
"Lho? Kita mau ke mana?" Tanya Tedi menekuk alisnya.
"Ada urusan dikit," jawab Sultan fokus mengendarai mobilnya.
Sesampainya di sana, Sultan langsung turun mobil dan berlari ke arah rumah yang gandeng dua tersebut, tapi tampak Sunyi tak ada suara.
Tedi yang penasaran juga ikut turun dan melihat sekeliling.
Sultan mencoba mengintip dari jendela, tapi tak kelihatan karena tertutup gorden.
Trannkk...
Sebuah vas bunga pecah.
Sultan langsung mendobrak pintu tersebut dan berlari masuk mencari arah suara tersebut.
Sultan melihat seorang perempuan yang tangan dan kakinya di ikat dan mulutnya di tutup sehingga ia tak bisa berteriak dan melarikan diri.
Para pria itu melonggo ketika Sultan masuk. Yang lebih melonggo lagi yaitu Sultan, karena para pria itu tidak memakai baju.
"Aaaaaa... mata polosku ternodai!" Teriak Tedi yang tiba-tiba nongol.
Sultan melihat Tedi manyun😒😒. "Hey... punyamu dan punyanya sama, dan wanita itu masih memakai baju," ujar Sultan.
"Siapa kalian?" Tanya pria itu.
"Kamu dan teman-temanmu ngapain di dalam ruangan begini dengan seorang wanita? Jangan-jangan kalian ingin melakukan kejahatan?" Tanya Sultan mendekati wanita tersebut.
Wanita itu tampak menagis dan ingin meminta tolong.
__ADS_1
"Kamu jangan ganggu kami!" Teriaknya tak suka.
"Aku telpon polisi ah," ujar Sultan mengambil ponsel di saku celananya.
"Oke! Oke! Jangan telpon polisi, bagaimana jika kamu juga ikut, tapi bagian terakhir," ucap pria itu ketakutan.
"Kau pikir aku pria sama seperti mu? Tedi bebaskan wanita itu," perintah Sultan bersiap menghajar para pria itu.
"Oke! Oke! Kami akan berikan apa yang kamu mau, tapi tolong lepaskan kami," tawarnya .
"Enak saja, apa wajahku terlihat seperti kekurangan uang? Jika kami tidak datangbmungkin kau sudah melakukan hal buruk," tolak Sultan.
Mereka mencari baju masing-masing tapi dengan cepat Sultan menendang perut pria itu hingga tersungkur.
"Lawan dia, kita lebuh ramai dari mereka," perintahnya.
Mereka menyerbu ke arah Sultan.
Sultan menendang pria di depannya tepat sasaran di bagian utamanya, karena kesakitan ia langsung terjatuh dan tak berdaya lagi.
Selanjutnya, Mereka menendang ke arah Sultan, dan Sultan menangkap kakinya dan lagi-lagi menendang bagian utamanya.
"Siapa suruh nggak pake celana," ejek Sultan, Tedi dan wanita itu malah tertawa.
Sultan pun menyerang keduanya dan menghantam wajah pria itu ke tembok.
Mereka pun terkapar.
"Kamu cepat telpon polisi," ujar Sultan kepada wanita itu. Wanita itu mengangguk dan meraih ponselnya.
__ADS_1
"Dan juga kamu seorang wanita, jangan berani buka pintu untuk pria, jika tidak beginilah akibatnya," pesan Sultan.
"Iya, terima kasih sudah menolongku," ucap wanita itu.
"Dan juga, kamu bilang mereka di habisi olehmu," ujar Sultan tang bersiap pergi.
"kenapa begitu?" tanya wanita itu tak mengerti.
"Bilang saja begitu," ujar Sultan melangkahkan kaki menuju mobilnya yang di ikuti Tedi.
Mereka pun masuk mobil dan kembali menuju tujuan awalnya.
Ting ting.
Misi selesai.
Anda mendapatkan 60 poin.
poin Anda menjadi 80 poin.
Tak lama kemudian Sultan dan Tedi sampai di showroom mobil tersebut.
"Mana mobil yang kamu pilih?" tanya Tedi.
"Yang ini, tapi bukan aku yang pilih, tapi ibuku," jawab Sultan memencet remot mobil tersebut.
Ia pun permisi dengan pegawai showroom tersebut mengambil mobilnya.
Mereka pun pulang
__ADS_1
BERSAMBUNG
jangan lupa vote komen like dan hadiah terima kasih