System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 135


__ADS_3

Sultan memutar mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan markasnya.


"Aku sepetinya harus mendesain bentuk mobil lagi nih, jika mobil ini ku bawa ke markas bisa ketahuan," ujar Sultan.


SULTAN


(Sistem, aku ingin mobil ini bisa berubah bentuk seperti yang aku inginkan)


SISTEM


(Baik Tuan)


Ting ting


Perubahan bentuk.


Loading...


Memuat...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...

__ADS_1


Selesai.


Ting ting Poin Anda di potong 100 poin.


Sisa Poin Anda 190 poin.


Sultan menyentuh layar yang secara otomatis terprogram di layar monitor canggih yang terpasang mobilnya oleh sistem.


Mobilnya pun jadi berubah bentuk menjadi mobil Fortuner dan juga ada pilihan warna di sana.


"Wah, ini keren banget," ucap Sultan mengangguk-angguk.


Mobil Sultan melaju di jalanan menuju rumahnya.


"Sultan, kamu dari mana saja, jam segini baru pulang?" tanya ibu ketika Sultan sampai kerumah setelah malam tiba.


"Oh, aku ada urusan sedikit, Oh ya Ibu, aku ada rencana mau merenovasi rumah ini menjadi lebih mewah dan kokoh jika suatu saat nanti ada penyerangan," ucap Sultan.


"Penyerangan? Apa maksudmu?" tanya Ibu curiga.


"Bukan apa-apa, Oh ya Pak Man kan dia tukang bangunan, jadi suruh dia yang merenovasinya mulai besok," ucap Sultan.


"Ya udah, besok ibu ke rumahnya, dan kamu nggak makan dulu?" tanya Ibu.


Setelah itu ia masuk kamar dan mengeluarkan kotak hitam dari bajunya dan ia segera masuk ke kamar mandi.


"Aku sudah jadi ketua di sana, sedikit lagi aku akan bisa mencari tahu rahasia organisasi hitam itu," Ucap Sultan mengangguk-angguk.


Sultan membuka kotak hitam kecil yang sempat ia ambil tadi.


"Apa ini?" tanya Sultan ketika melihat isi dalamnya adalah sebuah black card.


Sultan memasukkannya ke dalam flash disk dan melihat isi data di sana.


"Ini sepertinya data orang-orang yang bertarung tadi. Ups tunggu sebentar, ini bukannya pria yang berantem dengan ku tadi, kenapa ada dia di data mereka?" tanya Sultan setelah mendapati rahasia tersebut.


Sultan melacak data dirinya yang ternyata dia adalah pengkhiatan dari kelompok yang di basmi tadi, ia berkhianat karena ingin mendapatkan posisi ketua. Sayangnya ia tidak mendapatkannya, karena ketua organisasi itu tidak mungkin menjadikan pengkhianat menjadi ketua, sekali berkhianat, suatu saat nanti mungkin saja dia juga akan berkhianat. Ketua sengaja tidak membunuhnya karena ia di jadikan umpan jika ia akan berkhianat di organisasi itu.


"Haishh... sayang sekalinya, nasibnya nggak mujur, pantas saja saat aku di tunjuk menjadi ketua dia sangat marah, ternyata dia yang mengicarnya terlebih dahulu, tapi data ini apa dia mengetahuinya nggak ya?" tanya Sultan mengaruk-garuk dagunya yang tidak gatal.


Sultan kembali melihatnya mendetil lagi, ternyata memori cardnya mau di kirim kepadanya setelah suatu proyek mereka selesai.

__ADS_1


"Haish... sayang sekali, kelompok mereka sudah binasa sebelum sempat di kirim, ya sudah, aku simpan saja dulu benda ini," ucap Sultan mencabut flash disknya dan menyimpannya.


Ia pun merebahkan tubuhnya yang lelah itu.


xxx


Ke esokan paginya.


"Sultan, Ibu mau ke tempat pak Man dulu ya," ujar ibu.


"Ya Bu," ucap Sultan, ia bersiap berangkat kuliah seperti biasanya.


Ibu pun pergi rumah pak Man.


Tak lama kemudian Tedi datang mengunakan mobil kesayanhannya.


"Hey, kemaren kok kamu nggak dateng kuliah?" tanya Tedi.


"Iya, aku pergi ke kota J," jawab Sultan yang sedang mengenakan sepatunya.


"Wiiih... kamu ke sana kok nggak ngajak-ngajak, bersenang-senang sendirian," ucap Tedi mencibir.


"Hey... aku itu bukan pergi bersenang-senang, untung saja kamu tidak ikut, kalo tidak bisa mati terbunuh dan aku juga nggak bisa melindungimu," ucap Sultan.


"Emangnya apa yang terjadi?" tanya Tedi penasaran.


"Kemaren terjadi perang, aku mereka anggap sebagai kelompok mereka setelah aku membantai kelompoknya dan aku mengatakan jika merek di bantai orang lain, dan aku di agkat jadi ketua karena sudah menyelamatkan ketuanya. Sayangnya aku hanya ketemu dengan ketuanya saja, sepertinya bertemu dengan kepala organisasinya pasti sangat sulit," ujar Sultan.


"Wihhh, hebat kamu, tapi jika kamu membantai lagi, ketua itu pasti akan curiga," ucap Tedi.


"Akan aku pikirkan cara untuk memusnahkan mereka tanpa ketahuan," ucap Sultan yakin. "Ya sudah, yuk ke kampus," ajak Sultan.


"Ya udah," angguk Tedi setuju dan mereka pun masuk mobil.


Sultan mengantikan mobil Sportnya menjadi mobil lamborghini.


"Eh, kemana Sultan tadi, cepat banget perginya?" tanya Tedi kehilangan mobil Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2