System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 274


__ADS_3

"Mana saya tahu apa yang kalian lakukan? Saya nggak mau tahu, saya sudah membayar kalian mahal, bawa kembali orang itu atau kalian harus membayar 2x lipat," ucap pria itu tegas.


"Kami akan mencarinya lagi," ucap suster itu mengalah.


Suster dan supir itu kembali masuk mobilnya dan berputar arah.


"Dasar nggak becus!" umpat pria itu kesal.


"Kemana dia pergi, tidak mungkin dia kabur dan tidak mungkin dia terjatuh dengan sendirinya, apa jangan-jangan mobil yang tadi yang mengikuti kita menyelamatkan pria itu?" tanya suster tersebut.


"Ya sudah kita cari mobil yang tadi, apa kamu mengingat plat mobilnya?" tanya supir itu.


"Mana aku ingat, aku tidak melibat plat mobilnya, hanya saja mobil itu berwarna hijau," ucap suster itu.


"Haish... jika kau ingat kita bisa melacaknya, sekarang kita cari mobil hijau yang terparkir di rumah sakit atau di klinik," ucap Supir itu.


"Kenapa tidak kamu balikkan saja uangnya?" tanya supir itu.


"Dia membayarku 3 milyar, bagaimana aku membayarnya dan lagian dia minta 2x lipat, menjadi 6 milyar, mana sanggup aku membayarnya dan juga uangnya sudah aku pakai sebagian," ucap suster itu.


"Kamu juga teriam pekerjaan nggak tanggung-tanggung," ucap supir itu.


"Hey! Siapa yang akan menolak pekerjaan ini dengan uang sebanyak itu, terjun ke dasar lautpun aku sanggup demi uang segitu, ini hanya membawa orang sakit saja, jika tadi kita berhasil, kita bisa menikmati uang sebanyak itu dan berfoya-foya," ucap suster tersebut ketus.


"Ya sudah kita cari sampai dapat atau kita dalam masalah," ucap supir itu.


Mereka pun kembali melajukan mobilnya mencari pria tersebut.


"Sultan, bagaimana dengan orang ini? Apa kita membawanya ke rumah sakit?" tanya Qayla khawatir.

__ADS_1


"Detak jantung dan darahnya mengalir sangat baik, mungkin dia hanya pingsan saja, mungkin orang itu akan mencari pria ini segera, untuk sementara kita bawa kerumah saja dulu menjelang dia bangun, jika pria ini ada di tangan mereka kita tak tahu apa yang akan mereka perbuat nanti," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu," angguk Qayla setuju.


Dan mereka pun kembali ke rumahnya. Sultan membawa pria itu masuk ke dalam kamar tamu.


"Ini udah malam, kamu istirahat gih, dia biar aku yang jaga," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu, aku pulang dulu ya," ucap Qayla berpamitan.


Sultan mengangguk tersenyum.


Qayla pun masuk rumahnya dan segera istirahat, sedangkan Sultan duduk di sofa di ruang tamu.


"Kira-kira apa yang mereka cari dari pria itu?" tanya Sultan dalam hati sambil berpikir.


Ting ting


Selamat Anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 430 poin.


Selamat Anda mendapatkan hadiah 800.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 11.736.739.300.000


Tanpa sadar, Sultan tertidur di sofanya. Pria itu pun tiba-tiba saja bangun dan heran tempat ia berada sekarang.


Pelan-pelan ia berjalan dan membuka pintu. Sultan terbangun karena terdengar suara dentuman pintu yang terbuka.

__ADS_1


"Siapa kamu!" ucapnya dengan suara yang lemah.


"Jangan takut, aku tidak menyakitimu, justru aku menyelamatkanmu," ucap Sultan menenagkan dan Sultan menghampirinya dan membopongnya duduk di sofa.


"Apa yang terjadi?" tanyanya.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang pasti kamu tadi di bawa oleh seorang suster ke tempat sepi, untung saja aku dan kekasihku melihatmu di bawa oleh mereka pergi dan kami mengikuti mobil yang membawamu," ucap Sultan.


"Padahal aku masuk rumah sakit aku di kawal oleh pengawalku, bagaimana mereka bisa teledor?" tanyanya tak mengerti.


"Apa mungkin salah satu pengawalmu berkhianat?" tebak Sultan.


"Apa mungkin begitu?" tanyanya mengangkat alis.


"Suster itu aku rasa gadungan dan ia bisa melewati penjagamu mungkin ia kenal dengan orang dalam dan Mungkin kau punya sesuatu yang di incar mereka sehingga suster itu menculikmu?" tanya Sultan.


"Ya aku punya data rahasia dan mungkin mereka ingin menukarkan nyawaku dengan data itu," ucap pria itu.


"Bisa jadi begitu," angguk Sultan.


"Apa kau punya ponsel, pinjam aku untuk menelpon pengawalku," pinta pria itu.


Sultan memberikannya kepada pria itu ponselnya.


Pria itu pun menerimanya dan seger menelpon pengawalnya.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2