
"Apa'an?" tanya Sultan penasaran.
"Ya udah kita bicara di luar aja," ajak Tedi menarik tangan Sultan keluar rumahnya.
"Ibu mana?" tanya Sultan ketika melihat ibunya tidaka da di sofa.
"Dia udah tidur," ucap Tedi.
"Ya udah kalo begitu kita bicara di mobil saja, aku juga ada keperluan," ucap Sultan masuk mobilnya dan Tedi juga masuk mobil Sultan.
Sultan melajukan mobilnya di jalanan menuju jalan mahoni.
"Apa yang terjadi?" tanya Sultan.
"Ini masalah markas, kemaren aku datang, dan mereka kekurangan uang," ucap Tedi.
"Oh masalah itu, ya udah kita pergi dulu permasalahanku saja," ucap Sultan melaju.
Tak Berapa lama sampailah mereka di tempat tujuannya.
"Di sini nih tempatnya," ucap Sultan keluar dari mobilnya.
"Ada apaan?" tanya Tedi.
"Biasalah, babi ngepet," ucap Sultan berjalan di kegelapan.
Sultan melihat dengan mata tembus pandangnya dan terlihat 2 orang pria menyongkel pintu belakang mengunakan ghodam.
"Di sana mereka rupanya," ucap Sultan lari menuju arah pencuri itu lalu menarik kerah baju kedua orang itu ke tempat jauh dari rumah tersebut.
"Kalian mau mencuri emangnya sudah izin sama pemilik rumah," tanya Sultan mengangakat kedua pria cungkring itu.
Mereka saling berpandangan satu sama lain. "Mana ada mencuri pake acara minta ijin," jawab perampok itu.
"Nah itu dia, kalo belum di beri izin kalian jangam sembarangan ambil barang yang bukan milik kalian," ucap Sultan melempar kedua pria itu ke batang pohon besar.
__ADS_1
"Aduuuuuh!" pekik mereka kesakitan sambil memegang pinggangnya yang mau patah itu.
Lagi-lagi Sultan menarik kedua pria itu lalu menghempasnya ke tanah lalu melemparnya ke atas pohon hingga keduanya nyangkut di sana.
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 20 poin.
Poin Anda menjadi 270 poin.
Selamat Anda mendapatkan 500.000.000
Hadiah Anda menjadi 3.000.500.000.000.
"Yuk kita ke markas dulu," ajak Sultan.
Mereka pun segera berangkat ke markas. Dan saat sampai di sana mereka sedang baring-baring di rumah yang berlantaikan semen.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Sultan kepada anak buaahnya.
"Kami baik-baik saja Bos besar meskipun ada sedikit perkelahian," ucap Hendri.
"Ingat ya Hendri, kamu jangan pilih kasih, karena semua yang ada di sini adalah anggotamu, kamu harus bersikap adil dan aku harap kalian tetap akur layaknya pertemanan, Oh ya kenapa kalian tidak berjaga di perusahaan?" tanya Sultan lagi.
"Maaf Tuan, kami tak punya baju formal, jika kami berjaga terlalu dekat dengan perusahaan mereka pasti menganggap kami preman tukang palak, jadi kami hanya bisa berjaga dari jauh saja," ucap Hendri.
"Maaf ya, aku yang terlalu kurang perhatian sama kalian, ya udah, aku punya 1.000.000.000.000 buat kalian beli baju, sepatu septy, merenovasi bangunan dan bagi rata gaji kalian, biar semuanya adil dan untuk gaji Hendri berikan lebih banyak karena ia lebih lelah mengatur kalian sekali gus menjadi abang kalian," ucap Sultan menyerahkan uang 1 triliun.
Mereka semua terbelalak melihat uang yang di hidup mereka tak pernah melihatnya sebanyak itu.
"Ingat! Jangan terlena dengan uangnya ini adalah gaji kalian kerja sebagai pengaman di perusahan," ucap Sultan.
"Terima kasih bos besar," ucap Hendri.
__ADS_1
"Terima kasih bis besar," ucap yang lainnya.
"Aku ingin menyampaikan jika seminggu lagi aku akan pergi ke Negara B, Tedi tolong pantau mereka ya, aku juga tidak tahu kapan akan pulang dan tolong bilang sama Aurora jika aku cuti beberapa hari, aku juga tidak tahu apa yang terjadi juga denganku, aku harap selagi aku tidak ada kalian tetap mengerjakan pekerjaan yang aku perintahkan," pesan Sultan.
"Baik Bos besar, semoga Bos besar baik-baik saja," ucap Hendri.
"Kalau begitu aku pulang dulu, ingat, kalian jangan bertengkar, yang akur," pesan Sultan.
"Baik Bos besar," ucap bawahannya.
Sultan pun melangkahkan kaki keluar dari markasnya.
Hendri dan bawahannya yang lain mengantar kepergian Sultan.
"Hendri, aku tau ini sulit bagimu, tapi aku percaya kau bisa mengatasinya dan bisa bersabar menjaga mereka, jadikan mereka seperti adik-adik kalian," ucap Sultan menepuk pundak Sultan.
"Baik Bos besar, terima kasih sudah mempercayaiku," ucap Hendri menundukan kepala.
Sultan dan Tedi pun pergi menuju mobil dan mereka pun langsung pulang karena mobil Tedi di rumah Sultan.
Ting ting
Hadiah Anda berkurang 1.000.000.000.000
Sisa hadiah Anda 2.000.500.000.000
Tak berapa lama sampai di rumah Sultan.
"Oh ya, ini 500.000.000 untukmu, tambah dengan uangmu yang waktu itu untuk bangun perusahaanmu sendiri," ucap Sultan
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1