
Mereka pun melanjutkan perjalanannya dan tak lama sampaila di rumah.
"Sultan udah pulang tuh," ujar Ibu Sultan menunjuk ke arah mobil kepada tamunya.
"Oh iya," jawab Michela senang. Namun kesenangan tidak berlangsung lama karena ia melihat Sultan bersama seorang gadis.
"Eh siapa itu?" tanya ibu tersenyum.
"Eh ini Qayla partner perusahaan, jadi Qayla ini ibu aku jadi nanti kalian bekerja sama ya," ucap Sultan.
"Qayla," ucap Qayla sembari menyalami tangan ibu Sultan. Michela hanya terdiam sseperti ia tidak di pedulikan.
"Mari duduk Nak Qayla, di sini juga ada tamu," ujar ibu mempersilakan.
"Terima kasih Tante," jawab Qayla tersenyum dan duduk di samping Michela.
"Michela datang juga?" tanya Sultan. Michela hanya mengangguk tersenyum tipis. Sepertinya ia sangat terganggu atas kedatangan Qayla.
"Ya udah aku mandi dulu ya, tadi habis nangkep ayam hehehe... kamu mandi juga nggak Qayla?" tanya Sultan melihat ke arah Qayla.
"Nggak lah, kan kamu yang nangkep ayamnya bukan aku," jawab Qayla tertawa kecil. Michela memutar bola matanya tidak suka melihat keakraban Sultan dan Qayla.
"Ya udah aku pergi dulu," ujar Sultan menuju kamarnya. Sebelum mandi Sultan duduk di atas sofa dalam kamarnya.
SULTAN
(Poinku sudah mencukupi untuk menukarkan dengan program sistem kekayaan)
SISTEM
(Baik Tuan Sistem akan menganaliskan)
Pembaharuan program Sistem...
Loding...
Proses...
Mulai...
10%..
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%..
100%...
Selesai.
Anda sekarang bisa menikmati program sistem kekayaan baru.
Sisa Poin Anda menjadi 20 poin.
SISTEM
(Selamat Tuan)
__ADS_1
SULTAN
(Terima kasih)
Sultan pun masuk ke kamar mandi dan bersih-bersih.
Qayla melihat semua isi rumah Sultan sambil mengangguk-angguk.
"Nak Qayla mau minum apa? Biar Tante buatkan," tanya Ibu Sultan.
"Nggak usah Tante, tadi juga di rumah Sultan dateng ke rumah kami udah minum-minum sama Papa sebelum berangkat ke sini," tolak Qayla halus.
"Oh," ujar ibu Sultan mengangguk-angguk.
"Untuk apa Sultan ke rumahnya?" tanya Michela di dalam hatinya dengan wajah tak senang.
"Nak Qayla udah lama kenal dengan Sultan?" tanya ibu.
"Belum juga sih, cuma beberapa hari pas dateng ke perusahaannya dan ingin mengajaknya kerja sama," jawab Qayla tersenyum.
"Oh begitu ya, jika kamu ngerti tolong ajari Tante ya, Tante nggak paham mengurus perusahaan, Sultan malah maksa biar Tante yang urus," ujar Ibu Sultan juga tersenyum.
"Iya Tante pasti," jawab Qayla. "Eh ngomong-ngomong kita belum kenalan," ucap Qayla kepada Michela sambil mengulurkan tangannya.
Dengan terpaksa Michela membalas jabatan tangan Qayla. "Michela," ucapnya singkat.
"Qayla," ucap Qayla tersenyum ramah. Michela langsung melepaskan pegangan tangan Qayla.
"Ngomong-ngomong kamu siapanya Sultan? Pacar? Atau teman?" tanya Qayla penasaran.
Michela terdiam sesaat, meskipun ia sering berbicara dengan Sultan namun itu hanya pembicaraan formal dan tidak ada membicarakan tentang perasaan. "Hanya teman kampus," jawab Michela dengan wajah masam.
"Oh," ujar Qayla mengangguk-angguk.
"Maaf menunggu lama," ujar Sultan keluar dari kamarnya, ia tampak keren dengan baju jaket garis putih navi dengan celana jins hitam pas di bodynya dengan gaya rambut belah samping dan poni naik ke atas.
"Oh ya bagaimana jika kita keluar main-main," saran Sultan.
"Boleh juga," angguk Qayla.
