System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 154


__ADS_3

"Baiklah semuanya sudah beres?" ucap Hen.


"Terima kasih banyak," ujar Sultan menyalami notaris itu dan memasukkan uangnya kedalam kantong sakunya sebanyak 5 juta.


"Terima kasih kembali Tuan," ucap Hen tersenyum.


"Silakan di ambil uangnya," ucap Sultan.


Mereka berdua mengambil uangnya. "Tolong Sinta ambilkan tas saya," ucap teman pria itu kepada karyawan hotel.


"Siapa yang menyuruhmu untuk menyuruhnya, dia adalah karyawan saya sekarang, kamu bisa ambil sendiri," ucap Sultan.


"Maaf Tuan," ucap pria itu menundukan kepalanya dan berlari mengambil tasnya.


Mereka berdua pun memboyong uang tersebut masuk ke mobilnya untuk langsung menuju bank.


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 1.000.005.000.000.


Sisa hadiah Anda 3.999.340.000.000.


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 30 poin.


Poin Anda menjadi 50 poin

__ADS_1


Selamat Anda mendapatkan 1 triliun


Hadiah Anda menjadi 4.999.340.000.000


"Kalian semua sudah menjadi karyawanku, aku harap kerja sama semuanya," ucap Sultan.


"Baik Tuan," ucap karyawan tersebut.


"Pak Hen selain menjadi notaris apa pekerjaan Anda?" tanya Sultan.


"Tidak ada," Jawab pak Hen mengelengkan kepalanya.


"Jika begitu, aku minta kepada pak Hen untuk menjadi pengurus hotel ini dan juga Ibu saya dan Qayla juga ikut mengurusnya, tapi pak Hen khusus di hotel ini, semua kerja mereka pantaukan dan juga termasuk laporannya, masalah gaji, pak Hen tak perlu khawatir ya," ucap Sultan menepuk punda pak Hen.


"Baiklah, Terima kasih ya atas pekerjaannya, saya akan bekerja semampunya," ucap Pak Hen dengan senyum yang mengembang.


"Ya sama-sama, untuk sementara aku dan Ibuku tidur di sini sebelum rumah kami selesai, jadi jangan sungkan-sungkan ya," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu, aku ke atas dulu," ucap Sultan.


"Ya Tuan silakan," jawab pak Hen.


Sultan kembali ke kamarnya dan berganti pakaian dan kemudian ia turun kembali.


"Ibu, ayo kita pergi makan," ajak Sultan.


"Dari di tungguin dan kamu malah ikut drama," ucap Ibu bercanda.


"Ayolah Ibu, itu bukan drama, Ibu lihatkan , kita sekarang semakin kaya, Ibu senengkan?" tanya Sultan merangkul pundak Ibunya.

__ADS_1


"Iya, setidaknya kita tak hidup sulit seperti duluu lagi," jawab Ibu menghela nafas.


Mereka masuk mobil dan Sultan melajukan mobilnya menuju restoran mewah.


"Di sini Ibu mau?" tanya Sultan berhenti di salah satu restoran mewah.


"Ya udah, kita di sini saja," jawab Ibu.


Akhirnya Sultan dan Ibunya turun dari mobil memilih makan di restoran yang Sultan pilih.


"Silakan di pesan Tuan, Nyonya," ujar pelayan restoran memberikan buku menu.


"Ibu mau pesan apa?" tanya Sultan melihat buku menunya.


"Kamu pilih yang mana?" Ibu balik bertanya.


"Aku pesan steak sapi premium dessert box rasa coklat sama minumannya teh hijau," ucap Sultan.


"Ibu juga sama," ucap Ibu.


"Eh mana boleh sama, Ibu nggak boleh makan daging sapi, nanti kolesterol," ucap Sultan bercanda.


"Mana ada ibu kolesterol, ya udah pesan yang tadi aja, nggak usah dengar lawak bocel satu ini," ucap Ibu kepada pelayan.


"Baik Nyonya," ucap pelayan itu tersenyum melihat tingkah 2 beranak itu.


Sultan dan Ibu pun menunggu makanan datang, Tiba-tiba masuk seorang gadis dan 2 orang temannya.


"Heh Sultan, kamu jalannya sama emak-emak," ucap gadis itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2