System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 280


__ADS_3

"Hm? Ibu?" tanya ibu tersenyum.


Qayla malu-malu. "Iya, ibu," jawab Qayla gugup.


"Wah Ayah, sepertinya kita punya menantu," ucap ibu tertawa. Wajah Qayla langsung merona.


"Iya ibu, nanti malam di hotelku akan ada acara hari jadian kami, aku juga akan mengundang orang tua Qayla," ucap Sultan.


"Oh ya, itu pasti sangat menyenangkan," ucap Ibu tersenyum.


"Ya udah, Ayah Ibu, ayo masuk mobil, sini biar aku bawakan kopernya," ucap Sultan mengambil kedua koper di tangan Ayah dan ibunya.


Mereka pun masuk mobil bersama, Sultan memasukkan koper ke dalam bagasi mobil.


"Ibu mau pulang ke mana? Ke rumah? Ke hotel? Apa ke rumahku?" tanya Sultan.


"Rumah emang sudah selesai di renovasi?" tanya ibu.


"Udah kemaren aku lihat, sudah di bersihkan juga, nyamanlah buat kalian tinggal," ucap sultan.


"Ya sudah balik ke rumah saja, Ibu sudah rindu pulang kerumah," ucap ibu.


"Maksud dari Sultan rumahnya, itu rumah kamu sendiri?" tanya Ayah.


"Iya Ayah," jawab Sultan mengangguk.


"Kenapa nggak tinggal bersama saja?" tanya Ayah.


"Nggaklah, nanti gangguin Ayah Sama ibu, dan juga rumah itu cukup besar mana tau ayah mau buka laboratorium," ucap Sultan.


"Laboratorium tekhnologi tinggi, tapi Ayah nggak punya modal," ucap Ayah.


"Ayah mau berapa? Bilang saja sama Aku, 1 triliun, 2 apa 4 triliun?" tanya Sultan.


"1 milyar saja cukup, Ayah hanya butuk komputer dan peralatan lainnya saja," ucap Ayah.


"Oh gitu, nanti aku ke peralatan elektronik untuk membeli komputer dan aku juga akan menyuruh seseorang sebagai bawahan ayah, jika seandainya ayah butuh sesuatu, Ayah bisa menyuruhnya untuk melakukan sesuatu," ucap Sultan.

__ADS_1


"Terima kasih ya Sultan," ucap Ayah tersenyum.


"Tidak apa-apa Ayah, ini semua juga hasil dari Ayah juga," jawab Sultan.


Tak lama mereka pun sampai di rumah besar mereka.


"Ini sangat mewah," ucap Ibu kagum.


Mereka pun keluar dari mobil dan Sultan pun segera mengambil koper dan membawa masuk ke dalam rumah.


"Ibu sama ayah sudah makan belum? Aku pesankan makanan untuk kalian ya," ucap Sultan.


"Ya sudah, kalian juga ikut makan ya," ucap ibu.


"Kami baru saja selesai makan, aku dan Qayla pergi ke toko elektronik aja buat Ayah," ucap Sultan.


Sultan memesan makanan dan lewat ponselnya.


"Makanannya sudah di pesan, kalian tunggu aja ya, aku sama Qayla pergi dulu ya, nanti malam aku jemput kalian," ucap Sultan.


"Baiklah, hati-hati di jalan," pesan Ibu.


Mereka berdua pun menuju mobilnya dan melaju di jalanan.


"Hm... sayang, bagaimana kamu sendiri yang pergi, aku masih bimbang meninggalkan perusahaan, aku mau chek pekerjaan mereka," ucap Qayla.


"Kamu ya, dasar maniak kerja, kerja saja yang kamu pikirkan," ucap Sultan mencubit hidung Qayla.


"Ikhhh... bukan gitu, aku masih ragu meninggalkan pekerjaan yang belum mereka kuasai, nanti kalau mereka sudah menguasainya aku baru tenang menyerahkan pekerjaan kepada mereka, kadang mereka sering nanya sama aku, nah aku pengen 1 orang saja yang mengerti jadi mereka nggak perlu nanya sama aku lagi, mereka langsung tanya sama srkretarisnya saja," ucap Qayla menjelaskan.


"Oh gituuu.... kirain kamu hanya cinta kerja aja, nggak cinta aku," ucap Sultan.


"Kamu nomor 2 di hatiku," ucap Qayla.


"Kok gitu," ucap Sultan tak senang.


"Iyalah, pertama orang tuaku," ucap Qayla tertawa.

__ADS_1


"Kirain mantanmu," ucap Sultan manyun.


"Yeee... mereka udah nggak ada nomor lagi itu," ucap Qayla.


Selang tak berapa lama, Mereka sampai ke perusahaan.


"Da-dah sayang," ucap Qayla keluar dari mobil dan melambaikan tangannya.


"Dah," jawab Sultan yang melajukan mobilnya menuju toko elektonik.


Sesampainya di sana, Sultan masuk ke dalam toko tersebut.


"Pak aku mau beli komputer 10, laptop 5 dan elektronik penunjang lainnya masing-masing sepuluh," ucap Sultan.


"Baik Tuan tunggu sebentar," ucap pemilik toko memanggil pegawainya.


"Tolong bawakan ke alamat ini ya," ucap Sultan mencatat alamat rumahnya. "Dan juga tolong rapikan tempat tata letaknya sesuai permintaan Ayah saya ya," ucap Sultan menyodorkan secarik kertas tersebut.


"Baik, Anda tenang saja," ucap pemilik toko.


Para karyawan membawakan perlengkapan elettronik ke dalam mobil besar.


"Berapa semuanya?" tanya Sultan.


"Semuanya, 835 milyar," ucap pemilik toko.


Sultan menuju mobilnya membawa setas uang.


"Ini semua uangnya," ucap Sultan.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 835.000.000.000


Sisa hadiah Anda 9.001.739.000.000.


"Baiklah terima kasih," ucap pemilik toko dan Sultan pun kembali masuk ke dalam mobilnya menuju toko perhiasan.

__ADS_1


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya pemilik toko perhiasan.


Bersambung


__ADS_2