"Ayo Ibu siap-siap kita pergi main di taman hiburan," ajak Sultan.
"Ibu nggak ikut deh, bentar lagi ibu-ibu arisan komplek dateng ke rumah," tolak ibu.
"Hm... mentang-mentang udah punya teman, anak di lupain," ujar Sultan mencibir.
"Bukan gitu Sultan, kan kamu udah ada yang nemenin juga, nanti malah ganggu," jawab ibu balas mencibir.
"Ibu... jangan becanda deh," ucap Sultan. "Ayo Michela ikut juga," ajak Sultan. Michela mengangguk pelan.
"Ya udah Bu, kami pamit dulu," ucap Sultan menyalami tangan ibunya.
"Ya kalian hati-hati," pesan ibu.
Mereka bertiga pun menuju ke arah mobil Sultan. Qayla duduk di samping Sultan dan dengan lemesnya Michela duduk di kursi belakang sendirian.
Sultan pun melaju di jalanan menuju kentaman hiburan.
Sultan pun segera menelpon Tedi
Tuuut!
Tuuut!
Tuuuut!
"Halo," jawab Tedi.
"Kamu di mana?" tanya Sultan.
__ADS_1
"Di rumah, kenapa?"
"Tadi kenapa kamu nggak kuliah?"
"Aku tadi sakit perut," jawab Tedi.
"Jadi sekarang masih sakit?" tanya Sultan lagi.
"Udah agak mendingan," jawab Tedi dengan suara agak lemes yang sengaja di buat-buat.
"Kalo kamu sakit ya udahlah, rencananya mau ngajak kamu ke taman hiburan sama Qayla dan Michela," ujar Sultan memancing.
"Eh aku ikut, aku ikut, udah nggak sakit lagi kok, di mana alamatnya?" tanya Tedi yang langsung segar bugar.
"Ternyata, kirain sakit beneran, aku share lokasinya, cepat ya," pesan Sultan.
"Oke! Oke! Aku siap-siap sekarang." jawab Tedi yang langsung mematikan panggilannya dan tunggang langgang masuk ke kamar mandi.
Tak lama kemudian, mereka sampai di taman bermain tapi bukan taman hiburan yang waktu itu, mereka cari tempat yang lain dan Sultan langsung mengirim lokasinya.
"Ayo kalian mau main apa?" tanya Sultan kepada ke dua gadis tersebut.
"Bagaimana main komedi putar aja," ajak Qayla.
"Ya udah, sambil nunggu Tedi dateng," ajak Sultan juga.
Sultan membeli tiket untuk mereka bertiga dan pas giliran mereka, mereka pun naik.
"Wah seru juga ya, aku belum pernah naik komedi putar sebelumnya," ucap Qayla di depan Sultan.
"Aku juga belum pernah, dulu aku hidupnya miskin jadi tidak punya waktu dan uang untul bermain taman hiburan ini," jawab Sultan.
Mendengar ucapan Sultan, Michela jadi tertegun karena awalnya ia sempat mencurigai Sultan.
"Oh ya, tapi sekarang kamu udah kaya raya sekarang," ujar Qayla.
"Ya itu lah, hidup siapa yang tahu," jawab Sultan.
Tak lama kemudian Tedi pun sampai. "Hey di mana kalian!" teriakTedi.
"Kami di sini," jawab Sultan melambaikan tangan.
"Asem, kalian main kok nggak ajak-ajak, main pergi duluan aja," omel Tedi.
Ting ting
Misi level D
Menyelamatkan seseorang di komedi putar yang talinya putus.
[Hadiah 40 poin]
[Hadiah 40.000.000]
"Kalian tetap di sini, jangan ikut terjun," pesan Sultan kepada Qayla dan Michela.
"Kenapa?" tanya Michela.
"Pokoknya ikut saja apa kataku," jawab Sultan yang tiba-tiba saja melopat dari komedi putarnya. Tubuh Sultan pun mengelinding di rerumputan kemudian ia bangun dan meneliti tali siapa yang akan putus agar ia bersiap siaga
Setelah di perhatikan tidak ada tanda-tandatali yang akan putus, tapi tiba-tiba tali tepat di duduki Qayla putus.
"Aaaaaaa...," jerit Qayla. Sultan pun berlari dan dan segera menyambut tubuh Qayla yang terlempar.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1