System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 199


__ADS_3

"Baiklah, Ibu akan menurut jika ini yang terbaik untuk Ayah, kamu juga jaga diri baik-baik, ibu nggak tau kapan bisa pulang lagi ke sini," pesan Ibu.


"Ah, aku baik-baik saja Ibu, ibu nggak perlu khawatir," ucap Sultan tertsenyum.


"Iya Ibu, Sultan sudah dewasa, dia sudah pasti tau apa yang harus ia lakukan," sahut Ayah.


"Ibu, Ayah, aku pamit kuliah dulu ya," pamit Sultan mencium kedua tangan orang tuanya.


"Ya, belajar yang rajin ya," ucap Ayah.


"Ya Ayah, ayo Qayla aku antarkan kamu pulang," ajak Sultan yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


"Tante, Om Qayla pamit pulang ya," ujar Qayla.


"Iya, hati-hati ya," ucap Ibu.


Mereka pun menuju mobil Sultan dan mereka pun pergi.


Ting ting


Misi level A


2 orang adik kakak berebut mainan 200 meter dari tempat.


Hadiah 10 poin.


Hadiah 500.000.000.000.

__ADS_1


Sultan memelankan mobilnya dan terlihat 2 orang anak-anak yang sedang menangis berebut mainan.


Sultan memberhentikan mobilnya dan ia pun keluar dari mobil.


"Eum...," Sultan binggung mau memulainya dari mana.


"Ini punyaku, kembalikan!" teriak anak itu menangis.


"Ini punyaku," jawab si kakak menarik mainannya.


"Adek-adek yang manis jangan rebutan mainan ya, kakak belikan mainan yang baru ya, tapi kalian jangan rebutan lagi ya," pujuk Sultan.


"Nggak mau, aku mau yang ini," jawab si adek.


"Aku mau yang ini," ujar si kakak tak mau mengalah karena mereka kembar.


Qayla pum turun dari mobil menghampirinya.


"Ayo kita ke sana yuk, kalian mau beli apa, nanti kakak belikan semua," ucap Sultan.


"Horeeee," teriak mereka kesenangan dan melepaskan mainan yang mereka rebut tadi lalu berlari menuju toko mainannya.


"Hey kalian, ingin menculik anakku ya," tuduh salah seorang ibu membawa sapu lidi.


"Eh nggak Bu, kami justru ingin membelikan mereka mainan ketimbang mereka menangia rebutan di pinggir jalan, kan malu di lihat orang," ucap Sultan menenangkan.


"Kalian pasti bohong, setelah kalian membelikan mainan setelah itu kalian membawanya kabur," ucap ibu itu menatap tajam ke arah Sultan dan Qayla.

__ADS_1


"Ya sudah Sultan, untuk apa kamu peduli dengan anak kecil yang punya ibu galak seperti dia, lebih baik tinggalkan saja mereka, kalo mereka berantem teruskan lama-lama mereka ketengah jalan terus di tabrak mobil," ucap Qayla mengerdipkan matanya sebelah ke arah Sultan.


"Oh iya bener juga, buat apa berbuat baik tapi nggak di hargai," ucap Sultan mencibir.


"Eh baiklah, baiklah, kita ke toko mainan sekarang," ucap Ibu itu menurut.


Mereka pun menuju toko mainannya.


Ibu itu tidak segan-segan mengambilkan mainan yang mahal-mahal dan memasukkan ke dalam keranjang.


"Ehm.. Buk, yang mainkan bukan ibu, kenapa ibu yang milih?" tanya Sultan.


"Kan kamu bilang biar anak-anak ini tidak bertengkar lagi bertengkar lagi, makanya saya pilih untuk mereka," ucap Ibu itu.


"Yerserahlah, yang penting jangan sampai 500.000.000.000." ujar Sultan pasrah.


Ibu itu pun membawa keranjang mainan belum lagi yang di bawa oleh 2 orang anak-anak itu.


"Semuanya 10.000.000 Buk," ucap pegawai toko itu setelah menghitungnya.


"Apa!!!" ibu itu sangat terkejut.


Sultan membayarnya uang senilai 10 juta.


Sultan dan Qayla kembali masuk mobilnya dan pergi meninggalkan toko mainannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2