System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 205


__ADS_3

"Nih, anggap saja sebagai uang pesangon," ucap Sultan memberinya uang 5.000.000.


"Wah, terima kasih ya bro," ucap pegawai pria itu tertawa senang.


Pegawai wanita itu mengacungkan jempol


Sultan pun membiarkan pria tadi pergi.


Ting ting Hadiah Anda si kurangi 5.000.000


Sisa hadiah Anda 3.105.015.000.000


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 1190 poi.


Selamat Anda mendapatkan 600.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 3.705.015.000.000


"ATM-nya sudah siapa Tuan, silakan di terima," ucap pegawai itu menyerahkan kartunya.


"Terima kasih," ucap Sultan menerima kartu tersebut dan ia segera pergi.


Sesampainya di hotel Sultan menyerahkan kartu kepada Ibunya.


"Ini semua ada 2 triliun, kalau seandainya kurang kalian bisa beri tahu aku, biar nanti aku kirimkan lagi," ujar Sultan.


"Ini sudah banyak Sultan, terima kasih ya Nak." ucap Ibu tersenyum.


"Iya sama-sama, aku ke hotelku dulu ya, mau lihat persiapan mereka," ucap Sultan berpamitan


"Iya, pergilah," ucap Ibu.


Sultan kembali meluncurkan mobilnya menuju hotelnya dan juga ini sudah hampir sore mendekati malam.


"Semoga saja mereka mempersiapkannya dengan matang," ujar Sultan.


Sesampainya di hotel, di sana sudah ramai. "Bukannya aku katakan nanti malam ya," ucap Sultan turun dari mobil dan menghampiri hotelnya.


"Tuan, ini tamunya sudah datang dari tadi," ucap karyawan Hotel panik menghampiri Sultan yang baru saja nongol.


"Udah nggak apa-apa, mereka itu cuma butuh makan apa lagi anak kuliahan, mereka cari yang gratisan, sediakan saja makanan banyak-banyal, telpon nomor restoran cepat saji yang ada," ucap Sultan.


"Baik Tuan," ucap pegawai itu.


Mereka pun sudah sibuk memesan makanan, beberapa restoran sudah mengantar paket makanannya.


"Sultan, nyangka mereka sudah datang," ucap Yedi memghampiri Sultan.


"Acaranya sebentar lagi di mulai, aku akan mandi dulu sebentar," ucap Sultan masuk ke kamar hotel dan mandi di sana.


"Astaga, aku nggak punya baju, oh iya aku pinjam jas Jeff saja dulu," ucap Sultan segera menelpon Jeff.


Tuuutt


Tuuut


Tuuuut


"Halo Tuan," jawab Jeff.


"Hehehe, bolehlah aku pinjam jasmu, aku tidak bawa pakaian ganti ke sini," ujar Sultan.


"Sebentar ya Tuan, Anda di kamar nomor berapa?" tanya Jeff.

__ADS_1


"Kamar Nomor 08," jawab Sultan.


"Baik Tuan, Saya akan mengantarnya kesana," ucap Jeff dan ia langsung mengambil bajunya yang biasa untuk gantinya.


"Lain kali aku harus punya baju ganti stanby di mobil," ucap Sultan.


Tok!


Tok!


Tok!


"Tuan, ini baju Anda," ucap Jeff dari balik pintu.


"Sebentar," ucap Sultan membukakan pintunya.


Jeff menyerahkan baju jas hitam beserta kameja putih dasi dan lengkap dengan sepatu.


"Terima kasih," ucap Sultan menerimanya dan ia pun segera menutup pintu dan memakainya.


"Keren juga ya, aku pakai jas begini, aku itu bos, seharusnya aku harus punya baju beginian, astaga, aku lupa ngasih tau Qayla," ucap Sultan segera mengambil ponselnya dan segera menelpon Qayla.


Tuuut


Tuuut


Tuuuut


Nomor yang anda tuju tidak menjawab panggilan.


Tuuuut


Tuuut


Tuuut


Nomor yang anda tuju tidak menjawab panggilan.


Sultan pun mengirim pesan singkat.


Qayla, jika kamu membaca pesan ku tolong datang ya ke hotel yang kita beli kemaren, di sini ada acara peresmian.


