
"Suster apa Suster melihat ibu-ibu keluar dari ruang 07?" tanya Qayla kepada salah satu suster yang lewat.
"Tidak nampak," jawab Suster itu.
"Baiklah jika begitu," ujar Qayla kecewa.
Dan Qayla kembali menanyakannya lagi kepada Suster yang ia temui.
"Oh tadi dia keluar, katanya mau mencari udara segar," ucap Suster itu.
"Baiklah terima kasih ya Sus," ucap Qayla merasa lega.
Mereka pun pergi untuk mencarinya di taman rumah sakit, tapi mereka tidak juga menemuinya.
"Kemana dia pergi ya?" tanya Qayla melihat ke kiri dan kekanan.
"Ya sudah kita cari di sana yuk," ajak Sultan dan Qayla pun menuruti.
"Itu dia," ucap Qayla tersenyum melihat ibu Michela.
"Tante mau kemana?" tanya Qayla mendekati ibu Michela.
"Tolong belikan Tante kerupuk ikan itu," pinta Ibu Michela.
"Ya udah, biar aku yang belikan," ucap Sultan.
__ADS_1
"Nggak kalian berdua belikan," pintanya.
"Kenapa harus kami berdua, siapa yang jagain Tante," ucap Qayla melihat ke arah Aultan dan kemudian melihat ke arah Ibu Michela.
"Iya, aku pengen kalian berdua yang belikan," pintanya.
"Ya udah, tapi Tante jangan kemana-mana ya, tunggu kami di sini," ucap Qayla.
Ibu Michela mengangguk.
Sultan dan Qayla pun pergi atas permintaan Ibu Michela meskipun ia merasa heran atas permintaan itu.
Ckiiiiiitttttt!
Sebuah mobil tronton menabrak Ibu michela dengan parahnya.
Qayla dan Sultan membalikan badannya dan sangat terkejut atas kejadian itu.
Qayla menjerit dan berlari ke arah Ibu Michela dan memeluknya dengan air mata yang tak bisa ia bendung.
"Tidaaaaaaakkkkkkkkkkkk!" teriak Qayla sekuat-kuatnya.
Sultan langsung tak bisa berkata-kata melihat ibu Michela bersimbah darah.
"Ternyata inilah takdir, Orang yang jauh ratusan meter bisa aku selamatkan jika memang belum takdirnya mereka, tapi orang yang ada di depan mata malah tak bisa aku selamatkan jika takdir mereka sudah sampai, 1 keluarga dari Michela mati di depan mataku di tembak ayahnya, ayahnya juga mati di depan mataku karena di tembak oleh musuhnya, dan kini, ibunya yang meninggal karena kecelakaan, takdir mereka semua sama, tapi kenapa harus di depan mataku? Apa ada yang salah denganku?" Sultan bertanya-tanya Dalam hati.
__ADS_1
Qayla bangun dan berusaha membopong ibu Michela, melihat itu Sultan mengangkat dari tangan Qayla dan berlari membawa tubuh itu ke dalam rumah sakit.
"Ini langsung kita bersihkan jasadnya," ucap dokter itu melihat tubuh Ibu michela di tangan Sultan.
"Apa tidak bisa di selamatkan dulu dokter," ucap Qayla.
"Lihatlah, otaknya sudah ada yang keluar dari kepala belakangnya dan ia juga sudah kehabisan darah, denyut nadinya tidak berfungsi lagi, sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan untuk ibu ini lagi," ucap dokter itu.
Qayla menutup mulutnya dengan mata yang memerah, sungguh tak percaya jika ini terjadi.
"Coba saja aku tidak mengikuti permintaanya tadi, mungkin aku sudah bisa menyelamatkan dia," ucap Qayla menyesal.
Sultan meletakkan tubuh Ibu michela di atas ranjang dan suster pun segera membersihkan darahnya.
"Qayla ini bukan salahmu, justru ia menyuruh kita pergi takut jika kita akan terkena juga, aku rasa ia juga punya Firasat untuk menyuruh kita pergi," ucap Sultan memeluk Qayla dan menenagkannya.
"Tapi kenapa harus di depan mataku, aku merasa menjadi penyebabnya," ucap Qayla menangis.
"Apa kau tahu? Michela mati depan mataku, Ayahnya mati di depan mataku fan ibunya juga sama, jika di pikir-pikir aku juga merasa aku lah penyebabnya, tapi semuanya juga sudah ada jalannya maaibg-masing Qayla, mereka pergi juga Sudah di tentukan," ucap Sultan mengelus rambut Qayla.
Bersambung
Jangan lupa like vite komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1