" perintah pria itu dan para kawanan perampok itu mengelilingi ke arah Sultan dan Tedi.


"Hey... aku nggak masuk hitungan ya, aku cuma penonton!" teriak Tedi mengacungkan tangannya.


"Udah kamu sana," perintah Sultan kepada Tedi.


"Tidak ada yang bisa lolos hari ini!" teriak pria tadi.


"Aduh bagaimana dengan nyawaku," ucap Tedi memegang dadanya.


"Baiklah kalau begitu," ucap Sultan.


Ketika hendak menyerang Sultan menarik tangan Tedi lalu memutar tubuhnya hingga mengenai para perampok itu.


Ketika ada celah, Sultan mendorong Tedi keluar dari kerumunan dan menendang siapa yang mendekati Tedi lalu melemparnya ke semak-semak.


"Cepat masuk mobil," perintah Sultan.


Baru saja Tedi membuka pintu ia di tangkap oleh kawanan perampok itu, Tedi lalu menendang bagian utama pria dan meninjunya beberapa kali dan cepat-cepat ia masuk mobil.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUP LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2