System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 36


__ADS_3

Dan perempuan itu menangis.


"Terima kasih," ucapnya menundukkan kepala.


"Cepat pulang, nanti kamu masuk angin," ujar Sultan memberikan jaketnya dan kemudian beranjak pergi. Perempuan itu melihat Sultan pergi dengan mengenggam jaketnya.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 20 poin.


Poin Anda menjadi 160 poin.


"Sejak insiden penyerangan di istana negara itu, sepertinya sistem tidak ada memberiku misi yang berat lagi," ujar Sultan dalam hati. Ia segera masuk ke ruangan dan ternyata pelajaran sudah selesai.


"Kamu ke kamar mandinya ngapain aja sih?" Tanya Tedi yang sudah menenteng tasnya.


"Oh ada urusan," jawab Sultan ngasal.


"Eleh Urusan? Urusanmu paling berantem," jawab Tedi mencibir.


"Hehehe...," Sultan nyengir.


"Ayo kita lanjutkan lagi balapan yang terhenti kemaren," ajak Tedi.


"Ayo," jawab Sultan.


Brum brum brum...


Sultan dan Tedi balapan di jalanan, mereka beriringan dan mereka harus melaju atau memelankan mobilnya jika ada mobil yang lewat.


Akhirnya sampai di persimpangan dan mereka berhenti, tentu saja Sultan yang menang karena mobilnya di kendalikan sistem.

__ADS_1


"Hahaha, bagaimana? Apa mau balapan lagi?" ejek Sultan.


"Ya wajar saja, mobilmu sama lajunya dengan mobil balap," ujar Tedi tak menerima kekalahannya.


Peringatan! Peringatan!


Ada musuh.


Sultan melirik kiri dan kanan, ternyata ada sekelompok preman jalanan mendatangi mereka berdua.


"Keren nih mobilnya," ujar salah satu preman itu melirik mobil Sultan.


"Ya kerenlah, 'Kan mobil edisi terbatas," sahut Tedi sombong.


"Oh edisi terbatasnya," ujar mereka mengangguk-angguk, Sultan dalam mode waspada.


"Aku punya pilihan untuk kalian berdua," ujar pria itu menyender di mobil Sultan.


"Tinggalkan mobilnya atau kalian mati," ujar pria itu percaya diri.


"Heh! Sudah ku duga, kalian para penjahat ini pada ngak kreatif ya dalam mencari kata-kata," ujar Sultan mencibir.


"Jika sudah tau kami penjahat, jadi ikuti kata-kataku," jawabnya.


"Wah bakalan ada pertarungan nih," ujar Tedi bertepuk tangan bersemangat, Sultan menatap tajam ke arah Tedi, Tedi langsung menutup mulutnya.


"Kalian berdua ingin melawan kami 10 orang ini? Apa kalian lebih sayang mobil ketimbang nyawa kalian?" Tanya pria itu mengejek.


"Bukan berdua, tapi dia sendiri," sahut Tedi lagi.


"Hahahahaha, yakin?... Hais kalian lebih baik pergi sebelum menyesal, lagian kalian orang kaya, kalian bisa beli lagi," ujar pria itu sambil mengelus-elus mobil Sultan.


"Kalian para penjahat ini apa tidak lelah berbuat jahat, kalau sudah tertangkap baru menangis minta maaf sama ibu kalian, mending pulang jadi anak berbakti," pesan Sultan menasehati.

__ADS_1


"Hey kurang ajar, anak kecil sepertimu malah mengajariku, sepertinya kamu minta pukul," ujarnya geram.


"Maju sini, biar ku ajari kalian cara jadi menjadi anak berbakti," tantang Sultan. Karena pria itu marah ia langsung menyerang Sultan, ia memukul Sultan namun Sultan tak bergerak, ia pukul sekali lagi tapi Sultan tak bergeming. Gantian Sultan menendangnya hingga pria itu terpental.


Mereka menyerang bersamaan, Sultan Meninju perutnya dan menendang kepalanya, ia juga mengangkat tubuhnya lalu melemparnya ke arah Tedi dan Tedi duduk di atas perut pria itu lalu meninju wajah pria itu hingga bonyok. Dua orang menangkap kedua tangan Sultan lalu Sultan salto belakang dan menarik mereka berdua dan melemparnya ke atas pohon hingga nyangkut. Sultan juga menarik kepalanya dan memutarnya hingga kepalanya puyeng dan Sultan menedang bokongnya dan ia terjatuh terjengkang.


Sultan juga menangkap 2 orang mengangkat tubuhnya lalu menghempasnya ke tanah.


"Sultan, sisanya buat aku donk," teriak Tedi mengosok-gosokkan tangannya tak sabar. Sultan menagangguk, ia pun menangkap 2 orang lagi memutarnya beberapa kali lalu melemparnya ke arah Tedi.


Bruk.


"Hehehe... kalian sudah salah mencari masalah dengan orang," ujar Tedi menghembuskan tinjunya lalu meninju ke arah wajah pria itu dan temannya yang satu lagi, Tedi menamparnya berkali-kali. Karena kelamaan, Sultan sampai ngantuk menunggu Tedi selesai menghajar mereka.


"Udah udah, ayo pulang," ajak Sultan masuk mobilnya. Tedi pun berdiri dari duduknya dari perut pria itu, saking lama di tampar, pria itu membuka mata pun udah ngak sanggup lagi.


Tedi langsung masuk mobilnya dan memutar arah dan pulang.


"Sultan, kalau ada yang beginian jangan lupakan aku ya," teriak Tedi menongolkan kepalanya dari jendela mobil.


"Jangan! Itu karena mereka ngak mengunakan senjata baru bisa kamu melawannya, kalo mereka punya senjata api, kamu terluka nanti," jawab Sultan.


"Kamu 'kan ada," jawab Tedi.


"Hey hey... aku mana bisa melindungimu setiap saat," jawab Sultan lagi. Tedi manyun.


"Ya ya, itu juga untuk kebaikkan ku juga," ujar Tedi pasrah.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2