
Mereka pun masuk ke dalam hotel bersama-sama.
Di dalam hotel sudah ramai yang datang, untung saja hotelnya besar, bisa menampung 2000 orang.
"Baiklah Berhubungan Tuan pembuat acaranya sudah sampai mari kita sambut Tuan Sultan dan Nona Qayla," ucap Tedi.
Semua pun bertepuk tangan dengan meriah.
Sultan dan Qayla maju kedepan.
"Terima kasih semuanya sudah hadir di malam bahagia ini, malam yang penuh ceria, aku sengaja mengundang kalian semua, sebagai saksi Qayla adalah kekasihku. Dan malam ini aku akan meresmikan hubungan kami yaitu aku ingin melamarnya," ucap Sultan.
Qayla langsung terbelalak.
Sultan berlutut di hadapan Qayla sambil membukakan kotak cincin yang ia beli tadi.
"Kita Sudah lama bersama, di malam ini aku ingin melamarmu di depan semua orang, di depan orang tuaku dan orang tuamu, sudikah kamu menikah denganku?" tanya Sultan penuh harap.
Semua orang bersorak. "Terima, Terima, Terima," teriak mereka.
"Aku... tidak...menolak," ucap Qayla.
Terdengar suara gemuruh tepuk tangan dengan meriah.
Sultan dan Qayla bertukar cincin dan Sultan memakaikan kalung berlian untuk Qayla.
"Makasih ya sayang," ucap Qayla.
__ADS_1
Sarah merasa sakit ia pun langsung keluar dari hotel tersebut dengan berlinangan air mata.
Ia terus berlari dan berlari. "Sultan kamu jahaat! Kamu sangat jahattt!" teriak Sarah menangis.
Aurora juga merasa sangat sedih. "Ya sudahlah, dia sudah temukan jodohnya," ucap Aurora dan ia juga keluar dari gedung tersebut dan menuju mobilnya.
Aurora pun pergi pulang menuju taman dan duduk di sana, untuk menghilangkan kekecewaan di hatinya.
"Aku tahu Sultan memang tak pernah memberiku harapan, tapi aku yang terlalu sangat berharap padanya, dan pada akhirnya aku juga yang merasa sakit," ucap Aurora sedih.
Kini resmi Sultan dan Qayla bertunangan.
"Acara selanjutnya makaaaaann!" teriak Tedi yang sebagai pembawa acara.
Sultan dan Qayla mendekati orang tuanya dan bersungkeman.
"Ibu, Ayah, restui Qayla dan Sultan," ucap Qayla bersungkeman dengan orang Tua Sultan.
"Ayah restui, semoga kalian menjadi keluarga bahagia," ucap Ayah.
Dan Sultan juga melakukan hal yang sama dengan orang Tua Qayla.
"Mama, Papa, restui aku dan Qayla."
"Kami sangat merestuimu Nak, jangan lupa cepat-cepat beri kami cucu," ucap Mama Qayla.
"Aman Ma, akan kami gaskan," jawab Sultan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Qayla menatap tajam ke arah Sultan.
"Tenang saja, kami akan secepatnya menikah, dan memberi Mama cucu," ucap Sultan.
"Bagus, kamu emang pejantan sejati," puji Papa Qayla mengacung jempol.
"Jeff bawakan makanan untuk ke empat orangtuaku," ucap Sultan.
"Baik Tuan," angguk Jeff dan menyuruh para Karyawan lain untuk membawakan makanan untuk mereka.
Teman-teman yang lain asik dengan makan-makan dan mengobrol dengan teman-teman yang lain.
"Terima kasih ya besan sudah memilih anak kami sebagai menantu kalian, dan terima kasih juga kami jadi bagian dari keluarga kalian," ucap Mama Qayla.
"Saya sudah lama ingin mengambil Qayla menjadi menantu saya, dia sangat cantik, baik dan sangat pintar, saya juga sangat bersyukur punya menantu seperti Qayla," jawab Ibu.
"Terima kasih jika Besan menyukai Qayla, kami juga akan menganggap Sultan sebagai anak kami dan tak pilih kasih, antara Sultan dan Qayla," ucap Mama Qayla tersenyum bahagia.
"Kami juga melakukan hal sama dengan seperti yang di lakukan Besan," jawab Ibu juga
senang
AKAN SEGERA RILIS
TAPI BELUM RILIS
NANTIKAN!
__ADS_1
ANAK DARI SULTAN DAN QAYLA