
Sultan juga mengibaskan tangannya hingga mereka terpental, datang seseorang memakain senjata tajam yang ingin menancapkan pisau tersebut di tubuh Sultan, namun pisau itu tidak menembusnya membuat ia sangat kaget, Sultan menarik tangannya dan menekuk kebawah dan melemparnya ke atas dan menedangnya seperti menendang bola. datang yang lain menyerang Sultan, Sultan menamparnya pipinya dengan kedua tangannya lalu menendang perutnya, Sultan juga menangkap 2 orang lalu melempar ke parit, ia juga menangkap 2 orang lagi, lalu memutarnya dan melemparnya dan masuk ke kolong mobil, Sultan juga menangka 2 orang lagi memutarnya lalu melempar ke depan ketuanya.
"Kamu... kamu jangan mendekat," teriak ketuanya ke takutan. Sultan mendekatinya lalu meninju wajahnya lalu menendang kadua kakinya hingga pria itu berlutut.
Sultan mengambil kursi lalu meletakkan di depan ketua geng tersebut lalu ia duduk di atas kursi dan menaikkan kaki kanan di atas kaki kiri. Sultan memegang dagu pria itu.
"Haish... ini yang kau bilang geng cakar srigala? Geng ini lebih payah dari cakar kambing. Sungguh membuat srigala itu malu karena namanya di pakai oleh geng payah ini, aku tebak! Pasti srigala itu sedang marah dan mencari jalan menuju ke sini untuk membalas dendam," ujar Sultan melepaskan tangannya dari dagu pria itu sambil tertawa. Pria itu terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Seharusnya kau sudah berfikir akibat dari berbuat jahat, kau juga seharusnya juga sudah tau apa bila melukai orang kau juga akan terluka, yang paling di sayangkan adalah ibumu, susah payah dia melahirkanmu untuk memeperlihatkanmu dunia ini dan kau malah berbuat kejam kepada orang lain, tidak mungkin ibumu berharap kau menjadi penjahatkan? Apa sudah minta izin kau sama ibumu menjadi penjahat? Haish... jika kau tidak bisa membahagiakan dia, setidaknya jangan menyusahkan dia," pesan Sultan melipat tangannya.
"Ibuku sudah mati," jawabnya ketus.
"Dia sudah mati bukan berarti dia tak ada kau bisa jadi seenaknya berbuat yang kau mau di dunia ini, aku beri tahu ya, ibumu sedang melihat mu di sini, pasti ia sangat menyesal sudah melahirkanmu, bisa jadi aku datang karena perintah ibumu untuk menghukummu, pulang dan pergi ke makam ibumu, minta maaf denganya dan bubarkan geng yang payah ini, jika kau masih melanjutkan kejahatan ini bisa saja malaikat dari neraka sendiri yang datang menghukummu dan itu sangat sakit dari apa yang aku lakukan padamu hari ini," ujar Sultan menakuti.
__ADS_1
"Sebagai perminta maafanmu kepada temanku, kau harus meyerahkan CAMP ini kepada temanku atau aku menendangmu sampai neraka ke 7, pulang sana Ibumu pasti sudah menunggumu di tempat peristirahat terakhirnya menunggu kau meminta maaf padanya," usir Sultan.
"Huhuhuhu Ibuuuuuuu... aku minta maaf," teriak pria itu menagis sambil berlari entah kemana.
Sultan menepuk jidatnya sembari memutar bola matanya.
"Astaga, pria cengeng seperti itu saja bisa jadi ketua dan punya banyak anak buah dan aku? Haish... sudahlah, CAMP ini hadiah untuk Tedi agar dia cepat sembuh jika suasana hatinya baik," ujar Sultan mengangguk angguk.
Misi selesai.
Anda mendapatkan 40 poin.
Poin Anda menjadi 200 poin.
__ADS_1
Sultan menulis pesan di CAMP tersebut.
(Ketua kalian sudah pergi dan menyerahkan CAMP ini kepada temanku, lebih baik kalian cepat pergi atau kalian ku kuburkan di sini)
Sultan pun pergi masuk ke mobilnya, jika para anak buah preman itu bangun mereka akan membacanya nanti.
Mobil Sultan melaju di jalanan dan ia mampir di sebuah tempat.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH.
TERIMA KASIH
__ADS_1