System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 233


__ADS_3

"Baiklah, jika begitu aku pulang dulu, oh ya, mana uangmu, biar aku belikan dan akan menyuruh Anak buahmu mengantarkannya," pinta Tedi.


Sultan masuk ke kamarnya lalu membawakan uangnya.


"Ini tolong ya, dan juga terima kasih sudah menolongku," ucap Sultan.


"Udah nggak apa-apa, kitakan Friend, kamu juga udah banyak bantu aku," ucap Tedi menenteng tasnya.


"Belikan aku mobil seharaga 500 miliyar dan belikan 2 buah mobil untuk operasional para anak buahku itu.


"Baiklah jika begitu," ucap Tedi mengangguk.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 1.000.000.000.000


Sisa Hadiah Anda 14.605.004.900.000.


Tedi pun pergi membawa tasnya ke dalam mobilnya dan ia pun pergi. Kini tinggal Sultan dan Qayla mereka malah jadi canggung.


"Ya sudah kamu tidur sana, aku akan berjaga di sini," ucap Sultan.


"Baiklah," ucap Qayla dan ia masuk kekamar.


Sultan baring di sofa dan ia masih berfikir siapa yang melakukannya?


"Aku rasa aku tidak punya musuh lagi, dan kenapa ada orang yang mengincarku ya?" tanya Sultan dalam hati.

__ADS_1


Pagi pun sudah tiba, matahari yang sudah di ufuk timur menampakkan wajahnya, Sultan tertidur di sofa.


Qayla sudah bangun dan ia melihat Sultan yang tertidur pulas, Qayla juga duduk di sofa sambil menatap wajah Sultan.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan pria sepertimu," ucap Qayla dalam hati.


Bruuum...


Bruuum..


4 buah mobil datang ke rumah Sultan, Tedi bersama anak buah Sultan datang.


Sultan terlihat terganggu dengan suara mobil yang datang dan ia mengucek matanya. Qayla pun langsung tersadar dari lamunannya.


"Sultan, itu Tedi sudah datang," ucap Qayla. Sultan pun bangun dan ia langsung duduk meskipun ia masih mengantuk.


Sultan keluar dari rumahnya dan melihatnya. "Yang mana satu?" tanya Sultan karena di sana ada 3 mobil yang baru beli.


"Tuh yang warna hijau tua," jawab Tedi.


Sultan langsung mayun, tampilannya emang keren, tapi warnanya sungguh tak kena di hati.


"Emang nggak ada warna yang lain?" tanya Sultan melihat ke arah Tedi.


"Ini warna yang cocok, jika kamu di kejar orang nah kamu bisa masuk tuh kedalam semak-semak dan bisa berkamuflase, jadi mereka nggak tau keberadaanmu," ucap Tedi.


"Ya terserah kamu deh, terus mana kulit palsunya?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Di dalam mobil," jawab Tedi.


Bawahan Sultan pun mengambilnya di dalam mobil dan menyerahkannya kepada Sultan.


"Ini bos besar," ucap bawahannya. Sultan mengambilnya dan melihat bentuknya.


"Jika memakai ini, mungkin agak sedikit panas, jadi di sarankan agar kamu nyaman memakainya, kamu harus di tempat yang dingin," saran Tedi.


"Baiklah," jawab Sultan melihat bentuknya.


"Oh iya, ambilkan wignya juga," ucap Tedi kepada bawahan Sultan dan mereka pun mengambilnya.


Sultan membolak balikkan wignya, "ini kenapa bentuknya begini?" tanya Sultan heran.


"Itu udah yang pilih paling keren, jangan-jangan kamu malah lebih keren pakai penyamaran di banding wajah aslimu," jawab Tedi tertawa.


"Jangan sampai lebih keren yang palsu," ucap Sultan mencoba wignya.


"Sudah ku duga, tampilan palsumu lebih keren dari yang asli," ujar Yedi tertawa.


"Ya sudah tinggal ku potong rambutku seperti ini nanti," jawab Sultan kembali melepaskan wignya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2