System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 193


__ADS_3

"Iya bener kata pak Jeff, parah kau ah, udah di kasih banyak kau minta tambah lagi," ucap temannya.


"Iya, iya aku minta maaf," ucapnya manyun.


Ting ting


Hadiah anda di kurangi 2.200.000.000.000


Sisa hadiah Anda 5.805.030.000.000.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Qayla.


"Ada deh, nanti kamu juga tahu," ucap Sultan tersenyum. Mobil Sultan melaju kencang di jalanan menyusuri tepian pembatas menuju tempat tujuannya.


Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat.


"Oh kamu mau beli rumah," ujar Qayla.


"Iya, karena rumah yang kemaren itu ku berikan kepada orang tuaku, aku tidak mau menganggu mereka di masa tuanya," ucap Sultan.


Qayla mengangguk-angguk mengerti.


"Selamat datang. m.Ada yang bisa saya bantu Tuan, Nona," sapa pegawai penjual perumahan ramah.


"Aku ingin membeli rumah, tolong tunjukkan Aku rumahnya, siapa tahu cocok dengan seleraku," ucap Sultan.


"Baik Tuan, mari ikut dengan saya," ucap pegawai itu menuju ke daerah perumahan yang berjarak dari rumah ke rumah itu sekitar 20 meter.


Pegawai itu membuka kunci rumah lalu membukan pintu untuk di lihat fasilitasnya.

__ADS_1


"Silakan masuk Tuan, Nona, di dalam ada 1 kamar utama 5 kamar anakan dan kamar mandi di setiap kamar, fasilitas sudah ada sofa, tempat tidur di setiap kamar," ucap pegawai itu.


"Harganya?" tanya Sultan.


"1,3 triliun," jawab pegawai itu.


Sultan mengangguk-angguk.


"Coba perlihatkan rumah yang lain lagi," pinta Sultan.


"Baiklah, mari ikut saya," ucap pegawai itu.


Pegawai itu kembali memperlihatkan rumah yang lain dan ini desainnya berbeda dari yang tadi.


"Yang ini sama juga 1 kamar utama dan 5 kamar lainnya dan juga fasilitasnya yang berbeda hanya desainnya, harga 1,2 triliun," ucap pegawai itu.


"Aku mau kedua rumah ini," ucap Sultan.


"Kamu untuk apa rumah banyak-banyak?" tanya Qayla.


"Kalo bosan yang di rumah ini, ya ke sana, bisa yang di sana beli lagi," ucap Sultan tertawa.


Qayla manyun mendengar ucapan Sultan.


"Orang kaya emang beda ya," ucap pegawai itu tersenyum.


"Terima kasih sudah mengatakan aku kaya," ucap Sultan tersenyum.


"Mari Tuan, Nona untuk melakukan pembayaran dan pergantian nama di sartifikat," ucap pegawai itu.

__ADS_1


Sultan dan Qayla pun mengikuti pegawai itu ke meja kasir.


"Silakan di isi nama Anda dan tanda tangan Tuan," ucap pegawai itu menyerahkan selembar kertas yang nanti akan di pintahkan ke sartifikatnya.


Sultan menulis nama Qayla di salah satu rumah atas namanya.


"Nih kamu tanda tangan," ujar Sultan menyerahkan kepada Qayla.


"Lho apa maksudmu?" tanya Qayla kaget karena rumah yang pertama atas namanya.


"Udah tanda tangan saja, ini rumah buat kamu, biar kamu nggak perlu lagi tinggal di rumah orang Tuamu lagi," ujar Sultan.


"Sultan, ini berlebihan tau," ucap Qayla mereka tidak enak hati.


"Berlebihan? Aku memberimu rumah itu berlebihan?" tanya Sultan.


"Eh bukan itu maksudku, kenapa kamunterlalu baik denganku," ucap Qayla.


"Salah ya aku baik denganmu, udah pokoknya mau tak mau kamu harus terima dan rumah aku di sebelah kamu, jika aku bosan di rumahku, aku bisa nginap di rumahmu," ucap Sultan.


Qayla hanya bisa tersenyum melihat tingkah Sultan dan ia pun setuju menanda tanganinya.


"Siapa tau jika nanti aku punya anak, jadi aku akan memberikan rumah itu kepada anakku," ucap Sultan sambil melihat kertas yang di tanda tangan Qayla lalu menyerahkan kepada pegawai itu.


"Tunggu sebentar ya Tuan," ucap pegawai itu segera mencetak nama Sultan dan Qayla.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2