Sultan pun keluar dari kamarnya dan bergabung dengan keramaian.


"Maafkan aku Qayla, jika dari tadi ku beri tahu, mungkin kau sudah datang," ucap Sultan dalam hati menyesal.


Sultan terus menghubungi Qayla namun tetap tidak ada jawaban.


"Kemana dia ya?" tanya Sultan.


"Sultan, acara segera di mulai," ucap Tedi.


"Kau saja yang meresmikannnya aku ada urusan sebentar," ucap Sultan.


"Sultan, Sultan!" teriak Tedi.


Sultan tidak mendengarkannya dan ia pergi menuju mobilnya.


Dengan terpaksa Tedi yang membawa acara dan memberikan kata sambutannya.


"Qayla kamu di mana ya, apa aku cari dia kerumahnya saja," ucap Sultan memutar mobilnya dan berbelok menuju rumah Qayla.


Sesampainya di sana, Sultan pun turun mobil dan menghampiri rumahnya.


Tok!


Tok!


Tok!

__ADS_1


"Permisi," ucap Sultan.


"Ya," ucap suara perempuan dari dalam rumah dan membukakan pintu.


"Ada apa?" tanya ibu paruh baya itu.


"Qayla ada di rumah?" tanya Sultan.


"Tidak ada, tadi dia sudah pergi," ucap wanita itu.


"Kemana ya dia pergi?" tanya Sultan.


"Tidak tahu, tadi dia pergi dengan seseorang," jawab ibu itu.


"Sama siapa? Laki-laki apa perempuan?" tanya Sultan penasaran.


"Tidak tau, soalnya dia tadi di jemput dan penjemputnya ada di dalam mobil," ucap wanita paruh baya itu.


"Oh baiklah jika begitu, terima kasih," ucap Sultan kecewa. Ia pun kembali memutar arah mobilnya dan juga tak hentinya menelpon, tli tetap tidak ada jawaban.


Sultan membawa mobilnya berkeliling dengan pelan, berharap ia segera bertemu Qayla.


Sultan juga pergi kerumah baru yang mereka beli dan di dalam sana pun kosong tanpa penghuni.


Ia pun berhenti di pinggir jalan, menepikan mobilnya dan terus menelpon Qayla.


"Qayla kamu di mana sih?" tanya Sultan khawatir.


Sultan melihat cafe di seberang jalan dan terlihat seorang wanita dan pria duduk berhadapan sambil makan.


"Kenapa aku merasa familiar dengan wanita itu?" tanya Sultan. Karena penasaran ia segera turun mobil dan mendekati cafe tersebut.


Sultan jadi mematung melihat wanita itu. "Qayla," lirihnya.


"Lalu siapa pria bersamanya?" tanya Sultan.


Wanita dan pria itu melihat ke arah Sultan dan Sulta secepatnya balik badan.


"Siapa dia? Kenapa dari tadi dia menatap kita?" tanya pria itu kepada Qayla.


"Tidak tahu, coba aku samperin dia," ucap Qayla berdiri dan ingin menghampiri Sultan. Sultan pun melangkahkan kaki menuju mobilnya, agar tak ketahuan ia segera merubah bentuk mobilnya dari kejauhan.


Sultan berlari menuju mobilnya dan segera masuk dan menutup pintu.


"Dia siapa ya? Apa Sultan? Tapi Sultan tidak pernah mengunakan jas," ucap Qayla dan ia kembali ke tempat duduknya.


"Aku tidak tau siapa bersamamu, tapi karena dia kenapa kau mengabaikanku," lirih Sultan dalam hati.


Ting ting


Misi level B


Membantu seorang yang di keroyok oleh 6 orang di gang buntu.


Hadiah 20 poin


Hadiah 800.000.000.000


"Waktu yang tepat, aku memang butuh samsak untuk ku tinju," ucap Sultan menginjak gas dan melaju di jalanan.


"Di mana ya tempatnya," ucap Sultan tak sabaran.


Tak lama kemudian, Sultan melihag seorqng pria di hajar oleh 2 orang pria dan mereka menendangnya hingga pria itu terluka parah.


"Ph di sini tempatnya ya, ucap Sultan keluar dari mobil dan mendatangi mereka.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2