System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 257


__ADS_3

Sesampainya di hotel ibunya, Sultan segera turun dari mobil dan masuk ke hotel.


"Tuan, selamat datang, sudah lama Tuan tidak datang kesini lagi," ucap Han.


"Iya, aku terlalu sibuk dengan urusan di luar," ucap Sultan melihat sekeliling hotelnya yang tidak ada berubah namun tampak bersih.


"Bagaimana perkembangan hotelnya, apa lancar?" tanya Sultan.


"Yah seperti biasanya Tuan, pengunjung tetap terus berdatangan," jawab Han.


"Apa ada masalah?" tanya Sultan.


Han terdiam sesaat dan kemudian ia menundukkan kepala.


"Maafkan saya Tuan sebelumnya dan saya belum mengatakan kepada Tuan dan saya ingin Tuan datang ke sini baru saya memberi tahunya memang jika ada sedikit masalah, tapi bolehkah kita tidak membicarakan di sini Tuan, sebelumnya saya minta maaf Tuan," ucap Han merasa bersalah.


"Baiklah, kita ke balkon lantai atas saja," ucap Sultan dan Han mengikutinya.


Sultan duduk di kursi santai yang sengaja di letakkan di sana.


"Katakan ada masalah apa?" tanya Sultan sambil melihat lampu kota dari lantai atas.


"Seorang karyawan kita saya pecat Tuan," ucap Han.


"Oh... kau pasti punya alasan melakukannyakan?" tebak Sultan.


"Iya Tuan, suatu malam ada pacarnya menginap di hotel ini, awal mulanya ia mengatakan jika itu abang sepupunya dan ia pun cek in, salah satu karyawan yang masih berjaga tak sengaja mendengar suara di suatu kamar dan ia pun mendobrak kamarnya dan mereka ternyata melakukan hal yang tidak senonoh, dan saat itu saya sangat marah dan langsung memecatnya, saya harap Tuan menerima alasan saya," ucap Han.


"Kamu sudah melakykan hal yang benar Han, jika ada karyawan kita seperti itu kamu pecat saja, mau itu memcuri atau melakukan hal buruk lainnya pecat saja, aku percaya padamu kau orang yang bijak," ucap Sultan tersenyum.


"Terima kasih Tuan sudah menpercayai saya, dan saya juga pasti punya kesalahan juga yang mungkin saya tidak ketahui tapi jika saya ada salah, mohon Tuan tegur saya," ucap Han.


"Kau sangat jujur sekali Han, aku sangat bangga padamu, tetaplah jaga kebaikanmu seperti ini, oh iya uang pendapatan hotel kamu bisa untuk bayar gaji mereka dan jika bersisa kamu bisa menambahkan sesuatu untuk membuat tampilan yang menarik," ucap Sultan.


"Baik Tuan, akan saya lakukan," ucap Han.

__ADS_1


"Kau yang terus bekerja apa tidak ada hari liburmu untuk abak dan istrimu?" tanya Sultan.


"Tidak apa-apa Tuan, mereka sering kesini untuk bermain," jawab Han.


"Ya sudah, siapkan 1 kamar untuk keluargamu jika mereka menginap, agar anak-anakmu tetap dekat denganmu," ucap Sultan.


"Terima kasih banyak Tuan atas kebaikan Anda," ucap Han merasa terharu.


"Ya sudah, kamu handle hotel ini ya, aku akan pulang sekarang," ucap Sultan.


"Baik Tuan," angguk Han dan Sultan pun melangkahkan kakinya keluar dari hotel tersebut.


Sultan masuk ke dalam mobilnya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Kamu sudah pulang?" tanya Sultan.


"Belum, masih di perusahaan nih, hari ini banyak banget barang yang masuk, dan belum selesai di data," ucap Qayla.


"Ini udah malam lho? Masa kamu banyak masukin barang," ucap Sultan.


"Lho? Bukannya kamu yang masukin barangnya?" tanya Qayla heran.


"Ha? Aku baru saja keluar dari hotel ibu," jawab Sultan.


"Jadi siapa yang masukin barangnya?" tanya Qayla mengaruk-garuk kepalanya bingung dengan barang yang menumpuk.


"Pasti ada masalah, berhentikan pemasukan barangnya, baku kesana sekarang," ucap Sultan melajukan mobilnya kembali menuju perusahaannya.


Jam sudah menunjuk pukul 20:25 menit.

__ADS_1


"Kalian cukup! Berhenti mengambil barangnya, kita tunggu Tuannya datang dulu," ucap Qayla memberhentikan karyawannya bekerja.


"Kenapa tidak membongkar lagi?" tanya supir itu.


"Tidak! Siapa yang melakukan ini?" tanya Qayla.


"Tapi ini pesanan dari Tuan ceo kalian," ucap supir itu.


Qayla mendekati pria itu lalu menangkap kerah bajunya.


"Katakan siapa yang melakukannya!" ucap Qayla menatap mata supir itu dengan tajam.


"Sudah aku katakan jika itu adalah dari Tuan kalian," ucapnya berkeras.


"Oh sepertinya mulutmu tertutup rapat," Ucap Qayla geram, Qayla langsung mematahkan tangan supir itu.


Kraak!


"Aduuuuuuuuhhh!" teriaknya sampai kepenjuru dunia, para karyawan melihat itu sangat ketakutan dan bedelik ngeri.


"Astaga! Wanita yang lemah lembut yang kita kenal itu ternyata sangat kejam," bisik para karyawan itu gemetar.


"Sumpah! Aku nggak berani macam-macam sama dia," ucap temanya memeluk diri sendiri dengn keringat dingin di telapak tangannya.


Sedangkan para karyawan lain saling bepelukan sakit takutnya.


"Katakan siapa yang melakukannya atau aku akan mematahkan lehermu," ancam Qayla dengan suara datar namun sangat tajam.


"I-iya... i-itu, sa-saya di suruh seseorang," ucapnya menahan sakit.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2