
Qayla dan Sultan pun sampai di atas.
"Ayo masuk mobil sebelum mereka menyadari kita," ucap Yedi.
Yedi mencampakkan talinya dan mereka pun mengebut.
"Bukannya mobil itu berjalan pelan? Kenapa mengebut sekali?" tanya temanya.
"Mungkin matanya sudah melek," jawab temannya lagi.
"Kita kemana sekarang?" tanya Tedi.
"Kerumah baruku saja," jawab Sultan.
"Di mana?" tanya Tedi yang tidak tahu jika Sultan punya rumah baru.
"Di perumahan putri mayang sari," jawab Sultan
Tedi membawa Sultan dan Qayla ke arah alamat yang di sebutkan.
Sesampainya di sana, mereka pun masuk kedalam.
"Hey Sultan, ini pintu rumahmu kenapa?" tanya Tedi heran dengan pintu yang jebol.
__ADS_1
"Tidak tahu, saat aku pulang ya pintu emang begitu, nggak tau siapa yang melakukannya, tapi yang herannya barang-barangku nggak ada yang hilang," jawab Sultan.
Qayla terdiam mendengar ucapan Sultan dan tetap mengikutinya dari belakang.
Mereka pun duduk di sofa.
"Qayla kamu mau minum apa?" tanya Sultan.
"Air putih aja," jawab Qayla menunduk.
"Tedi ambilkan air minum untuk Qayla," ucap Sultan.
"Ye... kan kamu tuan rumahnya, masa tamu yang di suruh," ucap Tedi namun ia tetap saja melakukannya dan mengambil 1 teko air dan 3 gelas dan meletakkannya di atas meja.
"Ayo di minum Qayla," ucap Tedi menuangkan air ke dalam gelas.
"Itu... " ucapan Qayla berhenti.
"Ada apa?" tanya Sultan mengangkat alisnya dan Tedi juga penasaran menunggu apa yang di katakan Qayla.
"Sebenarnya, yang menendang pintu itu aku," jawab Qayla.
"Ha?" Tedi dan Sultan bingung.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya?" tanya Sultan.
"Di malam acara hotelmu, aku sudah mencarimu ke mana-mana dan saat sampai di rumah ini, aku pikir kau pasti di rumah ini tertidur dan mengunci pintunya, karena tak bisa di buka jadi aku menendangnya dan tetap saja kau tidak ada di rumah," jawab Qayla menundukkan kepalanya.
Sultan menarik nafas panjang lalu menghempaskannya. "Ya udah nggak apa-apa, besok aku akan telpon orang untuk memperbaikinya," ucap Sultan.
"Oke kembali kepermasalahannya, kenapa kalian jatuh ke jurang itu, tidak mungkinkan kalian berdua mencoba untuk mati bersama?" tanya Tedi.
"Hey! orang gila yang ingin mati di sana," jawab Sultan.
"Lalu kenapa kalian bisa di dasar jurang itu?" tanya Tedi penasaran.
"Tidak tau siapa yang melakukannya dan kenapa ia sangat ingin membunuhku, saat kami pulang 3 mobil kontiner datang mengepung dari belakang depan dan samping, yang satunya mendorong dari belakang, yang di depan menancapkan besi tajam dan di samping menyerempet mobilku dan ketika ada waktu kami terjun dan mobilku tiba-tiba meledak, entah mereka meletakkan sesuatu sehingga mobilku bisa meledak, aku untuk sementara akan memakai penyamaran dan tidak berkuliah dulu, tolong pesankan dengan Aurora dan juga minta dia cek lokasi kejadian tadi lewat komputernya, apa ada masalah di sana," ucap Sultan.
"Baiklah aku mengerti, jadi bagaimana dengan Qayla?" tanya Tedi.
"Untuk Qayla sementara kamu di rumah ya, kontrol perusahaan lewat sekretaris saja, suruh mereka datang dan itu pun jangan di waktu siang, malah hari saja, berjaga-jaga agar mereka tidak di ketahui," ucap Sultan.
"Iya Sultan," angguk Qayla menurut.
"Jadi setelah agak pagi, Tedi tolong belikan aku sebuah penyamaran wajah yang terbuat dari karet, kulit palsu untukku," ucap Sultan.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih