
"Siapa sangka temannya itu datang ke rumah dan ingin mengajakku meninkah di depannya dan itu sudah ku tolak juga di depannya," sambung ibu itu.
"Kenapa awal mula kalian bisa chatan?" tanya Sultan.
"Waktu itu ponsel dia tinggal di rumah, terpaksalah aku mengchat temannya itu dan temannya itu menyimpan nomorku dan sering chat dan itu chatnya cuma nanya udah makan apa belum, memang sering ku balas tapi aku tidak ada maksud apa-apa karena dia juga sudah beristri," jawab si istri.
"Lalu Bapak apa yang mau di sampaikan?" tanya Sultan.
"A-aku... aku memang membalasnya selingkuh tapi bukan berarti aku memang selingkuh, aku... aku hanya berpura-pura untuk membalaskan sakit hati saja, dan temanku itu juga sangat senang ketika mendengar aku sekingkuh dan yang ku selingkuhi adalah istrinya," jawab Si bapak.
Mereka seketika terdiam.
"Bilang saja jika kalian gengsi untuk mengatakan hati kalian sejujurnya, coba kalian saling terbuka, mungkin tidak akan seperti ini, mulai hari ini cobalah untuk tidak saling membalas dan saling menyakiti, untuk apa kalian saling menikah jika pernikahan kalian untuk bertengkar dan hanya permasalahan seperti ini, aku tau jika kalian saling mencintai tapi cinta itu malah tertutup oleh api kemarahan, jika kalian menikah karena saling cinta, maka tetaplah saling mencintai meskipun sebesar apa pun masalah kalian, untung saja aian tidak berpisah tadi, maka penyelasan tidaklah berguna lagi, ingat! Jika kalian mempunyai masalah, beri tahu orang yang lebih tua dari kalian untuk menyelesaikan masalahanya tau orang yang menurut kalian bijak, tidak ada permasalahan yang tidak bisa di selesaikan jika kalian saling terbuka," ucap Sultan panjang lebar.
"Iya, kamu benar," ucap bapak itu mengangguk.
"Jadi orang yang pernah mampir tadi buang jauh-jauh, jangan sampai mereka mampir lagi, tunjukan kemesraan kalian biar mereka tak ada celah untuk masuk, kerena merekalah perusak hubungan kalian," pesan Sultan.
"Iya terima kasih sudah menyelesaikan masalah kami, jika kamu tidak ada mungkin kami tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi," ucap Bapak itu meneteskan air mata.
__ADS_1
"Peluk ibu pak, ia juga sangat menyayangi bapak," ucap Sultan.
Bapak itu pun datang kepada istrinya dan mereka saling berpelukan.
"Maafkan mas ya dek, tidak seharusnya mas balas yang lebih menyakitkan seperti ini," ucap si suami.
"Iya, adek juga minta maaf, jika bukan karena adek duluan, mungkin kita tak akan seperti ini," ucap si istri menagis di pelukan suaminya.
"Ya udah ini ada sedikit uang, semoga denga uang ini kalian bisa usaha bersama di rumah dan bapak tidak perlu kerja di luar dan kalian bisa bersama terus," ucap Sultan meletakkan uang 100.000.000 di meja.
"Terima kasih ya, kamu sangat baik, semoga kamu dapat jodoh yang baik dan pengertian," doa kedua pasangan itu.
Dan ia pun kembali masuk mobilnya.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 100.000.000
Sisa hadiah Anda 4.405.015.000.000
__ADS_1
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 1210 poin.
Selamat Anda mendapatkan 600.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 5.005.015.000.000.
"Ah sudah jam 06:00 Aku harus bergegas pergi nih," ucap Sultan melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1