
Qayla kembali menuju arah Sultan dan duduk di sampingnya.
"Tidak tau kenapa ada bekas tembakkan di dadanya, jika aku boleh tau, dia kenapa?" tanya Qayla dengan suara pelan.
"Di tembak Ayah saat dia ingin melindungiku," jawab Sultan.
"Ha? Kau pasti punya alasan karena sampai mau di tembak oleh ayahnya kan?" tebak Qayla.
"Yang melakukan kecelakaan waktu itu adalah Ayahnya, karena ingin balas dendam," jawab Sultan.
"Apa! Apa kau melakukan sesuatu padanya?" tanya Qayla tak mengerti.
"Kepala organisasi hitam itu adalah adiknya yang aku bunuh, dia tidak terima dengan alasan apa pun meskipun sudah aku jelaskan dan malah ingin membunuhku, tidak tau apa yang di pikirkan Dia sehingga ingin menghadang peluru untukku," ucap Sultan menundukkan kepala.
"Itu karena dia mencintaimu, begitu besar cintanya padamu sampai nyawa pun ia pertaruhkan," jawab Qayla.
Sultan terdiam.
Bruumm...
Bruuum...
Mobil Tedi pun sampai, Sultan dan Qayla berdiri melihat kedatangan ibu Michela.
__ADS_1
"Oh kamu? Ada apa sebenarnya?" tanya ibu Michela melihat ke arah Sultan karena ia mengenali saat Sultan datang ke rumahnya.
"Michela meninggal," jawab Sultan.
Seketika Ibu michela lemas dan ia pun terjatuh, Tedi dan Sultan menyambutnya dan membantunya mendudukkan di atas kursi.
"Serius kamu Sultan?" tanya Tedi tak percaya.
"iya," angguk Qayla.
Ibu Michela terduduk lemas, ia masih belum bisa berkata-kata saat ini, ia masih syok ketika anak semata wayangnya meninggal.
"Kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Tedi penasaran.
Tedi mengangguk mengerti.
"Bawakan aku ke tempat anakku," pintu ibu michela.
Sultan membopongnya dan membawanya ke kamar mayat dan berdiri tepat di kaki michela.
Pelan-pelan ibu michela berjalan mendekati tubuh anaknya dan membuka kainnya, setelah melihat wajah Michela dan ibu michela tak bisa menahan tangisnya lagi dan memeluk Michela dengan erat.
"Michela, anakku... kenapa kau pergi secepat ini... kenapa anakku... Maafkan ibu yang tidak perhatian denganmu maafkan salah ibu nak..., bangunlah... bangun... jangan tinggalkan ibu... buka matamu... biarkan ibu melihat senyummu lagi!" tangis ibu michela meledak sambil mengengam erat tangan michela yang sudah dingin.
__ADS_1
Sultan, Tedi dan Qayla membiarkan ibunya menangis, Qayla juga matanya berkaca-kaca, ia juga sangat sedih dengan kepergian michela.
"Ayo bangun nak, kamu mau minta apa? Semua pasti ibu berikan, buka matamu, bilang sama ibu kamu mau apa? Ibu janji akan memenuhinya, tapi kamu harus bangun nak," ucap ibu sambil menangis dan mencium tangan michela.
Tiba-tiba Ibu michela melihat ke arah Sultan menatapnya tajam. "Ini pasti gara-gara kamu kan? Kamu apakan anakku! Sampai dia harus pergi untuk selamanya, kenapa! Jawab!" Teriak ibu michela mengengam erat baju Sultan.
Tedi yang ingin membantu untuk melepaskannya, tapi Sultan menahannya dengan maksud membiarkan ibu michela ingin melakukan apa pun padanya.
"Iya ini karena salahku membiarkannya melindungiku," jawab Sultan.
"Kenapa kau melakukan itu!" teriaknya dengan suara parau.
"Itu karena Dia menghalangi sebuah peluru yang di tembakkan kepadaku," jawab Sultan menjelaskannya dengan pelan-pelan.
"Kenapa dia menghalanginya untukmu? Seharusnya dia tahu jika dia akan mati jika dia buat begitu, kenapa dia melakukannya?" ucap ibu michela dengan nangis sesengukan.
"Itu karena suami Anda yang ingin membunuhku," jawab Sultan.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1