
"Tuan, Nona, air panasnya sudah selesai, silakan Anda mandi," ucap Han.
"Baiklah, terima kasih Han," ucap Sultan.
"Sama-sama Tuan," ucap Han menundukkan kepala.
Sultan dan Qayla masuk ke kamarnya masing-masing yang di temani oleh pegawai lain dengan membawa handuk yang super lembut.
Sultan berendam di bak air hangat sambil memainkan ponselnya.
"Oh ini adalah rumah sakit terbesar di Amerika, bagaimana jika Ayah dan ibu pergi di sana saja untuk perawatan, setelah sembuh, mereka bisa jalan-jalan untuk menghilangkan suntuk," ucap Sultan.
Sultan pun menghubungi nomor yang tertera di sana.
"Hallo," sapa seorang pegawai dari rumah sakit tersebut.
"Astaga, baru aku ingat, mereka menggunakam bahasa inggris," ucap Sultan dalam hati.
"What i can help you?" tanya suster itu.
"Wait," jawab Sultan.
"Gunakan poin untuk lancar berbahasa inggris"
Memindai...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
__ADS_1
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
Ting ting
Poin Anda di kurang 100 poin
Sisa poin Anda 1170 poin.
"Halo, ada yang bisa saya bantu?" tanya suster itu lagi.
"Oh tentu, apakah ini dari rumah sakit besar di Amerika?" tanya Sultan.
"Benar sekali, Ada yang bisa saya vabtu Tuan?" suster itu mengulang pertanyaannya.
"Ayah saya sedang sakit dan sekarang kami berada di indonesia, bisakah kalian meluangkan waktu untuk menjemputnya, tenang saja, aku akan membayarnya 2x lipat," ucap Sultan.
"Tunggu sebentar ya Tuan, saya akan memanggil kepala rumah sakit, mohon jangan di tutup dulu," ucap suster itu.
"Baiklah," jawab Sultan menunggu.
"Halo, ada yang bisa saya bantu?" kali ini suara pria.
__ADS_1
"Apa Anda kepala rumahbsakit terbesar di amerika?" tanya Sultan.
"Yap Anda benar," jawab dokter itu.
"Saya mohon bantuan Anda, bisakah Anda menjemput Ayah saya yang sekarang berada di indonesia, tubuh Ayah lemah, kira-kira pengobatan apa yang cocok untuk Ayah Saya?" tanya Sultan.
"Eum... begini, masalah pengobatannya nanti kami sesuaikan dengan penyakitnya dan cara menjemputnya kami ada ambulan berupa pesawat terbang untuk menjemput pasien di luar negeri, biaya penjemputan dari indonesia ke amerika itu berkisaran 300.000.000.000 dan untuk biaya pengobatannya nanti kita bicarakan setelah sampai di sini," ucap dokter itu menjelaskan.
"Hm... kira-kira, kapan pihak rumah sakit bisa menjemputnya?" tanya Sultan.
"Anda bisa menjadwalkan sendiri," ucap dokter itu lagi.
"Bagaimana jika 2 hari lagi," ujar Sultan memastikan.
"Baiklah, kami akan memepersiapkan pesawatnya dan Anda juga mempersiapkan segala sesuatu untuk pasien, jika begitu terima kasih sudah mempercayakan rumah sakit kami untuk pengobatan Ayah Tuan," ucap dokter itu tersenyum.
"Terima kasih kembali dokter," ucap Sultan.
Mereka pun sama-sama menutup panggilannya.
"Ayahkan seorang ilmuan, pasti dia bisa bahasa inggris, jadi aku tidak perlu khawatir mencarikan penerjamahnya," ucap Sultan merendamkan tubuhnya dan menutupkan matanya.
xxx
Keesokkan harinya.
"Ayo Sultan Qayla, sarapan pagi dulu," ajak Ibu.
"Ya ibu," angguk Sultan yang turun dari tangga kamarnya.
Qayla juga keluar dari kamarnya dan ikut duduk bersama keluarga Sultan.
"Ayah, 2 hari lagi kalian berdua berangkat ke amerika untuk pengobatan ya, aku sudah menghubungi kepala rumah sakit terbesar di amerika dan mereka akan menjemput dengan pesawat ambulan mereka, masalah biaya pengobatan, kalian jangan khawatirnya, aku sudah menyediakannya dan juga ibu bersiap-siaplah apa saja yang perlu di bawa, jika Ayah sudah sembuh, Ayah bisa membawa ibu jalan-jalan," jelas Sultan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH