
"Tapi tetap juga mereka tidak bersalah," ucap Papa Michela.
"Mau bersalah atau tidak, baik atau pun jahat, jika sudah mengikuti organisasi itu mereka paati di cap orang jahat karena mereka ikut melindungi kepala organisasi itu yang pastinya aku membunuh kepala organisasi itu," ucap Sultan.
Papa Michela menundukkan kepalanya. "Semua sudah berakhir sekarang ya, ya sudah kamu silakan pulang, aku ingin istirahat dulu," ucap Papa Michela berdiri dan pergi meninghalakan Sultan di sofa sendirian.
"Ada apa dengannya, siapa saudaranya?" Suktan bertanya-tanya.
Pembantu itu pun keluar sambil membawakan minuman dan kue kering di dalam napan.
"Eh Ini di minum dulu," ucap pembantu itu meletakkan napan di atas meja.
"Terima kasih Bi, saya permisi dulu," ucap Sultan pergi keluar dari dalam rumah Michela.
Sultan kembali masuk mobilnya dan menuju hotel ibunya.
"Ibu, Ayah, aku mau ngasih tau, kalau nanti dan ada pesta yang baru aku nbeli, bagaiaman apa Ayah ikut datang?" tanya Sultan.
"Sepertinya tidak Sultan, karena besok Ibu dan Ayah mau berangkat ke Amerika," ucap Ibu.
"Oh iya, aku sudah janji apa Ibu untuk memberi uang pengobatannya," ucap Sultan.
"Kalian tunggu di sini, aku ke bank sebentar untuk menukarkan uang menjadi kartu ATM," ucap Sultan buru-buru masuk mobilnya lalu masuk bank.
Sesampainya di sana, Sultan segera masuk ke bank dan meminta salah satu karyawan bank untuk menukarkan uang dengan kartu ATM.
__ADS_1
Sultan meletakkan uang 2 triliun di dalam tas dan meletakkan di atas meja.
Ting ting
Hadiah Anda di kurangi 2 triliun
Sisa hadiah Anda 3.105.020.000.000.
"Sebentar ya Tuan, akan kami proses." ucap pegawai itu mengambil tas tersebut dan memasukan uang tersebut ke dalam sebuh mesin sebagai penghitung otomatis.
Ting ting
Misi level B.
Salah satu karyawan sedang melakukan korupsi di meja belakang.
Hadiah 600.000.000.000
"Boleh saya kesana sebentar saja?" tanya Sultan menunjuk ke ujung ruangan.
"Maaf Tuan, orang yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk," ucap pegawai itu.
"Saya ingin nyamperin dia, soalnya saya kenal dengan dia," ucap Sultan beralasan.
"Saya akan memanggilnya ya," ucap pegawai itu menyuruh pegawai yang di sampingnya menyuruh pria yang maksud Sultan untuk menemui Sultan.
__ADS_1
"Pak, di minta bapak yang di sana untuk keluar," ujar pegawai itu.
"Siapa?" tanya pria itu.
"Dia orangnya," tunjuk pegawai itu ke arah Sultan dan Sultan melambaikan tangannya.
"Siapa dia? Aku nggal kenal," ucap pria itu.
"Mungkin ada hal penting yang ingin ia katakan," ucap pegawai itu.
Mau tak mau pria itu pun pergi juga. Sebelum pria itu sampai Sultan berbisik dengan pegawai yang satunya. "Mbak, ketika pria itu datang ke sini, Mbak tolong cek laptopnya mungkin mbak akan tahu isinya," ucap Sultan.
"Memangnya ada apa?" tanya pegawai itu.
Pria itu pun datang dengan kesal ke arah Sultan.
"Siapa kamu? Aku tidak kenal denganmu? Mau apa kamu?" tanya bertubi-tubi. Sultan mengode kepada pegawai itu agar segera pergi. pegawai itu pun pergi ke arah meja pria yang bekerja tadi.
Sultan merangkul pria itu dan menghadap kejalan. "Ehm... begini, aku punya uang 5.000.000 nih, kamu mau nggak?" tanya Sultan memegang uang 5.000.000 di tangannya.
"Mau, mau, mau," ucap pria itu mengangguk cepat.
Sedangkan pegawai itu mengirim data laporan pria tadi langsung ke atasannya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih